Daulae: Berani Tidak Kapolda Kepri dan Faisal Tunjukan Bukti Sertifikat Pada Saya.

0
5726
Irjen Pol. Andap Budhi Revianto, S.I.K. selaku Kapolda Kepri, Kompol Faisal Syahroni.SIK dan Daulae Nainggolan

Batam-ZonadinamikaNews.com.”Kepada Kompol Faisal Syahroni.SIK selalu saya tegaskan, tunjukkan bukti sertifikat bila rumah saya itu sudah sertifikat atas nama bapak,dan bila ada saya akan keluar dari rumah itu, tapi oleh Kompol Faisal Syahroni.SIK tidak perna berani menunjukkan, jadi wajar saya curiga bahwa ini hanya permainan pihak BPR Dana Nusantara untuk upaya membenturkan saya dengan Faisal Syahroni sebagai polisi” terang Daulae Nainggolan.

Daulae Nainggolan menambahkan, saya tahu Faisal Syahorni dan anak buahnya selalu di pakai pihak BPR Dana Nusantara untuk mengawal BPR.kenapa Faisal tidak berani menunjukkan, saya curiga, bahwa pihak BPR hanya memakai nama Faisal dalam akte jual beli tanpa menerbitkan sertifikat.

Sama halnya dengan Irjen Pol. Andap Budhi Revianto, S.I.K. selaku Kapolda Kepri, berani tidak beliau bertindak adil dan terbuka untuk memerintahkan Kompol Faisal Syahroni.SIK untuk duduk bertiga dan menunjukkan sertifikat, bahwa rumah saya itu sudah jadi atas nama Faisal dalam serttifikat tersebut, bila Kapolda juga tidak berani berlaku tegas dan jujur, maka wajar juga saya curiga dengan Irjen Pol. Andap Budhi Revianto, S.I.K.selaku kapolda yang tidak berpihak pada kejujuran tapi berpihak pada penguasa sementara warga yang merasa terzalimi diabaikan.Ujar Daulae Nainggolan.

Daulae yang menuding keras atas perlakuan pihak BPR Dana Nusantara telah melakukan penipuan pada dirinya terjadap Agunan bentuk sertifikat SHGB no 1058 di Perumahan Taman Cipta Asri Blok I No.27 Kelurahan Tembesi Kecamatan Sagulung Kota Batam Provinsi Kepulauan Kepri,dan pihak BPR bersama notaris menerbitlan akte jual beli palsu atas nama Faisal Syahroni.Dan dirinya tidak perna dipanggil pihak bank dan memberitahukan bahwa rumahnya akan di lelang. “saya pengen tahu, apa nama lelang, siapa saja peserta lelangnya, selama ini pihak BPR tidak perna berani membuka data.”Saya tidak perna ada panggilan dari BPR Dana Nusantara melayangkan surat atau telepon saya, bahwa rumah saya akan di lelang,bohong semua itu kata Daulae dengan nada tegas.

Terkait lelang Jaminan Daulae Nainggolan,bahwa Pihak Badan Perkereditan Rakyat Dana Nusantara alamat Ruko Blok C No. 1, Muka Kuning, Kec. Sei Beduk, Kota Batam, Kepulauan Riau Melalukan lelang berlawanan dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 93/PMK.06/2010 tentang Petunjuk Pelaksanaan Lelang? dan pasal 6 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1996 tentang Hak Tanggungan Atas Tanah Beserta Benda-Benda yang Berkaitan Dengan Tanah (“UU Hak Tanggungan”) apabila objek jaminan berupa tanah dan/atau bangunan; atau Lelang Eksekusi atas Fidusia sebagaimana dimaksud Pasal 29 ayat (1) huruf b Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia (“UU Fidusia”) apabila objek jaminan berupa barang bergerak, seperti kendaran.

Sebelumnya Agus Tianto,SH.M.Kn selaku Korporat Over (Affair) Bank Dana Nusantara saat di hubungin via telepon selulernya 6/12 mengatakan pada tahun 2011, Daulae Nainggolan adalah debitur BPR Dana Nusantara dan menjaminkan Mobil dan Rumah, kedua jaminan ini gagal bayar dengan alasan usaha gagal, dan Daulae Nainggolan meminta waktu tenggang waktu dan berjanji bayar , dan perjanjian itupun dibuatkan, dan dalam surat pernyataan tersebut Daulae Nainggolan membuat surat kuasa menjual /penyerahan aset dinotaris untuk menyelesaikan, dan dari kuasa itulah kemudian pihak bank BPR melakukan penjualan pada pak Faisal Syahroni.lalu kita lakukan pengalihan obyek, kita lunasi utang, mobil dan rumah yang kondisi rusak atau tidak terawat, maka utang Daulae Nainggolan pun terhapus.

Dan kami perlu juga sampaikan, saat itu juga kami sempat menganjurkan agar Daulae Nainggoan melakukan pelunasan, namun tidak melunasi dan mala meninggalkan bank.Jadi pelunasan utang Daulae Nainggolan adalah Pak Faisal Syahroni selaku pembeli.

Agus menganjurkan, Bila Daulae Nainggolan ingin kembali memiliki rumah tersebut, ada baiknya, Daulae Ganji saja semua biaya paka Faisal, dan cara ini yang lebih baik.Ditanya, apa benar pihak notaris menawarkan rumah di lokasi berbesah sebagai ganti? Agus menjawab, “soal masalah itu saya tidak tahu”. jawabnya di ujung telepon.

Sementara itu Faisal Syahori.SIK selaku pembeli ketika di hubungin via telepon selulernya 7/12 menceritakan kronologis pembelian rumah teŕsebut, saat dirinya dipindahtugaskan dari kelapa dua Jakarta dan bertugas di brimob Kepri, Dirinya melihat rumah milik Daulae Nainggolan di pasangin stiker”Rumah ini dalam pengawasan bank dana Nusantara”. Dan saat itu saya coba menghungin pihak BPR Dana Nusantara, oleh pihak bank mengatakan rumah tersebut akan dilelang, dan saya ikut lelang, singkatnya, saya pemenang lelang, saya bayar apa kewajiban saya sebagai pemenang lelang ke bank Dana Nusantara.Ujar Faisal.

Faisal menambahkan, proses pembuatan sertifikat pun berjalan, dan rumah itu sekarang sudah atas nama saya, sayang karena masih dalam masalah atau status quo ya menahan diri tidak menempati dan memperbaikinya sampai sekarang. Adapun berbagai laporan yang dibuat oleh Daulae Nainggolan, baik itu melalui medsos bahkan sampai mabes polri, ya saya sudah berapa kali di periksa, baru-baru ini juga saya di periksa di polda Kepri.

Kepada Daulae juga saya sarankan dari dulu, mumpung saya masi dinas di Batam, ayo laporkan siapa yang kira-kira merugikan, dan bila hasil sidang memutuskan bahwa proses penjualan rumah itu ke saya cacat hukum, saya siap memenuhi apa isi keputusan, kalau harus dikembaikan uangnya, ya berarti pihak bank harus mengembalikan uang saya.terang Faisal.(tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here