Bengkel Bubut di Perum Griya Cipta Persada Cikampek Ilegal?

0
519

Cikampek-ZonadinamikaNews.com.Nur Said yang disebut-sebut pemilik bengkel bubut yang berlokasi di samping mesjid Jami Al-Amanah perum griya citra persada dawuan timur cikampek ini, bebas operasi di lokasi terlarang tanpa mengantongi izin sebagai mana lazim usaha lainya.

Untuk mengibuli banyak pihak, pemilik bengkel bubut memasang tembok setinggi 2 meter dan memempelkan berbagai jenis tanaman bunga dan pohon, dengan tujuan agar bengkel bubut tidak terlihat dari luar.

Sebab, Amdal dan UKL-UPL sebagai syarat untuk mendapatkan Izin Lingkungan.
Sesuai Pasal 36 ayat (1) UU Nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (UUPPLH), maka setiap usaha atau kegiatan yang wajib memiliki amdal atau UKL-UPL wajib memiliki izin lingkungan.

Sanksinya, jika tidak ada izin lingkungan, sesuai Pasal 36 ayat (1) UU Nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup barang siapa yang melanggar dapat dikenai pidana sebagaimana diatur dalam ketentuan Pasal 109 ayat (1) UU Nomor 32 tahun 2009.

Dan bisa pastikan, Setiap orang yang melakukan usaha atau kegiatan tanpa memiliki izin lingkungan, terancam pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 3 tahun dan denda paling sedikit Rp1  miliar dan paling banyak Rp 3 miliar.

Bengkel bubut yang bekerjasama dengan berbagai perusaaan ini diduga keras tidak memiliki Izin Gangguan dan izin-izin lainya, selain berada dilokasi terlarang karena dalam perumahan serta mempekerjakan puluhan karyawan, juga tidak membayar pajak.

Informasi yang di terima dari lingkungan setempat, mengatakan, keberadaan bengkel bubut tersebut sudah berjalan lama dan memang berisik karena banyak mesin kwalitas besar.dan tidak paham benar kenapa pemerintah setempat tidak melarang sesuai undang-undang yang berlaku, sebab petugas satpol pamong praja juga sering bertamu kepada pemilik.

“Memang tiap hari selalu berisik karena mesin-mesin bubutnya cukup banyak tidak bedanya dengan pabrik, soal izin kami tidak tahu, tapi jelas keberadaan bengkel bubut itu sudah lama, dan Satpol PP dari kecamatan cikampek juga sering kami lihat datang, mungking ambil jatah atau suap agar usaha tidak di usik” kata sumber.

Lebih jauh sumber menambahkan, sangat tidak mungkin pemerintah tidak mengetahui aturan yang sudah dilanggar oleh pemilik bengkel bubut, mungkin karena sudah ada setoran, makanya pemerintah tidak berkutik. Bersambung (red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here