Bupati Belu : Jadilah Pekerja Yang Profesional

0
332
peserta pelaku perbengkelan roda dua ini dibuka dengan resmi oleh Bupati Belu Willybrodus Lay,SH bertempat di aula Hotel Nusantara Dua Selasa (14/06/2017).

ATAMBUA NTT– Zonadinamika.com, Dalam rangka menumbuhkan dan mengembangkan wirausaha industri kecil dan menengah alat angkut maka Kementerian Perindustrian RI bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Belu menyelenggarakan bimbingan teknis (Bimtek) dan fasilitasi sarana produksi IKM roda dua bagi pawa wirausaha di kabupaten Belu.

Bimtek yang direncanakan berlangsung mulai dari 14 – 18 Juni 2017 dan diikuti oleh 20 (dua puluh) peserta pelaku perbengkelan roda dua ini dibuka dengan resmi oleh Bupati Belu Willybrodus Lay,SH bertempat di aula Hotel Nusantara Dua Selasa (14/06/2017).

“Saya atas nama PemkabBelu menyampaikan terimakasih kepada Direktur IKM yang telah menyelenggarakan kegiatan ini. Saya yakin dengan kegiatan dan bantuan yang diberikan ini akan bermanfaat bagi para peserta,”kata Bupati Willy Lay.

Dikatakannya perhatian pemerintah pusat kepada daerah perbatasan sungguh luar biasa. Dengan program Nawacita Presiden Joko Widodo, masyarakat di daerah perbatasan kini mulai merasakan geliat pembangunan yang ada seperti pembangunan PLBN Motaain dan fasilitas jalan sabuk merah perbatasan yang sampai saat ini sedang dalam pengerjaan.

Lebih lanjut Bupati Willy Lay mengatakan bantuan yang diberikan oleh Kementerian Perindustrian harus dirawat dan dipelihara dengan sebaik-baiknya untuk meningkatkan ekonomi keluarga para pelaku perbengkelan roda dua ini. Bupati juga berpesan kepada para peserta agar setelah mengikuti kegiatan bimtek ini dapat menjadi para pekerja yang professional dengan menghargai waktu dalam pekerjaannya.

“Hari ini kita menerima peralatan perbengkelan saya minta pergunakan sebaik-baiknya karena dengan peralatan ini sangat membantu anda agar bisa mandiri, dan jadilah pekerja yang professional,”ujarnya.

Dalam kesempatan itu juga Bupati berharap putra-putri Belu tamatan Sekolah Kejuruan STM Nenuk untuk berkarya di bengkel-bengkel resmi seperti Yamaha, Honda dan Astra sehingga mereka dapat memperoleh wawasan lebih terkait mesin dan perbengkelan.

Sementara itu Direktur IKM Logam Mesin Elektronika dan Alat Angkut Kementerian Perindustrian RI Endang Suharni mengatakan Kementerian Perindustrian RI mempunyai target untuk menumbuhkan 20.000 wirausaha baru dalam rangka pengembangan industry nasional. Dengan kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan wirausaha baru di kabupaten Belu.

“Jumlah sepeda motor saat ini semakin meningkat dari hari ke hari. Nantinya motor-motor tersebut membutuhkan pemeliharaan dan perawatan. Sedangkan keberadaan bengkel-bengkel resmi sulit dijumpai di daerah perbatasan seperti Atambua ini. Oleh karena itu industry kecil menengah yang bergerak di bidang perbengkelan roda dua diharapkan dapat membantu masyarakat untuk mendapatkan pelayanan jasa perbengkelan,”terang Endang.

Menurut BPS, Populasi motor di Indonesia telah menyentuh angka 98 juta unit pada tahun 2015. Asosiasi Industry Sepeda Motor Indonesia (AISI) mencatat penjualan sepeda motor mencapai angka 5,9 juta unit pada tahun 2016.

Sedangkan hingga bulan April 2017, penjualan motor telah mencapai 1,7 juta unit.
Endang mengatakan perkembangan teknologi yang pesat pada kendaraan roda dua terkadang menjadi hambatan bagi IKM perbengkelan dalam memberikan pelayanannya.

“Selama lima hari instruktur akan membekali peserta bimtek dengan pengetahuan dan wawasan mengenai teknik perbengkelan roda dua serta mendampingi peserta dalam melakukan praktek lapangan sehingga keterampilan teknis mereka dapat meningkat,”terang Direktur IKM Logam Mesin, Elektronika dan Alat Angkut.

Mengakhiri sambutan dirinya berpesan agar para peserta IKM tidak memindahtangankan, menjual, menyewakan mesin/peralatan kepada pihak lain dan dengan fasilitasi alat ini dapat membantu IKM disisi peningkatan teknologi mesin/peralatan yang telah dimiliki IKM.(pkpbelu/Yulianus Feka)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here