Ruwatan Mandi Kembang, Sebuah Tradisi Spiritual

0
1462
abah rahman

Oleh: Paranormal Abah Rahman

 

Kehidupan yang terus menerus dirundung malang memang terasa sangat menyakitkan. Orang lain sudah sukses sementara kita hanya jalan di tempat tanpa kemajuan berarti.
Ada banyak problem yang kerap melanda kehidupan anak manusia.

Sebut saja misalnya susah jodoh, karir terhambat, rezeki tersendat, rendah diri bahkan terasa sial seumur hidup. “Masalah ini kerap dihadapi manusia dalam kehidupan ini,” ujar paranormal Abah Rahman.

Berpijak pada kenyataan di atas, sebagai seorang yang menggeluti dunia supranatural, paranormal pemilik ponsel 0813 7630 6023 ini pun mengeluarkan sebuah layanan bernama Ruwatan Mandi Kembang. Berfungsi untuk mengikis habis sial sial yang ada di badan.
“Prosesi mandi kembang ini sangat ampuh untuk menetralisir segala sial yang ada dalam kehidupan kita,” ujar Abah Rahman menegaskan.

Abah Rahman juga menegaskan, usia melaksanakan mandi kembang ini otomatis wajah kita akan bersinar, berkharsisma, disenangi banyak orang, atasan maupun bawahan.
“Dengan biaya Rp. 300.000,- temukan kembali diri Anda dengan semangat dan rasa optimis yang baru,” ujarnya.

Tradisi ruwatan telah ada sejak zaman sejarah para raja di tanah Jawa. Ketika itu ruwatan sering dipakai oleh seluruh keluarga istana. Ruwatan yang dimaksud di sini termasuk pula pada prosesi yang berhubungan dengan upaya memperbaiki kualitas jatidiri dan penampilan dengan menggunakan cara dan ramuan khusus. Contohnya, lulur kecantikan. Ini merupakan salah satu bentuk ruwat daya pesona, sehingga yang melakukannya menarik bagi siapa saja yang melihatnya.

Dalam mengenal dunia terapi gaib, sebuah ruwatan biasanya punya banyak racikan yang dicampur menjadi satu, yang salah satunya kemudian digunakan untuk sarana mandi.
Dalam sebuah pengolahan mistik, racikan yang terdapat dalam bahan pembuatan ruwatan terdiri dari beraneka macam bunga yang dicampur menjadi satu, di antaranya dengan sebutan kembang tujuh rupa.

Lewat sebuah kesempurnaan lain, biasanya mereka terlebih dahulu meritualkan kidung, doa-doa, atau mantra Jawa sebelum ritual mandi ruwat dilakukan. Cara seperti ini dalam adat Jawa disebut dengan istilah “panghatur sesembah ing cahya ning agung”, yang dapat pula diartikan “memohon suatu pembuka aura dari sang pencipta alam.

Akibat zaman yang terus berkembang dari waktu ke waktu, istilah ruwatan mulai banyak digunakan di berbagai aktifitas kehidupan. Jadi bukan hanya sekedar untuk menggambar suatu ritual untuk membersihkan sengkolo badan kita, melainkan juga digunakan untuk berbagai keperluan lainnya, seperti: membersihkan rumah dari gangguan bangsa gaib, membuka kemulusan derajat, mempermudah jual beli, meruwat anak yang mudah sakit, pengasihan badan, dan lain sebagainya.

Dari sekian banyak manfaat yang terdapat dari makna ruwatan, sebuah pemahaman para ahli bathin akhirnya membentuk beragam ruwatan yang mempunyai bermacam sifat dan pekerjaan, seperti yang bisa dilakukan dengan cara pertunjukkan lakon wayang kulit atau bisa juga dengan lewat dzikir bersama, menaruh berbagai sesajen, larungan, maupun yang berbentuk syareat lainnya.

Nah, seperti di zaman sekarang, ruwatan lebih banyak dikenal di masyarakat luas sebagai bentuk pembersih, dari berbagai sengkolo atau keapesan badan yang identik dengan terdapatnya aura hitam dalam diri seseorang.(arn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here