Cabup Carlos Simbolon Akan Jadikan Samosir Lebih Maju,Kelas Internasional.

0
356
Carlos Melgares Simbolon

Samosir-ZonadinamikaNews.com.Tampilnya Carlos Melgares Varon sang bule dalam ajang pemilihan pimpinan daerah yaitu untuk pemilihan bupati samosir, kontan publik khususnya masyarakat Samosir bahwa pilkada di samosir bak selebritis, Carlos yang kini telah menjadi warga negara Indonesia bersuku batak dan bermarga Simbolon ini, patut di perhitungkan lawan-lawan politiknya.

Penampilanya sederhana,sangat low fropil dan gigih dalam berkarya demi banyak orang, walau lahir di sipanyol namun relah jadi bersuku batak, semata-mata untuk menghargai leluhur orang batak sebagai asal usul istri tercintanya.dan akan membangun samosir dari berbagai ilmu yang di miliki.Kini dirinya ingin membangun samosir yang lebih hebat untuk arah intermasional, caranya bagaimana? Membangun masyarakat dari kemiskinan untuk hidup lebih layak dan membangun unsur pemerintahan yang bersih wisata maju bertarap internasional.

Seperti diketahui, Pemilihan kepala daerah akan berlangsung secara serentak pada 23 September 2020.Akan menjadi momen bersejarah di Pulau Samosir dengan hadirnya Carlos sebagai calon Bupati.Carlos diketahui sudah mendaftarkan diri sebagai calon bupati Samosir, Sumatra Utara, lewat Partai Nasional Demokrat.Carlos sudah mendaftar pada 19 Oktober 2019 yang lalu. Ia pun memastikan bahwa Carlos sudah berstatus Warga Negara Indonesia (WNI) jelasnya.

Istrinya orang kampung Samosir juga dan dia (Carlos) sudah ada marga Simbolon. Istrinya boru Malau, dia marga Simbolon karena paribannya boru Malau itu Simbolon,” Carlos berlatar belakang pengusaha.Carlos juga pernah menjadi pemain sepak bola di klub La Liga Real Betis.

Apa alasan jadi Bupati Samosir, Carlos menceritakan alasan di balik keinginannya menjadi bupati Samosir. Menurut dia, sejak menjadi kabupaten hasil pemekaran pada 2013, tidak ada perubahan berarti di Kabupaten Samosir.”Masyarakat sulit, susah, sehingga itu menjadi keprihatinan bagi saya. Istri saya lahir di sini, dia membawa saya ke sini, melihat lingkungan yang indah, tapi masyarakat menderita,” katanya.

Carlos Melgares Simbolon saat mendaftar melalui partai NASDEM

Carlos pun tak memungkiri bahwa ongkos untuk menjadi bupati tidaklah sedikit. Menurut Komisi Pemberantasan Korupsi, ongkos untuk menjadi bupati diperkirakan Rp 60 miliar. Apa kata Carlos?

“Itu katakanlah dibudayakan orang tertentu. Yang punya duit menentukan gimana mereka menguasai. Aku alternatif untuk Samosir. Cost politic kita tak menutup kenyataan, tapi yang wajar, berapa harus Rp 30 miliar hingga Rp 35 miliar,” ujar Carlos.

Bule kelahiran Guadix Granada, Spanyol, 56 tahun, dan pria yang telah menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) sejak tahun 2008 ini menikah dengan wanita berdarah Batak bermarga Malau, Adiriana boru Malau. Mereka dikaruniai dua orang putra dan tinggal bersama di Jakarta. Kini Varon juga memiliki marga Simbolon, yang didapatnya langsung dari warga setempat.

Carlos memiliki pengalaman sebagai atlet. Dia pernah merumput bersama klub La Liga, Real Betis, Spanyol tahun 1982-1985.Di Indonesia, Carlos sempat menyalonkan diri sebagai Sekretaris Jenderal Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) pada 2017.

Saat ini, dia menjadi pengusaha di bidang manpower supply serta oil and gas construction.  Dia juga aktif sebagai konsultan olahraga dan menjadi anggota Departemen Kepelatihan Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) Jakarta yang bertugas menyelenggarakan train of trainer para pelatih atletik seluruh Indonesia.

Di Pilkada 2020, Carlos akan bersaing dalam pemilihan Bupati Samosir dari Partai Nasdem, mereka yakni Bupati Somasir, Rapidin Simbolon (petahana), Marhuale Simbolon, Vandiko Gultom, dan Donggut Simbolon. Carlos bertekad membangun ekonomikerakyatan melalui beberapa sektor sambil memberdayakan masyarakat sesuai bakat dan talentanya.

“Sanitasi air bersih dan pola elektrifikasi kehidupan rakyat supaya layak dan sejahtera serta peningkatan kaum muda yang kreatif dan dinamis serta peduli lingkungan menjadi cita-cita saya membangun Samosir nantinya,”.

Revitalisasi birokrasi melalui lelang jabatan yang berkesinambungan juga menjadi targetnya. Pengakuan atas revitalisasi adat dan kearifan lokal menjadi sebuah hal yang harus segera terwujud dari mulai desa dan kecamatan.

Karena memang, Carlos Melgares Simbolon (56) bukan orang awam soal praktik pemerintahan di Kabupaten Samosir. Selama beberapa tahun dia pernah berkontribusi “membangun” wilayah yang dikelilingi Danau Toba tersebut.Carlos pernah diminta Mangindar Simbolon saat menjabat bupati untuk men-share pengetahuan dan pengalamannya kepada para Aparat Sipil Negara (ASN) di Samosir. Melalui kegiatan penataran yang mengikutsertakan dinas-dinas (OPD).

“Selama tiga tahun aku pernah diminta Mangindar melakukan penataran kepada OPD-OPD di Samosir. Tahun 2010, 2011 dan 2012,” terang Carlos.Spesifiknya penataran tentang tema apa yang disampaikannya kepada para ASN ketika itu tidak disampaikannya, terang pemilik Rumah Makan Simpang Empat di Pangururan ini.

(Deddy Julboy Lumban Raja)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here