Dana Pendidikan di SMAN 2 Tebing Tinggi Diduga di Korupsi, Inspektorat Mandul

0
709

Tebing Tinggi-ZonadinamikaNews.com.Untuk diketahui pada tahun 2018 hingga 2019 SMAN 2 Tebing Tinggi mendapatkan dana pendidikan atau yang disebut dana BOS.Dalam catatan media ini, pada tahun 2018 mendapatkan kucuran dana BOS pada triwulan satu RP.314.720.000, triwulan dua Rp.629.440.000,triwulan tiga Rp.312.720.000, triwulan empat Rp.304.640.000.dan pada tahun 2019 media ini juga punya catatan bahwa hingga triwulan dua mendapatkan dana BOS Merimaan Dana triwulan satu Rp.309.120.000 dan triwulan dua Rp.514.080.000.

Seiring perjalanan alokasi dana pendidikan tersebut santer informasi bahwa kepala sekolah kerap mengarahkan operatornya untuk mencatat pengeluaran se-enaknya atau semaunya dengan tujuan agar pendapatan dan pengeluaran sama, walaupun dalam prakteknya banyak tidak sesuai atau rawan terjadinya mark up.

Oleh sebab itu, sumber yang juga seorang pendidik di SMAN 2 Tebing Tinggi tersebut, berharap pihak penegak hukum melalukan pemeriksaan terhadap kepseknya yang diduga keras telah melalukan korupsi dana BOS, demi mengisi pundi-pundi pribadi dan keluarganya, dan mengorbankan kepentingan pendidikan.

Menyusul perintah Wakil Gubernut Sumatera Utara, Musa Rajekshah meminta Dinas Pendidik dan Inspektorat Sumut untuk melakukan audit dan pemeriksaan UPT Dinas Pendidikan dan Kepala Sekolah, Sikap tegas Wagubsu ini terkait adanya laporan langsung dugaan malapraktik pengelolaan dana BOS.

“Saya minta Dinas Pendidikan dan Inspektorat Sumatera Utara mengevaluasi Kepala UPT, Kepala Sekolah. Laporannya saya tunggu segera. Dari hasil yang saya dengar bersama, kita menduga ada sesuatu hal mengenai pengelolaan Dana BOS,” Wagubsu,
Pada wartawan baru-baru ini.

Apa yang di khawatirkan oleh wakil gubernur sumut, sudah pasti terjadi di SMAN 2 Tebing Tinggi, dan idealnya jangan inspektorat yang turun, harus kejaksaan dan kepolisian, kalau inspekorat masih gampang di lego atau di gombal para oknum kepsek.lebih jauh sumber yang minta jati dirinya di rahasiakan itu, menyakini praktek mark up dalam alokasi dana BOS di SMAN 2 Tebing Tinggi sangat sulit di bantah, dan tidak ada maling ngaku maling, walapun dibilang sudah diperiksa inspektorat, sudah bisa di pastikan selesaikan dengan baik maka laporan selesai. KPK sendiri sudah mengultimatum setiap inspektorat, bahwa inspektorat tidak perna melaporkan dugaan korupsi atas pemeriksaan pada penegak hukum.Artinya Inspektorat itu mandul.

Dana BOS dalam Pengembangan Perpustakaan tahun 2018 Rp.305.002.000, Dana Pembelian Buku Rp.252.921.000.sangat diragukan.Pengembangan Non Buku Text Rp.49.850.000 juga perlu di curigai da Penerimaan Peserta Didik Baru Rp.64.374.000 juga dipertanyakan, karena setiap penerimaan siswa baru ada ada saja yang harus dibayar para siswa. Apalagi Kegiatan Pembelajaran dan Ekstrakurikuler pada triwulan satu Rp.86.431.000, triwulan dua Rp.233.960.500, triwulan tiga Rp.51.224.000, triwulan empat Rp.254.750.000.kepsek harus berani uji kejujuran apa saja kegiatan dan jenis pengeluaran hingga harus membengkak begitu,kegiatan dilakukan dimana saja. beber sumbet

Kegiatan Evaluasi Pembelajaran triwulan satu Rp.113.693.000, triwulan dua Rp.24.062.000, triwulan tiga Rp.8.301.000, triwulan empat Rp.29.229.000.kegiatan ini dipastikan akan terjadi mark up, dan juga pada kegiatan Pengelolaan Sekolah, bahwa triwulan satu Rp.32.966.000, triwulan dua Rp. 22.925.500, triwulan tiga Rp.55.476.600,triwulan empat Rp.9.311.000.Pengembangan Profesi Guru dan Tenaga Kependidikan, serta Pengembangan Manajemen Sekolah Rp.18.450.0000, Rp.18.450.000 dan Langganan Daya dan Jasa triwulan satu Rp.15.390.000, triwulan dua Rp.14.286.000,triwulan tiga Rp.19.774.000, triwulan empat Rp.12.185.0008.Pemeliharaan dan Perawatan Sarana dan Prasarana Sekolah Rp.2.790.000, Rp.24.160.000,Rp.61.564.400 Rp.2.700.000. Pembelian Alat Multi Media Pembelajaran Rp.45.000.000, Rp.35.000.000.kalau di investigasi lebih dalam pada kegiatan ini, yakin akan terjadi mark up.

Dan tahun ajaran 2019 pada Penerimaan Dana BOS hingga triwulan satu Rp.309.120.000, triwulan dua Rp.514.080.00000, kata sumber sembari mengamati angka-angka realisasi dana BOS dalam lembaran yang di sampaikan pada media ini mentakan. Biaya Pengembangan Perpustakaan sebesar Rp.251.350.000 dinilai sangat besar dan tidak sesuai dengan fakta dilapangan.Dana Pembelian Buku Rp.245.850.000.dan Pengembangan Non Buku Text Rp.5.500.000.

Kegiatan Pembelajaran dan Ekstrakurikuler Rp.90.003.000 Rp.168.030.000. Kegiatan Evaluasi Pembelajaran Rp.125.015.000, Rp.15.595.000.Pengelolaan Sekolah Rp.25.812.000, Rp.14.075.000.Pengembangan Profesi Guru dan Tenaga Kependidikan, serta Pengembangan Manajemen Sekolah Rp.12.000.000.

Langganan Daya dan Jasa Rp.11.147.800, Rp.8.589.940.Pemeliharaan dan Perawatan Sarana dan Prasarana Sekolah Rp.42.000.000, kegiatan ini diduga fiktif. Tidak ketinggalan pula bahwa Pembelian Alat Multi Media Pembelajaran triwulan satu Rp. 45.000.000 dan triwulan dua Rp.14.500.000 cukup besar dan tidak diterima akal sehat, terang sumber.

Pihak sekolah ketika hendak diklarifikasi oleh media dan LSM NGO TOPAN AD Sumut, salah seorang pendidik yang mengaku sebagai wakil kepala sekolah mengelak di konfirmasi, bahkan dirinya terkesan menantang dengan mengatakan “Silahkan laporkan bila ada temuan” jawabnya kurang bersahabat. (JG)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here