Pelaku Pemukul Rahmad H. Kogoya Diminta Dapat Ganjaran Hukum

0
408
Rahmad R. Kogoya,meminta kepada pihak berwajib agar para pelaku harus mendapat ganjaran hukum, baik pidana hukum umum maupun pidana Pemilu sebab dilakukan di Kantor KPU Papua. Pihak aparat harus cepat mengusut hal ini secara tuntas sampai kepada aktor utama dibalik tindakan pemukulan, sebab apabila terjadi pembiaraan maka akan menimbulkan polemik pada saat pelaksanaan PSU tanggal 18 Mei 2017 nanti.

JAYAPURA – Zonadinamika.com. Rahmad R. Kogoya, sekretaris tim sukses pasangan calon (Paslon)  nomor 3, Bupati Kabupaten Tolikara, John Tabo dan Kornelis Weya mengaku telah dipukul oleh MW yang berkapasitas sebagai wakil bendahara II tim sukses dan massa pendukujg dari kandidat Bupati, Usman Wanimbo dan Dinus Wanimbo.

Rahmad mengatakan, awalnya ia hendak mengantar surat ke kantor KPU Papua, Senin,  (9/5/2017), namun sampai di kantor itu masyarakat Tolikara pendukung kandidat Usman Wanimbo berjumlah puluhan massa sedang melakukan aksi damai.

“Saya turun dari mobil, dan sempat bersalaman dengan saudara Lenas Gire (ketua tim sukses Dapil II Paslon Usman dan Dinus). Saya masuk ke dalam kantor KPU ternyata tidak ada satu stafpun, semua ruangan dikunci,” kata Rahmad H. Kogoya dalam sesi temu pers di Abepura,
Sabtu,  (13/5/2017).

Ia melanjutkan, ketika hendak keluar dari kantor yang berlokasi di Dok II itu sudah ada dua orang yang masuk duluan tepat di pintu utama. “Pas, saya mau keluar saudara MW langsung cegat saya dan mengatakan ‘kau antar surat-surat apa di sini’ lalu dia langsung pukul ke arah mukaku secara bertubi-tubi, tapi sempat saya tangkis. Namun, ada dua orang juga dari belakang pukul saya,” jelasnya.

Karena merasa terdesak, kata ia, korban lalu menyelamatkan diri lewat pintu samping arah kantor Gubernur Papua. “Namun, ternyata saya sudah dihadang lagi oleh massa dibawah pimpinan saudara MW,” ujarnya menceritakan.

“Tapi saya ditolong oleh Satpol PP yang ada di pos penjagaan kantor Gubernur itu. Tapi massa itu semua mengejar saya. Kebetulan juga ada polisi dan saya minta mobil dan sopir juga tolong diamankan karena dalam kendaraan juga ada barang-barang saya, diantaranya dua tas berisi pakaian saya penuh, dua unit Hp, satu unit scaner canon 112, parfum, cap pemenangan tim koalisi Cinta Damai, satu unit proyektor dirampas oleh pelaku. Sopir juga diintimidasi. Taksiran kerugian mencapai 30juta,” tuturnya seraya menambahkan telah laporkan kejadin itu ke Reskrim Mapolresta Jayapura.

Ia meminta kepada pihak berwajib agar para pelaku harus mendapat ganjaran hukum, baik pidana hukum umum maupun pidana Pemilu sebab dilakukan di Kantor KPU Papua. Pihak aparat harus cepat mengusut hal ini secara tuntas sampai kepada aktor utama dibalik tindakan
pemukulan, sebab apabila terjadi pembiaraan maka akan menimbulkan polemik pada saat pelaksanaan PSU tanggal 18  Mei 2017 nanti.

“Pelaku dikabarkan ada di Wamena, padahal kami mau dengan laporan yang kami sampaikan ke Mapolresta Jayapura,” ujarnya.

Rekannya, Johni Wenda mengatakan,  masyarakat sedang tunggu informasi
pihaknya di Tolikara, apabila tidak ada penegakan hukum kepada pihak berwajib maka dikwatirkan terjadinya konflik horizontal. “Jika tidak ditindaklanjuti, maka pendukung sedang menanti di sana. Tidak tahu apa yang akan terjadi,” kata Johni.

“KPU Papua dan Bawaslu Papua harus jelih melihat kejadian ini, karena kejadian ini masuk dalam PKPU. Supaya konflik lima tahun silam tidak terjadi lagi, agar PSU Tolikara berjalan aman. Kami yakin konflik horizontal akan terjadi, kami mau otak-otak dibalik kejadian ini harus diproses hukum, kalau tidak PSU harus dipending saja,” pungkasnya.
(AB)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here