Polres Blora Kejar Pelaku Penjarah Kayu Jati

0
275
petugas dan barang bukti kayu jadi
BLORA – Zonadinamika.com. Maraknya penjarahan hutan atau pembalakan liar di lahan Perhutani wilayah KPH Randublatung Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora selama bertahun-tahun bukanlah cerita baru dan cerita tersebut terulang kemarin hari Senin tanggal 15 Mei 2017. Sudah menjadi pemandangan yang lazim jika dulunya kawasan hutan produktif maupun hutan lindung sekarang menjadi hamparan lahan kosong yang hanya sesekali ada tanaman musiman. Hanya tanaman jagung dan pohon pisang yang terlihat.
Menjadi pertanyaan tersendiri bagaimana ini bisa terjadi? diduga ada unsur kesengajaan main mata (kerjasama kejahatan) antara pihak Perhutani dan masyarakat pengelola hutan (LMDH). Masyarakat pengelola hutan atau biasa disebut LMDH merupakan mitra pihak Perhutani yang selama ini menjadi tulang punggung dalam mensukseskan setiap program perusahaan dengan semangat kebersamaan.
Namun ternyata tidak semua LMDH satu visi dengan pihak Perhutani. Diduga LMDH yang berada di desa-desa turut andil dalam kerusakan hutan dan juga pembalakan liar. Penjarahan kawasan hutan dan aktifitas pembalakan liar yang dilakukan secara terang-terangan diwaktu siang bolong sudah menjadi pemandangan yang biasa.
Masih saja adanya aksi pencurian kayu hutan atau ilegal loging, membuat jajaran Polres Blora harus bertindak untuk mengantisipasinya. Buktinya Wakapolres Blora Kompol Indriyanto Dian Purnomo didampingi Kabag Ops Kompol I Gede Arde, berhasil  mengamankan kayu yang tidak bertuan sebanyak tiga meter kubik yang diduga berasal dari kawasan hutan petak 89 KPH Randublatung
“Kayu-kayu tersebut merupakan kayu jati berkelas, saat diamankan disembunyikan di dalam semak-semak katanya. Penemuan kayu tidak bertuan itu, kata dia, berawal dari laporan dari warga di sekitar kawasan yang menyebutkan adanya aktivitas pengangkutan kayu dari dalam hutan oleh orang tidak dikenal.” Ungkap Kompol Indriyanto Dian Purnomo, S.H., Selasa (16/05/17).
Untuk menindaklanjuti hal itu, pihaknya untuk sementara menjadikan barang temuan, sebagai barang bukti namun akan tetap dilakukan penyelidikan.
“Saat ditemukan kayu-kayu yang sudah diolah menjadi balok persegi dan sudah siap diangkut, namun sayang petugas dilapangan tidak menemukan pemiliknya sehingga langsung dibawa ke Mapolres Blora untuk dijadikan barang bukti,” ujarnya.
Untuk mengetahui pemilik kayu ini, pihaknya tengah melakukan penyelidikan dan akan memanggil sejumlah saksi-saksi di sekitar lokasi penemuan kayu termasuk Kepala Desa beserta perangkat desa.
“Kita akan melakukan penyelidikan, guna mengungkap motif pencurian kayu, pelaku serta akan menghitung kerugian yang di alami Perhutani.” pungkas Wakapolres Blora.(Agung)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here