Ormas LAKI: Usut Dugaan Mark Up Dana BOS SMAN 1 Peureulak Aceh Timur

0
423

Aceh Timur – ZonadinamikaNews.com.Ketua DPC Ormas Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Aceh Timur Saiful Anwar mendesak penegak hukum di wilayah Provinsi Aceh, untuk mengusut dugaan terjadinya praktek mark up dalam alokasi dana Biaya Operasional Sekolah ( BOS).Baru-baru ini sekolah SMAN 1 Peureulak Aceh Timur jadi sorotan publik terkait kondisi sekolah yang sebut amburadul.

Pernyataan menteri keuangan republik Indonesia Sri Mulyani juga sudah mengendus bahwa dana BOS banyak di korupsi,pernyataan tersebut bukan tidak punya dasar, tapi karena berdasarkan laporan dan data yang terungkap.Tegas Saiful.

Dikatakan, dugaan praktek korupsi pada dana BOS SMAN1 Peureulak Aceh Timur ini harus segerah mungkin untuk di sikapi oleh pihak penegak hukum, publik tahu dan juga atas pengakuan dewan sekolah Mustafa selaku kepala sekolah kerap tidak masuk sekolah alias kurang disiplin.

“Kita akan pelajari dan kordinasi untuk mendesak pihak penegak hukum untuk mengusut soal alokasi dana BOS SMAN1 Peureulak Aceh Timur, setelah mencermati data-data atas rincian alokasi dana BOS tersebut, memang agak janggal dan cukup pantastis angkahnya dan tidak sebanding dengan dilapangan, contohnya biaya perawatan dan pemeliharaan sarana dan prasarana, juga Kegiatan Pembelajaran dan Ekstrakurikuler.” Kata Saiful.

Seraya mengatakan ormas LAKI akan membuat laporan untuk penegak hukum atas dugaan rawanya praktek mark up terhadap alokasi dana BOS tersebut. “Ya kita berencana membuat laporan pada pihak penegak hukum, agar penegak hukum yang bekerja dan menjadi terang benderang, dan kita akan tetap kawal , bagi para oknum pendidik, jangan coba-coba curi dana pendidikan” tegas Saiful.

“Kita sudah coba telepo beberapa kali yang bersangkutan, terlihat sombong dan angkuh karena tidak mau angkat telepon, tidak mau angkat telepon suatu bukti ada yang tidak beres dalam hidupnya” ujar Saiful.

Diberitakan sebelumnya, Kondisi lingkungan dan prasarana SMAN1 Peureulak Aceh Timur baru-baru ini menjadi sorotan publik,kondisi lingkungan yang tidak bersih dan kumuh membuat belajar mengajar tidak nyaman.karena sekolah dipenuhi tumpukan sampah dan kondisi lapangan olah raga jadi semak belukar.Selain tidak terawat, kepala sekolahpun jarang masuk,dan suasana proses belajar dinilai amburadul.

Kacab pendidikan mengaku prihatin setelah turun langsung kelokasi sekolah dan melihat kondisi nya sangat mengecewakan, padahal SMAN 1 peureulak merupakan sekolah favorit di kota tersebut, tambah Husaini terkejut melihat kondisi sekolah yang pernah dia pimpin nya.

Sekarang kita padukan dengan biaya perawatan sarana dan prasana sekolah yang di danai oleh Biaya Operasional Sekolah (BOS).di tahun 2018 Penerimaan Dana BOS pada triwulan satu Rp.232.680.000, triwulan dua Rp.500.640.000, triwulan tiga Rp.241.080.000, triwulan empat Rp.220.920.000.dan untuk tahun 2019 sekolah ini menerimaan Dana BOS triwulan satu Rp.232.120.000, triwulan dua Rp.464.240.000, triwulan tiga Rp.232.120.000, triwulan empat Rp.221.480.000.

Untuk biaya Pemeliharaan dan Perawatan Sarana dan Prasarana Sekolah pada tahun 2018 menghabiskan pada triwulan satu Rp.19.910.000, triwulan dua Rp.93.111.000, triwulan tiga Rp.102.075.000, Triwulan empat Rp.59.247.500 total Rp.182.475.500.untuk anggaran untuk Pemeliharaan dan Perawatan Sarana dan Prasarana Sekolah dalam tiga triwulan tahun 2019 Rp.31.085.000, Rp.54.932.000, Rp.69.837.000 total Rp.127.877.500

Patut diduga adanya praktek korupsi dalam penggunaan dana pendidikan tersebut makin sulit untuk bantah. Sesuai data alokasi dana BOS tahun ajaran 2018-2019 yang diterima redaksi mengatakan, bahwa indikasi pengngelembungan dana BOS di SMAN 1 Peureulak Aceh Timur tidak terlepas dari praktek kongkalikong.

Lebih jauh sumber mengatakan, praktek mark up dalam pengalokasian dana BOS di bawah Komando Mustafa selaku kepala sekolah sangat tidak lepas dari pengerukan untuk memperkaya diri, selain tidak adanya transfaransi juga kurang displinya kepala sekolah dalam jam belajar alias tidak betah di sekolah.

Biaya Kegiatan Pembelajaran dan Ekstrakurikuler yang dianggap selangit dan eskul dijadikan jadi ajang korupsi dengan membengkakan setiap kegiatan, coba diperiksa bukti-bukti kwitansi pengeluaran dan kegiatan apa saja dalam eskul, Mustafa pasti kelabakan, saya yakin 100% semua di mark up kata sumber yang nota bene sebagai tenaga pengajar di SMAN 1 Peureulak yang memintah namanya di rahasiakan.

Adapun rincian penggunaan dana BOS untuk Sekolah SMAN 1 Peureulak Tahun 2018 yang diterimah redaksi yang terimdikasi mark up adalah sebagai berikut.

Pengembangan Perpustakaan Rp.30.920.000, Rp.176.611.000.Pembelian Buku Rp.30.920.000, Rp.174.716.000. Penerimaan Peserta Didik Baru Rp.20.528.000.Kegiatan Pembelajaran dan Ekstrakurikuler Rp.32.501.700,Rp.72.230.000, Rp.44.064.000,Rp.37.765.000.Kegiatan Evaluasi Pembelajaran Rp.64.532.000,Rp.39.567.7000,Rp.27.290.100.

Pengelolaan Sekolah Rp.27.459.000,Rp.21.058.000,Rp.74.535.000,Rp.79.259.000.Pengembangan Profesi Guru dan Tenaga Kependidikan, serta Pengembangan Manajemen Sekolah Rp.25.480.000.Langganan Daya dan Jasa Rp.16.884.300,Rp.16.720.300,Rp.16.706.000,Rp.17.358.4008.Pemeliharaan dan Perawatan Sarana dan Prasarana Sekolah RP.19.910.000,Rp.93.111.000,Rp.102.075.000,Rp.59.247.500.Pembelian Alat Multi Media Pembelajaran Rp.40.473.000,Rp.35.334.000,Rp.3.700.000.

Penggunaan Dana BOS tahun 2019 yang diduga mark up

Pengembangan Perpustakaan Rp.150.805.000, Jumlah Dana Pembelian Buku Rp.128.000.000,Jumlah Dana Pembelian Buku Rp.12.775.000.Pengembangan Non Buku Text Rp.10.030.000.Penerimaan Peserta Didik Baru Rp.8.504.500.Kegiatan Pembelajaran dan Ekstrakurikuler
Rp.41.299.000,Rp.71.349.000,Rp.37.415.000, Rp.21.535.000.

Kegiatan Evaluasi Pembelajaran
Rp.46.471.333,Rp.14.462.000,Rp.4.959.000, Rp.19.245.500,Pengelolaan Sekolah
Rp.92.214.000,Rp.91.174.000,Rp.79.884.000, Rp.129.311.500.
Pengembangan Profesi Guru dan Tenaga Kependidikan, serta Pengembangan Manajemen Sekolah Rp.5.421.000,Rp.39.908.000,Rp.21.659.000,Rp.450.000.Langganan Daya dan Jasa Rp.15.629.667,Rp.19.305.500,Rp.18.366.000,Rp.32.035.000.Pemeliharaan dan Perawatan Sarana dan Prasarana Sekolah Rp.31.085.000,Rp.54.932.000,Rp.69.837.000.Pembelian Alat Multi Media Pembelajaran Rp.13.800.000

Mustafa selaku kepala sekolah ketika di konfirmasi via pesan WhastApp tidak merespon, sehingga berita ini di terbitkan wartwan belum mendapatkan klarifikasi. Kita akan kupas beritanya pada edisi berikutnya.(red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here