Dugaan Pungli Peserta BPJS di RS.RAUDAH Merangin Jambi.

0
595

MERANGIN-ZonadinamikaNews.com. Safri Darman S.Pdi saat membawa anaknya ke Rs.Raudah lalu mengurus administrasi dengan petugas RS.Raudah, lalu petugas menyampaikan pasien masuk golongan IV kamarnya di kelas satu, namun petugas berpesan kalau mau naik ke VIV, pasien akan membayar selisih nya, dan keluarga pasienpun siap membayar selisihnya jawab Syfri kepada petugas RS.Raudah.

Pasien setelah menjalani perawatan dan pengobatan di RS.Raudah selama beberapa hari pasien boleh pulang, keeluarga pasienpun langsung selesaikan administrasi pembayaran.

“Saya merasa di bodohi setelah saya mempelajari bukti pembayaran dari RS.Raudah disini saya pelajari bahwa ada nya dugaan permainan di RS.Raudah yang membodohi pasien” kata keluarga pasien.

Seraya menambahkan, Saya langsung mendatangi pihak R S Raudah untuk mempertanyakan hal itu, pihak RS.Raudah mengatakan itu aturan BPJS, Kemudian saya langsung jumpai pihak BPJS dan saya pertanyakan namun pihak BPJS mengatakan bahwa itu adalah permainan RS.Raudah. Pihak BPJS mengatakan akan membantu menyeselesaikan pada pihak Rs.Raudah.

Namun sangat disayangkan, Setelah satu bulan tidak ada kabar dan berita dari RS.Raudan dan saya langsung saja saya jumpai manager RS Raudah yaitu Ade, dan saya balik bertanya seandainya posisi bapak di posisi saya apa yang akan bapak lakukan? Manager RS.Raudah menjawab saya juga bingung pak, dan saya langsung pamit pulang.terang Syafri S.Pdi kepada beritaterbaru.wiki

Manger RS.Raudah Ade saat di jumpai zonadinamikanew.com mengatakan bahwa aturan penambahan kenaikan tarip itu sudah berjalan tiga bulan, dan sekarang juga sudah di cabut kok, dan aturan itu di terapkan berdasankan peraturan menteri kesehatan juga yang mempeboleh kan itu papar manager Rs.Raudah ini.

Ironis nya saat dimintai berkas tentang kebijakan yang dilakukan oleh pihak RS Raudah terkait dengan peraturan penambahan tarip tersebut saat di pelajari olek beritaterbaru.wiki, ternyata sudah delapan bulan bejalan aturan dan kebijakan ini, beda dengan apa yang disampaikan oleh Ade manager RS Raudah ini.

dr.wahyuni utami selaku direktur di RS Raudah saat dikonfimasi beritaterbaru.wiki mengaku bahwa aturan itu di terap di masa direktur sebelumnya, dan saya pelajari juga aturan tersebut tidak menyalahi kok, karena aturan dan kebijakan tersebut di terapkan atas dasar permenkes yang membolehkan itu, dan pihak Raudah juga bisa angkat masalah ini karena pak Syfri sudah tanda tangani surat persetujuan diatas materei 6000 pungkas nya dengan nada bahasa menakuti pihak media dan LSM.

Saat media mempertemukan langsung pihak keluarga pasien dengan pihak RS Raudah,dihadapan direktur wartawan zonandinamikanews.com pertanyakan ke Syafri tentang tanda tangan diatas materai 6000 itu, pak syafri menjawab tidak pernah lakukan itu, direktur RS Raudah meminta manager nya pak Ade untuk mengambil berkasnya. Namun berkas yang dicari yang bermaterai 6000 itu tidak di temukan, yang ada surat adminitrasi masuk dan keluar.

Sekdinkes di dinas kesehatan saat dijumpai beritaterbaru.wiki diruangannya mengucapkan terimakasih kapada media ini atas informasinya, sekdinkes mangatakan aturan yang berkaitan dengan masyarakat dan pasien itu transparansinya harus jelas dan ladingsektor harus tau hal itu, pihak dinas kesehatan akan turun ke Rs.raudah dalam waktu dekat ini ujar pak sekdinkes ini kepada beritaterbaru.wiki.

RS Raudah memang RS swasta dalam arti kata punya rumah tangga sendiri, namun bukan berarti RS Raudah bisa semena mena membuat aturan yang berkaitan dengan masyarakat dan pasien, merangin ini bukan milik Raudah dan juga bukan milik BPJS Merangin ini kabupaten yang mempunyai pemerintahan.(Yzd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here