Pungli SMPN 58 Surabaya Tumbuh Subur, Dana BOS Mark Up?

0
338

Surabaya-ZonadinamikaNews.com.Menghadapi ujian semester sekolah SMP negeri 58 terus di galakkan dugaan pungutan liar bagi murit. Setelah bimbingan belajar dan biaya wisudaaan, kini murit kembali harus di bebankan untuk membeli Lembar Jawaban siswa dengan memerintahkan siswa membeli di koperasi sekolah.

Lembar Jawaban Siswa inu wajib beli Rp.10.000 dengan 10 lembar di surabaya tidak menyediakan lembar jawaban siswa, siswa disuruh beli sendiri di koperasi sekolah.

Kepala sekolah SMPN 58 Kota Surabaya Jawa timur dibawah Moh Sulistyohadi harus bisa mempertaggujawabkan secara detil atas penggunaan dana BOS itu, jangan berdiam diri dan cuek, buktikan bila benar-benar murni tanpa adanya dugaan penggelembungan dana dan pendidikan berpotensi merugikan keuangan negara.Belum lagi pungutan liar dengan dalih bimbingan belajar dan biaya wisudahan yang cukup besar dari Rp.400.000 hingga Rp.500.000 dan juga biaya wisudahan mencapai Rp.500.000 per murit.

Moh Sulistyohadi selaku kepsek SMPN 58 Kota Surabaya yang kini di pindahkan ke SMPN 22 ini, dituding sudah bermain angka dalam penyerapan dana BOS tahun ajaran 2018-2019, yang meliputi berbagai kegiatan pada tahun 2018-2019 rawan terjadi penggelembungan angka, dan angka ini dinilai sangat fantastis dan diragukan kebenaranya alias diduga mark up.dan diduga jadi bancakan oleh oknum pendidik.

Sumber yang juga mengaku guru di sekolah tersebut, mengatakan, penetapan angka dalam setiap kegiatan yang didanai BOS banyak yang tidak benar dan sangat berpotensi terjadinya praktek mark up, dan bohong kalau tidak ada penggelembungan angka dan pungutan yang tidak layak tersebut beber sumber.

Adapun rincian alokasi dana BOS pada tahun 2018 yang diduga jadi bahan bancakan tersebut diantaranya sebagai berikut.
Pada tahun 2018 SMPN 58 Kota Surabaya mendapatkan kucuran dana BOS dalam Penerimaan Dana BOS triwulana satu Rp.136.243.628,triwulan dua Rp.122.873.659, triwulan tiga Rp.553.024, triwulan empat Rp.286.115.407.Dana pendidikan ini rawan terjadi penggelembungan dalam berbagai kegiatan, seperti dalam Pengembangan Perpustakaan Rp.6.181.033, Rp.68.923.000, Rp.60.391.910

Dana Pembelian Buku Rp.53.180.600, Rp.59.120.000. Pengembangan Perpustakaan Lainnya dalam Pengembangan Non Buku Text Rp.6.181.033, Rp.1.271.910.Kegiatan pembelajaran dan ekstra kurikuler siswa Rp.10.703.584, Rp.47.743.600. Pengelolaan sekolah Rp.9.121.201, Rp.28.601.671, Rp.53.748.640.Pengembangan profesi guru dan tenaga pendidikan, serta pengembangan manajemen sekolah Rp.3.366.400.Langganan daya dan jasa Rp.1.084.157, Rp.1.817.515.Pemeliharaan dan perawatan sarana dan prasarana sekolah Rp.12.756.252, Rp.60.524.920.Rp.72.419.612.Pembelian/perawatan alat multi media pembelajaran Rp.3.610.200, Rp.711.975, Rp.

Selain alokasi dana BOS tahun 2018 yang tidak terlepas dari mark up, sumber juga membeberkan alokasi dana BOS tahun 2019 yang penuh dengan dugaan rekayasa angkah. Dalam Penerimaan Dana hingga sampai triwulan tiga tercatat angka sebagai berikut.triwulan satu Rp.
212.461.652, triwulan dua Rp. 284.874.113, triwulan tiga Rp.142.531.2670.

Pengembangan Perpustakaan
Rp.139.625.200.Kegiatan pembelajaran dan ekstra kurikuler siswa Rp.31.320.170.Rp.15.232.500. Rp.21.730.550
Pengelolaan sekolah
Rp.48.256.120, Rp.34.161.633, Rp.8.143.819.Pengembangan profesi guru dan tenaga pendidikan, serta pengembangan manajemen sekolah
Rp. 4.416.120.Langganan daya dan jasa Rp.4.031.745, Rp.3.837.888, Rp.3.877.771. Pemeliharaan dan perawatan sarana dan prasarana sekolah
Rp.34.831.026, Rp.15.488.550, Rp.24.750.000.Pembayaran honor
Rp.45.000.000, Rp.30.000.000, Rp.45.000.000.Pembelian/perawatan alat multi media pembelajaran Rp.1.175.927, Rp.1.636.365, Rp.1.097.525 dan total Penggunaan dilaporkan triwulan satu Rp.164.614.988, triwulan dua Rp.239.982.136, triwulan tiga Rp.109.015.785.

Masih menurut sumber, gedung SMPN 58 Kota Surabaya masih tergolong baru dan tingkat kerusakan masih cukup minim, tapi kenapa biaya pemeliharaan dan perawatan sarana dan prasarana dari BOS cukup besar, sementara fakta dilapangan sangat minim.Sama halnya dengan pembulatan angka bayar honor, sumber menduga ada pencaplokan angka rekayasa jam mengajar.Kegiatan pembelajaran dan ekstra kurikuler juga sama dan kegiatan-kegiatan lainya, semua rawan mark up.

Sumber berharap, dugaan mark up dan pungli Bimbel dan biaya wisudahan di SMPN 58 kota Surabaya ini harus di usut tuntas, dan penegak hukum harus turun tangan, inpekstorat dalam hal pemeriksaan tidak bisa dijamin murni.KPK juga mengakui itu, bahwa inspektorat tidak perna melaporkan dugaan korupsi hasil pemeriksaan mereka kepada penegak hukum, kata sumber.

Untuk menjawab isu miring tersebut, Moh Sulistyohadi selaku kepsek SMPN 58 Kota Surabaya Jawa Timur masih bungkam dan ketika dikonfirmasi via WhaatsApp 28/11 tidak menjawab, bahkan berulang kali ditelepin tidak tidak diangkat.(B)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here