NGO TOPAN AD Akan Laporkan Kepsek SD RK Serdang Murni Penegak Hukum

0
463

Sumut-ZonadinamikaNews.com – Adanya temuan dugaan korupsi berupa mark up dalam hal penggunaan anggaran dana bantuan operasional sekolah ( BOS), periode tahun 2018 oleh Kepala Sekolah SD RK Serdang Murni Lubuk Pakam.

Jhon Fiter Girsang selaku ketua Investigasi NGO TOPAN AD DPW Sumut akan mengambil langkah tegas melaporkannya ke unit Tipikor Polres Lubuk Pakam.Tegas Jhon Girsang.

Menurut Jhon Girsang, Kepala Sekolah SD RK Serdang Murni terindikasi kuat meyalahgunakan wewenangnya dalam hal penggunaan anggaran dana BOS yang diperuntukkan demi kemajuan pendidikan.

“Ada pembayaran yang ia keluarkan melanggar juknis dan juklak BOS yang telah diatur oleh menteri pendidikan. Selain itu, ada juga penggunaan anggaran fiktif yang ia buat dalam laporan SPJnya,”ujar Jhon

Ditegaskannya, sesuai Undang – Undang Tindak Pidana Korupsi Tahun 1999 Pasal 2 dan Pasal 3 menyebutkan ;

Pasal 2

Setiap orang yang secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain yang suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara, dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan denda paling sedikit Rp. 200.000.000.00 (dua ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp. 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah)

Pasal 3

Setiap orang yang dengan sengaja menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara, dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 20 tahun dan atau denda paling sedikit Rp 50 juta dan paling banyak 1 miliar.

“Sejak tanggal 23 Oktober 2019 kita sudah upaya melakukan klarifikasi melalui surat saat itu terima bapak R Lubis, yang kita pertanyakan dana BOS yang mana penggunaan dana pada kegiatan pembelajaran kuat dugaan di Mark Up pada triwulan 2 dan triwulan 3 yang sangat membuludak termasuk salah satu pembohongan demi keuntungan pribadi.

Namun disayang, jiwa pelayan masyarkat di kepala sekolah tidak ada, bahkan dikonfirmasi via seluler dengan gampang kepala sekolah yang berbasis agama ini dengan santai mengucapkan tidak ada tanggapan dan langsung mematikan selulernya tanpa etika.

Sebab kegiatan pada triwulan 1.hanya 6.250.100.kenapa pada triwlan 2 mencapai 114.532.900.apa saja kegiatan tersebut sementara pada triwlan 2 banyak liburnya. Kuat dugaan memperkaya diri sendiri. Sementara di triwulan 3 anggaran dana BOS sampai Rp.75.907.500.dan ini sangat luarbisasa karena pasa triwulan 4 hanya 19.772.000, ditambah lagi kegiata kegiatan lainya.
Sesuai analisis bahwa penggunaan anggaran ini sangat memalukan dunia pendidikan di wilayah katolik.(manru)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here