Cerdas Berinternet, Sylvi Dhea Angesti Raih Gelar Top 15 Miss Internet Indonesia 2017

0
382
Dhea mendapatkan gelar Top 15 Miss Internet Indonesia 2017. Gadis kelahiran Medan ini merupakan mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Sumatera Utara

SUMUT-Zonadinamika.com. Teknologi dari masa ke masa tentulah semakin berkembang. Berbagai pro dan kontra yang disuguhkan seiring dengan perkembangan tersebut.  Salah satu contoh perkembangan pada era ini adalah internet. Penyebarannya pun tidak mengenal batasan-batasan seperti jarak, waktu bahkan usia. Semua dapat menggunakannya.

Perkembangan tersebut tentu memberikan dampak yang signifikan pada setiap sisi kehidupan manusia. Saat ini tidak hanya orang dewasa saja yang menggunakan internet, bahkan anak-anak sudah bisa menggunakannya secara langsung.

Namun seiring dengan bertambahnya jumlah pengguna internet ternyata dalam perkembangannya tidak hanya dampak positif yang diberikan, internet juga memiliki berjuta-juta dampak negatif bagi penggunanya. Ketika kecanggihan teknologi diterima untuk suatu alasan penambah wawasan, maka satu dampak positif telah dirasakan papar Sylvi Dhea Angesti Raih

Tetapi sebaliknya kata Dhea pangilan hari-harinya mengatakan, jika kita menggunakan internet untuk hal yang tidak bermanfaat, atau bahkan untuk melakukan tindak kejahatan, maka itu akan berubah menjadi efek negatif yang akan diterima. Sebagai contoh pengaruh konten negatif di internet berupa penipuan, pornografi dan kejahatan dunia maya akan membuat terganggunya psikis anak-anak sehingga menimbulkan bahaya pada kehidupan mereka yang akan datang.

Gadis cantik berjilbab ini menambahkan, Oleh karena kecanggihan yang ada dan segmentasi yang belum berbatas, maka dari itu banyak dilakukan pergerakan internet sehat dengan tujuan untuk mencerdaskan generasi bangsa melalui internet. Penggunaan internet seorang anak usia dini harus didampingi oleh orang tua mereka, tujuannya adalah agar mereka memperoleh informasi yang seharusnya, bukan mendapatkan konten-konten yang berbau pornografi atau bahkan kejahatan seksual yang marak akhir-akhir ini.

Maka dari itulah, untuk meminimalisir dampak negatif tersebut, sebagai orang tua dan bagian masyarakat serta penduduk Indonesia haruslah terus menggalakkan bagaimana pengguunaan internet. Berinternet cerdas adalah ketika seseorang dapat memanfaatkan teknologi internet secara bijak dan disesuaikan dengan kebutuhan serta selalu waspada saat melalukan aktifitas berinternet tersebut.

Sylvi Dhea Angesti. Wanita kelahiran 20 Juli 1997, yang kini menyandang  gelar Top 15 Miss Internet Indonesia 2017 ini terus mensosialisasikan tentang cerdas dalam menggunkan internet kebeberapa sekolah didalam maupun luar kota Medan. Pemilihan Miss Internet Indonesia 2017 diadakan di Bali pada tanggal 24-29 April yang lalu.

Dari audisi tersebut, Dhea mendapatkan gelar Top 15 Miss Internet Indonesia 2017. Gadis kelahiran Medan ini  merupakan mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Sumatera Utara. Acara tersebut diadakan oleh  Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII).

APJII sendiri memiliki visi dan misi untuk menyampaikan pesan bahwa wanita millenial Indonesia memainkan peranan penting dalam pertumbuhan industri internet di tengah-tengah masyarakat dan budaya Indonesia. Selain berpenampilan menarik, Miss Internet Indonesia haruslah piawai dalam menggunakan hal-hal yang berkaitan dengan teknologi internet.

Sebagai salah satu gadis cantik yang ahli dalam public speaking dan telah lama terjun kedalam dunia modelling, Dhea terus memberikan arahan-arahan kepada anak-anak usia dini dan remaja bahwa dampak internet itu memiliki dua sisi. Yang pertama sisi positif dan yang kedua sisi negatif.

“Tidak dapat dipungkiri bahwa internet memiliki berbagai dampak positif yang berguna sebagai pendukung pendidikan anak-anak dan remaja. Mereka dapat memenuhi akan keingintahuan mereka dengan membuka bahan bacaan, penelitian dan referensi serta lainnya” tutur Dhea.

Selain itu, sosialisasi yang dilakukan oleh Dhea lebih mengedepankan penghargaan kepada hubungan yang terjalin antara anak usia dini dengan orang tua dan sekelilingnya. Bukan lebih mengedepankan hubungan mereka dengan dunia internetnya sendiri. “Biasanya kita lihatkan, anak-anak sekarang duduk dikursi dengan gadget mereka. Saat orang tua mereka pulang dari bekerja, mereka tidak mau menyapa orang tua mereka. Mereka lebih mementingkan hubungan di dunia maya dari pada hubungan sosial dunia nyata” tambahnya.

Pada akhirnya hal tersebut telah menjadi dampak negatif, karena internet telah menguasai seluruh segi kehidupan anak usia dini dan remaja. Mereka dikuasai oleh kecanggihan teknologi. Padahal seharusnya, sebagai manusia modern, kita bisa menghargai perkembangan teknologi tersebut secara logis, bukan untuk membuat sekat antara hubungan sesama makhluk sosial.

“Sangat penting bagi orang tua untuk memproteksi anak-anak mereka dari pengaruh buruk internet.  Tapi juga bukan berarti mereka dilarang sama sekali untuk menggunakannya. Yang harus dilakukan para orang tua adalah memantau anak-anak dan memproteksi dari situs-situs yang belum pantas untuk mereka konsumsi” tuturnya.

Gadis yang memiliki  hobi membaca dan travelling ini mengatakan bahwa sejauh ini, Ia memiliki motivasi yang besar terhadap pembentukan pola fikir masyarakat bahwa cerdas berinternet berarti menggunakan internet sesuai kebutuhan dan tidak menggunaknnya pada hal-hal yang melanggar norma dan budaya yang ada. (zd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here