Daulae: Kapolri,Kapolda Kepri, “Kompol Faisal S.SIK Kuasai Rumah Kami Dengan Akte Palsu”

0
2798
Kapolri Republik Indonesia Jendral Polisi Idham Azis dan Kapolda Kepri Irjen Pol. Andap Budhi Revianto, S.I.K. Daulae Nainggolan, Pejabat Pembuat Akte Tanah (PPAT) Soehendro Gautama, SH.M.Hum dan gedung BPR Dana Nusantara.

Batam-ZonadinamikaNews.com. “Saya minta ketegasan dan keadilan dari Kapolda Kepri Irjen Pol. Andap Budhi Revianto, S.I.K. dan juga Kapolri Republik Indonesia Jendral Polisi Idham Azis terhadap penindasan yang dilakukan pihak BPR Dana Nusantara serta Pejabat Pembuat Akte Tanah (PPAT) Soehendro Gautama, SH.M.Hum yang melibatkan Kompol Faisal Syahroni.SIK dalam rekayasa penerbitan akte jual beli palsu terhadap tanah dan rumah saya, yang diklaim oleh Faisal sudah jadi hak miliknya.Kapolda Kepri dan juga Kapolri agar jangan membiarkan anak buahnya menindas dan merampas rumah saya sebagai rakyat kecil demi kepentingan pribadi atau pengusaha” kata Daulae Nainggolan pada media ini di rumahnya di Batam.

“Tolong Bapak Kapolri dan Kapolda Kepri agar berhati mulia dan jangan diam saja, anak buah bapak sudah rampas rumah saya, Karena sudah semakin terang benderang bahwa Kompol Faisal Syahroni.SIK ada kerjasama dengan pihak BPR Dana Nusantara dan juga notaris untuk merekayasa akte jual beli hanya ingin menguasai tanah rumah saya yang cukup dekat dengan kantor Brimob Kepri, Faisal yang berjanji dihadapan komandanya siap buka dokumen akan proses lelang dan dokumen lainya yang berkaitan dengan kepemilikannya pada rumah saya, yang diklaim oleh Faisal sudah hak miliknya dan dibeli dari BPR Dana Nusantara, pembelian dengan Akte jual beli nomor:0322/2014 tertanggal 2 April 2014 yang dikeluarkan Pejabat Pembuat Akte Tanah (PPAT) Soehendro Gautama, SH.M.Hum yang berkantor di Batam Provinsi Kepualauan Riau”.Tegas Daulae.

“Kenapa Kompol Faisal Syahroni.SIK tidak berani tunjukkan hak kepemilikan? Kalau dia merasa juga jadi korban BPR Dana Nusantara? Ayo tunjukan bukti sertifikat yang sudah diterbitkan,dan bukti-bukti pembayaran berupa kwitansi, jangan ngaku-ngaku hak orang jadi lain jadi haknya bapak,jangan mentang-mentang polisi jadi seenaknya permainkan hukum pada rakyat kecil, apakah karena sudah di susupi oleh pihak BPR, sehingga Fasial tidak berani menunjukan bukti sertifikat” Tanya Daulae.

Daulae menambahkan, Untuk upaya pembuktian akan kekuatan hukum atas kepemilikan syah Kompol Faisal Syahroni.SIK, selalu memelihara kebohongan besar dan tidak perna berani menunjukan sertifikat sebagai bukti kepemilikanya, saya yakin betul ini hanya siasat busuk dan ingin menguasai hak saya dengan dokumen hasil rekayasa dibalik seragam kepolisiannya yang bekerja sama dengan pihak BPR dan Notaris, ini semua permainan jahat, makanya saya tidak sengan-sengan menuduh Faisal di medsos sebagai polisi jahat dan layak di penjarahkan, itu semua karena Faisal menyimpan kebohongan dalam kepemilikan atas hak saya pada sebidang tanah dan bangunan sesuai sertifikat SHGB no 1058 di Perumahan Taman Cipta Asri Blok I No.27 Kelurahan Tembesi Kecamatan Sagulung Kota Batam Provinsi Kepulauan Kepri.” tegasnya lagi.

Dihadapan komandanya saya bilang pada Faisal dengan setegas-tegasnya, saya tidak perna melakukan transaksi pembuatan dokumen dalam upaya penerbitan akte jual beli.Saya juga tidak perna melakukan penjualan rumah kepada siapapun termasuk Kompol Faisal Syahroni.SIK sesuai terterah dalam akte jual beli, saya tidak tahu setan apa yang merasuki otak mereka sehingga nekat mengambil harta saya secara tidak manusiawi.terang Daulae.

“Terlalu konyol dan sangat tidak mungkin gara-gara Rp.24 juta tanah dan rumah saya harus hilang, maka kalau Fiasal membeli rumah saya, ke siapa dia bayar mana buktinya, atau sertifikatnya, Dan jangan Fiasal mengaku sebagai polisi kalau tidak berani bertindak hukum kalau mengaku jadi korban oleh pihak BPR Dana Nusantara.

Dalam pertemuan mediasi antara Kompol Faisal Syahroni.SIK dengan Daulae Nainggolan terjadi di ruang kerja Kabid Propam Polda Kepri, yang di saksikan wartawan beritaterbaru.wiki juga anggota LSM Aliansi Indonesia senin 16/12. Faisal berjanji dalam waktu satu minggu sejak senin 16/12 akan membuka dokumen kepemilanya atas tanah tersebut, namun wujut dari janji tersebut tidak kelihatan, maka sekarang saya tagih janji itu, kalau Faisal masih tetap tidak mau atau tidak berani menunjukkan, berarti Faisal ada dibalik rekayasa akte jual beli palsu yang diterbitkan oleh notaris, Soehendro Gautama, SH.M.Hum yang bermental iblis itu.

Sebelumnya Daulae Nainggolan kepada Kompol Syahroni.SIK menegaskan, “Selama ini bapak selalu intimidasi saya, bahkan mengancam akan menembak saya, sampai saya bapak penjarakan, utang saya ke BPR Dana Nusantara sudah saya lunasi tahun 2013, kenapa tiba-tiba tahun 2016 bapak mengaku-ngaku bahwa rumah itu sudah menjadi milik bapak, saya tegaskan lagi, saya tidak perna menjual rumah saya sama bapak, sekarang buktikan saja mana dokumenya” Ucap Daulae.

Bukti pelunasan dari BPR nomor :2014/I/0036/SKL/ADMK/BPRDNKCPanbil yang di tandatangi oleh Merry selaku breack manager operasional, dan kenapa pihak BPR Dana Nusantara melelang rumah saya tanpa sepengetahuan saya? Tanya Daulae.

“Kalau Kompol Faisal Syahroni.SIK merasa korban dari BPR Dana Nusantara, kenapa dia tidak berani menuntut pihak BPR, apakah dia tidak punya nyali sebagai polisi dan takut di tuntut balik oleh BPR karena sesuatu, kalau merasa benar berani ga Polda Kepri buat garis police line ke BPR, makanya Faisal jangan asal ngaku sudah punya kekuatan hukum dalam kepemilikan rumah saya”

Daulae juga meminta pada Polres Barelang Batam atas laporan saya yang melaporkan BPR Dana Nusantara dalam laporan nomor LP .8/582/V/2014/SPK-Polresta Barelang tanggal 13 mei 2014 dan saya melaporkan BPR Dana Nusantara terkait objek jaminan berupa sertifikat rumah dalam dugaan penipuan dan penggelapan sesuai pasal 278 & 372 KUHP jangan dipetieskan, apakah Polres Barelang juga sudah masuk angin karena susupan BPR dan Notaris, sehingga tidak mau menegakkan keadilan? Kata Daulae dengan nada tanya.

Sebelumnya Kompol Faisal Syahori.SIK selaku pembeli ketika di hubungin via telepon selulernya 7/12 menceritakan kronologis pembelian rumah teŕsebut, saat dirinya dipindahtugaskan dari kelapa dua Jakarta dan bertugas di brimob Kepri, Dirinya melihat rumah milik Daulae Nainggolan di pasangin stiker”Rumah ini dalam pengawasan bank dana Nusantara”. Dan saat itu saya coba menghungin pihak BPR Dana Nusantara, oleh pihak bank mengatakan rumah tersebut akan dilelang, dan saya ikut lelang, singkatnya, saya pemenang lelang, saya bayar apa kewajiban saya sebagai pemenang lelang ke bank Dana Nusantara.Ujar Faisal.

Faisal menambahkan, proses pembuatan sertifikat pun berjalan, dan rumah itu sekarang sudah atas nama saya, sayang karena masih dalam masalah atau status quo ya menahan diri tidak menempati dan memperbaikinya sampai sekarang. Adapun berbagai laporan yang dibuat oleh Daulae Nainggolan, baik itu melalui medsos bahkan sampai mabes polri, ya saya sudah berapa kali di periksa, baru-baru ini juga saya di periksa di polda Kepri.

Kepada Daulae juga saya sarankan dari dulu, mumpung saya masi dinas di Batam, ayo laporkan siapa yang kira-kira merugikan, dan bila hasil sidang memutuskan bahwa proses penjualan rumah itu ke saya cacat hukum, saya siap memenuhi apa isi keputusan, kalau harus dikembaikan uangnya, ya berarti pihak bank harus mengembalikan uang saya.terang Faisal.(tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here