H.Ijang.S.E Cium Ada Aroma ‘ Busuk ‘ Pada Ijasah Salah satu Balon Kades Kecamatan Cilebar

0
337
H.IJANG.S.E

Karawang, beritaterbaru.wiki
Bakal Calon Kepala Desa Kertamukti Kecamatan Cilebar W diduga gunakan ijazah palsu. Dugaan pengunaan ijazah palsu untuk dijadikan persyaratan Balon Kades, hal tersebut aromanya tercium oleh Tokoh Masyarakat Cilebar, H. Ijang.

H.Ijang mencium ada kejanggalan terhadap penggunaan ijazah paket B atas nama W yang diterbitkan oleh PKBM A di kabupaten Karawang.

Dalam Ijazah Paket B atas nama W, tercatat Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) 9702645338 sementara berdasarkan sumber Kemendikbud Data Pokok Pendidikan (DAPODIK) Indonesia, NISN 9702645338 bukan atas namanya.

Sehingga permasalahan tersebut kini tengah ramai jadi perbincangan di kalangan masyarakat hingga Instansi terkait, pasalnya pendukung bakal calon lainnya telah melaporkan kejadian dugaan pengunaan ijazah palsu tersebut kepada pihak yang berwajib.

Tokoh Masyarakat Kecamatan Cilebar H. Ijang menuturkan, dugaan pengunaan ijazah palsu yang dilakukan W memang santer diperbincangkan, menurutnya penerbitan Ijazah oleh PKBM A terkesan dipaksakan.

“ SHUN diterbitkan pada tanggal 29 Mei 2019 sedangkan Ijazah diterbitkan pada tanggal 24 Mei 2019, artinya kenapa Ijazah lebih dulu terbitnya daripada Sertifikat Hasil Ujian Nasional ” Ujar H. Ijang.

Dugaan penerbitan Ijazah W dipaksakan oleh PKBM A dikuatkan oleh pernyataan ketua PKBM CM yang menolak mengusulkan W ikut ujian sebelum cukup tiga tahun atau enam semester sesuai aturan Dapodik.

“ W pernah masuk di PKBM CM pada Desember tahun 2017 dan pada Nopember 2018 W mengundurkan diri dengan alasan tidak bisa mengikuti ujian di tahun 2019, sebab Ketua PKBM CM akan mengusulkan W ikut ujian pada tahun 2020. Tetapi PKBM A menerbitkan ijazah W di tahun 2019, lalu berapa lama W megikuti kegiatan belajar di PKBM A, “ Keluhnya.

Sementara Kepala PKBM A Kabupaten Karawang Hj. N.M . SE.MM mengklarifikasi kesalahan penulisan dalam blangko ijazah inisial W dengan membuat surat keterangan kesalahan penulisan ijazah.

Menyikapi hal tersebut H. Ijang menilai Ketua PKBM A tidak berpedoman pada Peraturan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 0038/D/HK/2019 Tentang Pedoman Bentuk, Spesifikasi Teknis, Tata Cara dan Mekanisme Pengisian Blangko Ijazah Pada satuan Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah.

Dalam petunjuk umum pengisian Blangko Ijazah dijelaskan, jika terjadi kesalahan dalam pengisian ijazah tidak boleh dicoret. ditimpa atau dihapus, melainkan harus diganti dengan blangko yang baru. Sementara Ijazah yang mengalami kesalahan pengisian harus disilang dengan tinta warna hitam, pada kedua sudut yang berlawanan, pada halaman muka dan belakang.

Dan setelah seluruh pengisian Ijazah selesai, Ijazah yang salah tersebut dimusnahkan, dengan disertai berita acara pemusnahan. Proses pemusnahan blangko ijazah dilakukan oleh satuan pendidikan, yang disaksikan oleh kepala sekolah dan pihak kepolisian. (Tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here