Para PSK Di Blora Diberi Penyuluhan Oleh Wakapolres Blora

0
410
Wakil Kepala Kepolisian Resor Blora Kompol Indriyanto Dian Purnomo, S.H., saat melakukan kunjungan kerja ke Mapolsek Todanan Polres Blora, Selasa 02 Mei 2017

BLORA – Zonadinamika.com. Wakil Kepala Kepolisian Resor Blora Kompol Indriyanto Dian Purnomo, S.H., saat melakukan kunjungan kerja ke Mapolsek Todanan Polres Blora, Selasa 02 Mei 2017 siang kemarin, memberikan penyuluhan kepada puluhan pekerja seks komersial (PSK) dan para mucikari dari lokalisasi “Mbah Ngasim” Desa Tinapan Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora yang dikumpulkan di Aula Polsek Todanan.

 

Para PSK tersebut sebelum terjaring dalam operasi “pekat” (penyakit masyarakat) yang akan digelar Kepolisian menjelang bulan suci Ramadhan, mendapatkan pembekalan penyuluhan/pembinaan agar tidak kembali menjajakan diri tetapi kembali ke masyarakat dengan bekal keterampilan yang akan di usulkan dari pihak Kepolisian kepada Dinas Sosial Kabupaten Blora untuk memberikan pembekalan ketrampilan kepada para PSK.

 

“inilah upaya dari Kepolisian Polres Blora dalam upaya mengurangi jumlah praktek prostitusi illegal dan sebagai langkah preventif untuk menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif.” ujar Kompol Indriyanto Dian Purnomo, S.H.

 

PSK yang mengikuti pembinaan dari Wakapolres Blora tersebut, menurut Kapolsek Todanan AKP Sutrisno, S.H, seluruhnya berjumlah 20 orang plus mucikari. Upaya pembinaan ini, katanya, sebagai salah satu bentuk kepedulian untuk menekan jumlah PSK di Kabupaten Blora, sehingga mereka dapat kembali ke masyarakat dan menjalani profesi yang lebih layak dan tidak melanggar hukum.

 

“Kami sangat mendukung program pembinaan oleh Wakapolres Blora, sebelumnya kami sudah sering melakukan pembinaan yang sama seperti ini, akan tetapi seperti halnya “rumput setelah dicabut pasti tumbuh lagi”. Mereka kembali menjajakan diri, denganberbagai  alasan terutama masalah ekonomi dan masalah keluarga” katanya Kapolsek Todanan AKP Sutrisno.

 

Selama dalam proses pembinaan dari Kompol Indriyanto tersebut, Wakapolres Blora memberikan materi, antara lain tentang bimbingan rohani Ketuhanan yang Maha Esa, penegakan aturan dan hukum terhadap tindak asusila, serta aturan bermasyarkat saat mereka telah kembali pulang ke daerah asal. Polri berharap, para PSK setelah mengikuti kegiatan pembinaan sosial ini akan segera insyaf dan tidak mengulangi perbuatannya.

 

Salah seorang peserta penyuluhan yang mernolak disebut namanya, menyatakan, setelah mendengarkan materi pembinaan dan bimbingan rohani dari Wakapolres, sebetulnya dirinya tidak ingin menjadi PSK, akan tetapi kebutuhan ekonomi ditambah dirinya seorang janda yang mengurus 2 orang anak mengharuskan dirinya berprofesi seperti ini karena keterbatasan pendidikan, ketrampilan dan lapangan kerja. Dirinya berjanji tidak akan kembali berprofesi sebagai PSK. Dia akan serius mengikuti pembekalan ketrampilan dari Dinas Sosial Kabupaten Blora.

 

“Saya sudah capek kerja seperti ini pak, sudah 3 tahun, sebetulnya saya punya rencana akan berwiraswasta apabila sudah punya modal cukup. Karena saya tidak ingin terus hidup menjadi PSK,” katanya sambil tersendu.

 

Langkah pendekatan emosional dan sepiritual inilah yang akan dikedepankan Polres Blora sebagai upaya mengurangi praktek prostitusi yang lama-lama semakin meluas. “program sentuhan hati inilah yang akan saya kedepankan untuk memberikan penyuluhan baik untuk mencegah kenakalan remaja, premanisme dan praktek prostitusi serta sebagai upaya menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif diwilayah Kabupaten Blora.”tandas Kompol Indriyanto Dian Purnomo, S.H.(Agung)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here