Kades Lubuk Bumbun, Margo Tabir Diduga Fiktifkan dan Mark Up DD

0
1285

MERANGIN-beritaterbaru.wiki.Penggunaan Dana Desa (DD) Lubuk Bumbun Kecamatan Margo Tabir Kabupaten Merangin Provinsi Jambi diduga ada yang fiktif juga mark up dalam kegiatan peningkatan kesejahteraan masyarakat desa diutamakan untuk membiayai pelaksanaan program dan kegiatan yang bersipat lintas bidang untuk menciptakan lapangan yang berkelanjutan, meningkatkan pendapatan ekonomi bagi keluarga miskin dan meningkat kan Pendapatan Asli Desa.

Kegiatan dokumen profil desa ( profil kependudukan dan potensi desa) yang dianggarkan oleh pemerintah desa Lubuk Bumbun tahun 2018 diduga ada penggelembungan alias Mark Up, pasalnya untuk kegiatan profil desa menganggarkan DD tahun 2018 sebear Rp 74,8 juta melalui dua tahapan, tahapan 1 sebesar Rp 10 juta.Tahapan 3 sebesar Rp 64,8 juta.

Kepala Desa Lubuk Bumbun Amrun saat di konfirmasi media ini membantah anggaran sebesar itu, “Kalau yang Rp10juta memang ado bang tapi yang Rp.64,8 juta itu tidak ado, boleh abang tanyokan lansung dengan sekdes bang kalau ado, ujar Amrun kades.

Sekdes Lubuk Bumbun saat konfirmasi dan memperlihatkan APBDes ke media ini ternyata memang benar ada dianggarkan dua tahap senilai Rp.74,8 juta itu dari keterangan sekdes dana yang Rp.64,8 juta itu untuk insentif RT, jelas pelaksanaan pengelolaan profil desa menjadi kewajiban desa.

Kewajiban yang melekat pada perangkat desa sesuai dengan tupoksinya, kepala desa dan perangkat desa wajib melaksanakan pendataan profil desa, jadi sebenarnya tugas ini harus dilaksanakan.

Selain anggaran untuk dokumen profil desa pemdes Lubuk Bumbun melalui DD pada tahun 2018 juga menganggarkan untuk penyelenggaraan desa siaga dengan kegiatan pengadaan mobil Abulance senilai Rp.230,1juta, yang menjadi pertanyaan besar anggaran tersebut yang dianggar kan pada tahun 2018 di duga pelaksanaannya pada tahun 2019, sesuai dengan data SAMSAT Ambulance nopol BH 9019 F nama pemilik desa lubuk bumbun jenis Ambulance tahun 2019, tanggal ahir PKB yl:14/05/2020 dan tanggal ahir STNK :14/05/2024.

Diduga disini ada permainan kepala desa setempat memampaat kan dana tersebut terlebih dahulu sebelum dibelanjakan menurut semesti nya. Dianggarkan pada tahun 2018 dan diduga di belanjakan pada tahun 2019 tanpa di SILPA kan. (Yzd).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here