Tak Sesuai SOP Dalam Penindakan Laka Lantas

0
256

Gresik – ZonadinamikaNews.com.Peristiwa kecelakaan kendaraan bermotor roda dua di jalan raya Bambe, Gresik, Selasa (20-08-2019), Pagi, sekitar pukul 07.45 Wib. Awalnya, Herry S. pengendara yang mengendarai kendaraan roda dua merek Honda Blade dari Jombang menuju ke Surabaya untuk mencari nafkah, ditengah perjalanan mengalami musibah kecelakaan tepatnya di Jl. Bambe, Driyorejo, Gresik.

Peristiwa naas tersebut, Herry tak berhubungan secara langsung. Pertama kejadian, ada dua kendaraan roda dua terjadi kontak secara langsung (kecelakaan) dari arah berlawanan antara kendaraan Mio dengan Scoopy.

Sepeda motor Mio oleng tak sanggup menyeimbangkan lajunya sehingga menabrak kendaraan Blade yang dikendarai Herry S. Kemudian responsif dari petugas lantas Polsek Driyorejo dengan tanggap datang di TKP (Tempat Kejadian Perkara) namun disayangkan pengendara Scoopy melarikan diri.

“Iya mas terjadi kecelakaan di jalan Bambe, pagi tadi. Awalnya laka tersebut antara motor Mio dengan motor Scoopy. Lah, pengendara Mio tak dapat mengontrol keseimbangan kemudian menabrak kendaraan Blade dan yang motor Scoopy lari,” ujar Wito Petugas Lantas Polsek Driyorejo saat dikonfirmasi di Pospol Lantas Legundi, Gresik, Selasa, (20/08).

Ia menambahkan penindakan awal dari sini setelah itu dilimpahkan di Polres Gresik. “Barang bukti laka nanti diberikan di Polres Gresik, sampean konfirmasi ke Pak Ruri aja,” jelasnya.

Saat Ruri, Petugas Laka Lantas Polres Gresik dikonfirmasi ZaonadinamikaNews.com lewat WhatsApp mengatakan kasus laka tersebut masih dalam tahap penyelidikan. “Untuk perkembangan dari kasus laka tersebut saat ini dalam tahap penyelidikan dari hasil penyelidikan sementara ada 3 kendaraan sepeda motor yang terlibat dan untuk yang 1 kendaraan masih dalam pencarian,” katanya.

Anehnya, dari pihak yang ditabrak Herry S tak menerima Surat Tanda Penerimaan (STP) barang bukti. “Saya tidak menerima tanda terima kendaraan saya yang disita sebagai barang bukti, jangankan tanda terima saya tanda tangan aja tidak, sampai sekarang. Apalagi saya disuruh bertemu yang nabrak untuk bagaimana kesepakatannya. Kan aneh menurut saya yang seharusnya pihak yang nabrak datang ke saya,” sesal Herry warga Tambak Laban.

Kemudian Dhimas selaku kerabat Herry S datang ke Satlantas Polres Gresik ingin menjumpai Petugas Laka Lantas untuk mengambil kendaraannya. Lantas, tak membuahkan hasil malah disuruh menemui petugas lain yang bernama Anang. “Saya tiba di Satlantas Polres Gresik, setibanya disana chat dengan Pak Ruri diarahkan menemui Pak Anang. Saat bertemu Pak Anang disuruh menemui yang lawan, bagaimana kesepakatannya dan saat saya menanyakan kok barang bukti disita tidak diberikan tanda terima. Barulah Pak Anang menyiapkan STP, ya saya nolak menerimanya itukan sudah melewati hampir dua pekan setelah kejadian. Kan sudah menyalahi SOP, ” tegasnya, Senin, (02/09/2019).

Padahal sudah jelas aturan yang diterapkan sesuai Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pengelolaan Barang Bukti di Lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia (“Perkapolri 10/2010”) dan Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2013 Tentang Tata Cara Penanganan Kecelakaan Lalu Lintas. (dms)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here