Membangun Sumber Data

0
391
Seminar ini tidak akan membahas permasalahan aspek literasi dunia maya.

JAKARTA-Zonadinamika.com. Di dunia yang kini berada dalam era maya, semua informasi seolah-olah bisa didapat melalui search engine yang disediakan google. Wikipedia sudah menjadi pilihan pertama saat penulis, jurnalis, mahasiswa atau dosen membutuhkan rujukan tentang informasi, sejarah bahkan teori.

Sebagian hasilnya, kemudian di unggah lagi menjadi sumber informasi bagi masyarakat luas. Demikian proses tersebut berulang menjadi siklus. Bagi sebagian orang, informasi yang didapat seolah sudah menjadi  suatu kebenaran.

Seminar ini tidak akan membahas permasalahan aspek literasi dunia maya. Namun lebih menekankan bagaimana sumber-sumber pengelola data dibidang kesenian berperan melakukan riset, membangun database dan diharapkan turut mengisi konten yang beredar di dunia maya, menjadi bagian dari siklus penyebaran informasi, data dan ilmu pengetahuan.

Musium,galeri,sanggar, kampus seni bida berperan aktif, di samping membangun database kesenian, juga aktif mengunggahnya di dunia maya sehingga turut menjadi bagian dari siklus tersebut. Siklus informasi di dunia maya yang sudah berjalan ini perlu selalu diperkuat oleh riset-riset nyata dan baru dari pihak-pihak yang peduli pada kesenian khususnya seni rupa.

Untuk membicarakan pentingnya arsip dalam pengembangan seni rupa dan masyarakat, kita perlu menelusuri, praktik apa saja diperlukan? Bagaimana membuat kemitraan’ jejaring, antar penggiat, lembaga-lembaga seperti museum, galeri, sekolah seni, pusat arsip, dan lembaga pemerintah sehingga kumpulan arsip-arsip ini bisa saling mengisi?

Dalam konteks pendidikan seni, seminar ini juga merupakan salah satu usaha untuk menjawab kondisi mahasiswa sekarang yang sangat mengandalkan sumber wikipedia ataupun referensi asing yang belum tentu tepat.

Melalui contoh-contoh kasus yang dihadirkan pembicara dengan menggunakan arsip, diharapkan dapat memantik keingintahuan mahasiswa dan masyarakat luad tentang pentingnya arsip serta khazanah seni rupa indonesia. Untuk itu, dalam memaparkan kasus, pembicara perlu menjelaskan konteks, menyederhanakan istilah, serta pengenalan terhadap tokoh yang terlibat. Pembicara juga dapat berbagi bagaimana akses memdapat arsip tersebut, yang bisa di contoh oleh para hadirin.

Pembicara:

  1. Grace Samboh-kurator, pendiri hyphen.web.id dan manager program untuk Equator Symposium 2012-2022 (Yogyakarta Biennale Foundation)
  2. Mahardika Yudha-kurator, seniman, pendiri Forum Lenteng, direktur OK Video
  3. Dr. Restu Gunawan, M.Hum- Direktur Kesenian Kemdikbud dan sejarawan
  4. Dr. Indah Tjahjawulan-Dekan Fakultas Seni Rupa Institut Kesenian Jakarta.

Dengan moderator Bambang Bujono-kritikus seni

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here