Korban PHK PT.CPP Tuding Pihak Perusahaan Tidak Manusiawi.

0
740
gedung pabrik pakan pt.cpp

KARAWANG-Zonadinamika.com.Usai mendapatkan pemberitahuan pemberhentian kerja atau pemutusan hubungan kerja (PHK) yang dialami oleh sejumlah karyawan PT.Central Pangan Pertiwi yang beralamat:Ds Purwasari Jl Raya Karawang Cikampek Kabupaten Karawang Provinsi Jawa Barat membuat mereka korban PHK semakin curiga terhadap tindak tanduk perusahaan.

Pemutusan hubungan kerja dinilai tidak berhubungan erat dengan bangkrutnya cabang perusahaan yang ada di Lampung, dan pemutusan tersebut seharusnya adanya di bagian produksi,nyatanya yang mendapatkan pemutusan adanya di bagian Staf.

Keputusan konyol yang diambil terhadap 18 karyawan PT.Central Pangan Pertiwi harus menelan pil pahit akibat korban PHK tersebut, tidak menerima haknya secara kemanusiaan, seakan ada unsur kesengajaan untuk menyengsarakan para korban PHK tersebut,dengan membayar pesangon secara cicil selama 24 bulan.

Perwakilan korban PHK diantaranya Tata, Aan Subhan, Berry,Purwanto kepada Zonadinamika.com menceritakan akan penderitaan mereka bersama rekanya-rekanya atas tindakan pihak perusahaan yang dinilai kurang manusiawi dalam hal pembayaran pesangon mereka.

“Apa maksud perusahaan memberhentikan kami, bila alasan pabrik yang di Lampung bangkrut, apa hubungan dengan PT.CPP yang di Cikampek Karawang, dan di putus hubungan kerja bukanya dari bagian produksi,namun kami yang ada di bagian Staf, apalagi pemberhentian ini tidak ada pemberitahuan terlebih dahulu, ketika itu kami pernah di undang kumpul,dan tiba-tiba pihak managemen menyebutkan satu persatu nama-nama yang akan di PHK,dan ini seakan sudah di program terlebih dahulu atau ada unsur kesengajaan” Terang  Tata yang di amini oleh rekanya Aan Subhan, Berry,Purwanto.

Seraya menambahkan,bahwa kasus ini benar-benar sengaja menyiksa kami,apalagi pembayaran pesangon yang hanya 1 PMTK di cicil selama 24 bulan, artinya uang pesangon tersebut tidak bisa dipakai modal usahaklo dengan cara cicil begitu.

Hingga saat ini, pensangon yang sudah diterima rekan-rekan saya via tranfer belum mereka ambil,karena di nilai sistem pembayaran ini berbau tindakan kotor oleh pihak managemen,mungkin ada tindakan lain yang akan dilakukan nanti mengingat pembayaran pesangon tersebut tidak layak, terang Tata.

Seraya membeberkan tindak tanduk oknum managemen yang selama ini di nilai kotor dan bermental maling serta merugikan perusahaan. “Jangan sok merasa bersihlah,saya tau kartu mereka semua selama ini yang merugikan perusahaan,dan ini akan jadi bom waktu untuk meledakan mereka” Kata Tata dengan nada kesal.

Para korban PHK mencurigai ada oknum perusahaan yang memamfaatkan uang pesangon tersebut jadi ajang bisnis,seperti di endapkan di dalam rekening untuk mencari keuntungan bunga bank,atau di mamfaatkan dengan bisnis lain,gaya rentenir.

Mereka menegaskan,bila pihak perusahaan tidak segerah membayarkan pesongon tersebut dengan baik bukan secara cicil, maka pihaknya akan mengelar  acara untuk menuntut haknya.

Ricky selaku GA PT.Central Pangan Pertiwi yang beralamat di Desa Purwasari ini, ketika konfirmasi Via pesan singkat ,mengaku tidak kuasa memberikan komentar terkait pembayaran pesangon secara cicil tersebut seraya menganjurkan wartawan untuk konfirmasi ke bagian komunikasi di kantor pusat.

“Sebelumnya mohon maf, saya baru bisa balas smsnya , dan berkaitan hal yang di maksud  saya tidak punya kewenangan untuk menyampaikan,silahkan bapak hubungin bagian komunikasi kami di kantor pusat” Jawab Ricky.(tim)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here