Upah Disunat Terus Puluhan Security PT.CSI Seperti Sapi Perahan

0
1440
gedung kantor pt.naska

KARAWANG-Zonadinamika.com. Wow…. sepertinya puluhan security PT.CSI diduga menjadi arena duit bagi oknum raja tega atau bak sapi perahan, Sedikitnya 10 orang petugas pengawalan container untuk export/inport hasil produksi PT.Chang Shin Indonesia.

Para petugas Seurity khusus pengawalan yang di pekerjakan oleh sebuah yayasan bernama PT.Nawa Setia Perkasa (Naska) sebagai Outsourcing untuk PT.CSI untuk  penyedian jasa keamanan.

Mengingat keberadaan security sangatlah penting dalam penyelenggaraan keamanan dan ketertiban dilingkungan /kawasan kerja khususnya pengamanan phisik, menjaga dari gangguan/ancaman baik yang berasal dari luar atau dari dalam perusahaan.

Taruhan nyawa dalam melaksanakan tugas demi menyelamatkan aset perusahaan menjadi prioritas. Oleh karena itu, sebagai garda terdepan dalam pengamanan sudah selayaknya tidak mendapatka pelayanan yang kurang memuaskan dari pihak perusahaan yang mempekerjakan security tersebut.

Namun sangat di sayangkan, masih banyak perusahaan yang hanya mengambil untung dari jasa para security tanpa memperdulikan akan kesejahteraan mereka.

Lihat saja akan keluhan sejumlah Security di PT.CSI, dan sedikitnya 10 orang tenaga security di PT.Chang Shin Indonesia  (PT.CSI) yang di tugaskan untuk mengawal sejumlah kendaraan jenis container untuk export/inport hasil produksi PT.CSI,mereka mempertanyakan akan nasib mereka.

Pasalnya, Semenjak ditempatkan bekerja di PT. CSI sebagai security khusus pengawalan belum pernah mengetahui akan hak-hak yang akan mereka terimah sesuai ketentuan Undang-Undang Ketenagakerjaan no 13 tahun 2003 BAB X yang menjelaskan  perlindungan,pengupahan dan kesejahteraan tenaga kerja.

Pihak managemen PT.NASKA saat dikonfirmasi 26/05, Didi yang mengaku Manager kepada Zonadinamika.com mengakui, bahwa security khusus pengawalan tidak mendapatkan jaminan sosial,dan hal itu sudah menjadi kesepatakan awal, karena mereka hanya di bayar harian,soal besar bayaran itupun bukan NASKA yang menentukan tapi pihak PT.CSI.

Dijelaskan,terkait soal potongan Rp.5000 dari uang jasa pengawalan Rp.100.000 itu adalah kas para security dan bukan untuk PT.NASKA, ada khusus administrasinya di pabrik Chang Shin,jadi tidak benar kalau uang di potong itu masuk kas  NASKA,Tegas Didi, seraya berjanji,akan melakukan klarifikasi penggunaan terhadap potongan yang RP. 5000 bagian administrasi di CSI.

Secara matematika, dana hasil keringat para security setiap orang bisa mencapai Rp.150.000 setiap bulanya, dan bila di kalikan denga 10 orang petugas pengawalan bisa mencapai Rp.1.500.000 setiap bulanya dan bila dikalikan lagi selama tiga tahun bekerja dana yang tersedot secara sia-sia dari para security mencapai Rp.54.000.000. dan menurut para security bahwa mereka tidak perna ada penjelasan uang yang dipotong tersebut untuk apa, alasanya hanya untuk bagian administrasi ke Naska.

Dengan potongan upah yang cukup fantastis tersebut, tidak ada alasan pihak PT.Naska unutk tidak memasukkan para petugas pengawalan perserta program BPJS ketenagakerjaann,meningat upah mereka setiap hati di potong dengan besaran Rp,5000/hari.

Sama halnya dengan pihak PT.CSI, ada baiknya meninjau kembali akan kerjasama dengan pihak PT.NASKA,mengingat hasil keringat para petugas pengawalan container untuk export/inport hasil produksi PT.Chang Shin Indonesia tersunat tanpa jelas peruntuhkannya.(tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here