LSM GPRI dan Salomo Akan Polisikan Dugaan Saksi Palsu di PN Sidikalang.

0
692

Sidikalang-beritaterbaru.wiki.com.Ketua LSM Gempar Peduli Rakyat Indonesia (GPRI) Dewan Pimpinan Daerah ( DPD) Sumatera Utara Drs.Agustinus S, SH.MH akan melaporkan tiga orang saksi yang di hadirkan oleh Jhonson dalam Sidang sengketa tanah dengan luas 57X65 Meter yang terletak di Parongil No.79 Desa Palipi Kecamatan Silima Pungga Pungga Kabupaten Dairi Provinsi Sumatera Utara dalam perkara perdata no. 35/pdt.G/2018/sdk

Jhonson dalam ambisinya untuk mengusai tanah tersebut dengan menggungat Salomo di pengadilan Negeri Sidikalang, Jhonson yang mengklaim tergugat bahwa,dirinyalah yang berhak meliki tanah tersebut sebagai anak ahli waris Op Jonggara Manurung milik (alm) Hendrik Manurung.

Menurut Salomo, bahwa tiga saksi yang di hadirkan oleh Jhonson bersama kuasa hukumnya diduga keras adalah saksi setingan atau saksi palsu alias saksi bayaran, menyimak atas kesaksiannya dalam pengadilan yang tidak menguasai materi perkara.Terang Drs.Agustinus Sihombing, SH.MH menirukan pengakuan Salomo.

Lebih jauh Agustinus yang juga dosen di sebuah perguruan tinggi di sumut ini menegaskan, bahwa memberikan keterangan palsu saat menjadi saksi di persidangan dapat diancam dengan sanksi pidana yang diatur dalam Pasal 242 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (“KUHP”) khususnya ayat (1) dan (2) tentang memberi keterangan di atas sumpah atau yang biasa disebut delik Sumpah Palsu/Keterangan Palsu.

Ancaman sanksi pidana bagi setiap orang yang dengan sengaja tidak memberi keterangan atau memberi keterangan yang tidak benar, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 3 (tiga) tahun dan paling lama 12 (dua belas) tahun dan atau denda paling sedikit Rp150.000.000 (seratus lima puluh juta rupiah) dan paling banyak Rp600.000.000 (enam ratus juta rupiah).

Drs.Agustinus,SH.MH menambahkan, Selain saksi Penggugat dan kuasa hukumnya akan kita laporkan pada polisi, atas dugaan iming-iming atau mengajak kerja sama dalam hal memberikan keterangan palsu atau agar siap jadi saksi walaupun tidak tahu duduk perkara. Jadi tiga saksi yaitu Dance Marbun warga lumban Sihite,Nurhaina Manurung warga desa Palipi dan Sitorus dari porsea, menurut Salomo adalah saksi palsu yang diduga bahwa sebelum bersaksi di pengadilan, Salomo menduga sudah setting apa yang akan di saksikan, meningat keterangan saksi di pengadilan dalam menjawab pertanyaan hakim, para saksi mengatakan hanya katanya dan sesuai cerita dari penggungat (Jhonson-red)

“Kita buat makin seruh perkara, kami akan dampingi bapak Salomo untuk melaporkan saksi juga penggugat dan kuasa hukumnya pada polisi dengan dugaan mengambil saksi palsu demi kepentingan pribadi dan mengelabui hukum” tegasnya di saat ditemui pengadilan tinggi sumatera utara.kalian perna kan dengar kasus Bambang Widjojanto terkait saksi palsu dalam sengketa Pilkada Kotawaringin Barat. Tanya Agustinus pada wartawan.

Salomo pada wartawan mengaku bahwa dirinya sudah diskusi dengan ketua LSM GPRI DPD Sumut Drs. Agustinus S, SH.MH soal saksi palsu yang dihadirkan oleh Penggugat di PN Sidikalang.

“Ya saya sudah jelaskan semua pada bapak Agustinus selaku ketua LSM GPRI DPD Sumut, dan kesimpulanya kami berencana melaporkan balik para saksi yang di hadirkan oleh Jhonson, karena saya menduga bahwa saksi tersebut adalah saksi bayaran atau saksi palsu, karena menyimak atas kesaksian para saksi yang terlihat kata kata pesanan dari penggugat, Hakim tegas bertanya, para saksi menjawab atas cerita dari Jhonson, dan menjawab katanya katanya dan dari hasil jawaban tersebut bisa saya pastikan,bahwa saksi sebelum di pengadilan sudah terlebih dahulu di ajarin oleh penggungat” terang Salomo.

Salomo menambahkan, selain melaporkan saksi saksi, pihaknya juga berencana melaporkan balik Jhonson dan pengacaranya, atas dugaan rencana rekayasa saksi palsu dalam persidangan. (Tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here