Ketum LSM GPRI Ingatkan PUPR Karawang Banyaknya Proyek Tidak Tuntas Tapi Bayar Lunas.

0
487

Karawang-ZonadinamikaNews.com.Ketua Umum Lembaga Swadaya Masyarakat Gempar Peduli Rakyat Indonesia (LSM GPRI) H.Marjuni Irchandi, SH mengingatkan para pejabat PUPR Karawang agar bekerja secara propesional dan jangan hanya main teken dan stempel terhadap hasil pekerjaan dilapangan, ingat bahwa dana proyek tersebut adalah uang rakyat dan bukan uang nenek moyang pejabat PUPR Karawang.

Marjuni juga berpesan, agar PUPR jangan hanya duduk dibelakang meja atau ngumpet ngumpet atau berlagak sok bersik alias munafik dalam melaksnakan tupoknya, saya tahu persis, sejumlah rekanan selalu berbaik hati dalam hal pembagian rejeki atau salam tempel dalam setiap prosesi pemberkasan pada setiap paket proyek.

Tapi jangan hanya karena salam tempel membuat pejabat PUPR menjadi tidak melakukan tugasnya dengan baik, karena bisa dipastikan cukup banyak uanf rakyat yang habis tanpa sasaran yang tepat dalam pembiayaan proyek, semata mata karena ulah oknum pejabat PUPR yang hanya duduk manis atau tidak bekerja secara propesional.

Hal itu ditegaskan oleh H.Marjuni Irchandi, SH menanggapi banyak lokasi proyek dalam pembuatan turap yang ditinggal para oknum kontraktor dalam keadaan tidak tuntas khsusnya dalam pengurukan. Selain pengurukan, Arjun biasa di sapa ini juga mengkritik akan bobot pasangan batu yang terlihat rapuh karena campuran semen yang asal-asalan.

Dan menilai, pengawasan oleh pihak dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam pengasawan pelaksanaan proyek yang dibiayai oleh pajak rakyat agaknya hanya sebatas retorika dan formalitas,praktek fatgulifat yang di perankan oleh sejumlah oknum demi kelancaran proses administrasi, diduga kerap melalui salam tempel terhadap sejumlah oknum pejabat yang berwenang dengan tujuan agar pengajuan proses dokumen dalam pencairan berjalan lancar.

Tau sama tau (TST) agaknya menjadi suatu barometer kelancaran proses administrasi tanpa melakukan kroscek lapangan. Bahkan ada dugaan oknum pengawas turut serta melakukan kebohongan akan kondisi lapangan yang penuh rekayasa fisik pekerjaan demi kelancaran administrasi dan saweran dari oknum rekanan.

Hasil investigasi wartawan media ini dilapangan, ditemukan sejumlah titik pekerjaan seperti pekerjaan turap yang di tinggal pemborong dan diduga keras belum menuhi target finising pekerjaan, bahkan diduga proses pembayaran pekerjaan diduga sudah lunas oleh pihak kuasa pengguna anggaran.

Ironisnya, pihak kontraktor berusaha menyembunyikan asal usul pekerjaan dengan tidak memasang plang proyek, walaupun pelanggaran atas keterbukaan publik itu terjadi, pihak PUPR terkesan tutup mata alias cuek yang terpenting “kau tau apa yang akau mau” sehingga oknum_oknum pejabat PUPR inipun enggan melakukan teguran pada oknum kotraktor tersebut.

Sama halnya pemasangan sejumla turap yang kerap tidak sesuai speack tidak melakukan galian untuk pondasi atau galian pondasi asal ada, bahkan takaran campuran adukan yang tidak sesuai pun dibiarkan, sehingga tidak mengherankan, hasil pekerjaan belum seumur jangung sudah banyak yang rontok, itu terjadi karena bobot dari pekerjaan asal-asalan, petugas pengawas bahkan pejabat yang terkait dalam pekerjaan tersebut hanya melihat sebatas casing pekerjaan dan bekerja di belakang meja.

Dugaan manipulasi volume pekerjaan PUPR sulit untuk dibantahkan, perencanaan yang tertuang salam gambar kerja seakan tidak begitu di prioritaskan oleh pihak kontraktor.Maka upaya mengelabui publik dalam pisik pekerjaanpun kerap terjadi, yang menjadi pertanyaan, kenapa pihak PUPR diam saja? ada apa denganmu?.

Fakta fakta dilapangan, dugaan adanya praktek kerugian keuangan negara dalam sejumlah proyek penurapan disinyalir atas pengetahuan oknum pejabat PUPR, dan ditenggarai karena ada diel dielan terselubung demi mengisi pundi pundi.

Pura-pura tidak tahu apa sengaja mengelak itulah yang menjadi pertanyaan juga, karena setiap wartawan media ini melaporkan atas temuan dilapangan dengan banyaknya pekerjaan turap yang tidak tuntas dikerjaaan, seperti pengerjaan pengurukan yang hampir 80% tidak terlaksana dengan baik, pihak PUPR hanya menjawab, siapa pemborongnya dan dimana lokasinya dan nanti akan kami cek.

Dari sekian banyaknya pekerjaan turap yang telah di kerjakan di lapangan oleh oknum-oknum kontraktor nakal dengan tidak melakukan pengurukan dan membiarkan lubang lubang yang menggangga namun pihak kuasa pengguna anggaran memuluskan pembayaran kontrak kerja, otomatis ini akan menjadi pertanyaan besar ada apa dibalik ini? Sebesar apa tutup mulut yang diterima hingga proses dokumen selelu di mulus hingga sampai pembayara.

Salah seorang pejabat PUPR Karawang yang kerap menerima foto lokasi pekerjaan turap dilapangan yang dikirim via pesan WhaatApp oleh wartawan media ini diruang kerjanya, mengaku akan melakukan pengecekan namun mencoba membela kontraktor dengan mengatakan “mungkin tidak harus melakukan pengurukan kali bang, tapi nanti akan kami cek dulu” jawabnya dengan nada hati-hati.(B)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here