Kepsek SD RK Serdang Murni 1 Lubuk Pakam Sikat Dana BOS?

0
375

Sumut-ZonadinamikaNews.com.Mental tidak terpuji oleh oknum pendidik di sekolah dasar RK Serdang Murni 1 Lubuk Pakam Sumatera Utara, tidak luput dari perhatian masyarakat, karena sekolah berlabel agama ini ternyata tercium bau tidak sedap atau indikasi korupsi dana pendidikan.

Menurut sumber yang tidak mau disebut jatidirinya tersebut mengatakan, sebagai lembaga pendidikan di bawah naungan keagamaan, maka sangat di sayangkan atas kejanggalan angka tersebut, dan berharap penegak hukum harus tanggap, memanggil dan memeriksa kepala sekolah Kepsek SD RK Serdang Murni 1 Lubuk Pakam.

“Oknum pendidik bermental “maling” di SD RK Serdang Murni 1 Lubuk Pakam. Ini harus ditindak jangan biarkan mereka memperkaya diri dengan mengambil yang bukan haknya” tegas sumber pada Wilman Siallagan.

Dan berdasarkan informasi yang di terima oleh NGO TOPAN AD DPW Sumut yang di komandoi oleh Wilman Siallagan ini turut prihatin setelah mengetahui informasi tersebut.Masyarakat itupun mendesak NGO TOPAN AD menindaklanjutinya dan bila perlu meneruskan pada pihak penegak hukum untuk menimbulkan epek jerah bagi para oknum pendidik yang bermental “maling”.Rincian dana BOS

“Kita sangat prihatin memang, lembaga pendidikan dalam naungan ke agamaan, ternyata masih terendus dugaan korupsi dana pendidikan, dan akan menjadi pukulan berat bagi uskup bila sampai mengetahui hal ini, dengan adanya laporan yang kita terima dari masyarakat terkait penggunaan dana Biaya Operasional Sekolah (BOS) yang sangat tidak masuk akal sehat manusia tegas Wilman Siallagan pada beritaterbaru.wiki.

Ditambahkan Wilman, Berdasarkan laporan tersebut, kita sudah coba melakukan klarifikasi melalui surat dari NGO TOPAN AD DPW Sumut 23-10-2019, namun oleh pihak sekolah terlihat tidak merespon atau kurang tanggap, disini kita mencurigai kenapa tidak berani menjawab surat klarifilasi yang kita kirim.

Disini kita sikapi terkait kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler siswa pada dana BOS tahun ajaran 2018 karena triwulan satu Rp 6.250 100, triwulan dua Rp 114.532.900.triwulan tiga Rp.75.907.500.triwulan empat Rp.19.772.000. Angka-angka ini sangat tidak wajar dan sangat rawan terjadi penggelembungan, inilah dugaan korupsi yang kami maksud, beber Wilman.

“Kita butuh penjelasan dari pihak sekolah, dan bila pihak sekolah tetap tutup mulut tanpa ada kejelasan, maka tidak menutup kemungkihan melaporka pihak sekolah pada pihak penegak hukum”.( Jhon Girsang)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here