Diminta Kejari Aceh Agar Periksa Kepsek SMAN 1 Indra Makmur dan Simpang Ulim 1

0
755

Timur-Zonadinamika.Ketua Ormas LAKI Aceh Timur Saiful Anwar mendesak pihak kejaksaan negeri IDI Aceh untuk memeriksa oknum Kepala Sekolah yang bermain di Dana BOS, Beberapa sekolah SMA Negeri di Aceh Timur yang dalam beberapa hari yang lalu diberitakan di media online yang berada di kabupaten Aceh Timur, termasuk juga dalam pemberitaan oleh awak media online zonadinamika beserta antaranya : masing-masing kepala sekolah Tersebut hingga saat ini masih tenang-tenang aja seperti tak bermasalah apa sebab pihak Dinas Pendidikan atau inspektorat belum ada tindakan resmi terkait dugaan bau korupsi di dana Boss tersebut, atau setidaknya melakukan untuk menerangkan hasil mereka bekerja selama ini di publik , salah satunya contoh di kepala sekolah SMA 1 Negeri kecamatan Indra Makmur kab. Aceh Timur dalam pemberitaan tersebut jelas-jelas Sang kepala sekolah diduga kuat terjadi mar’up pada tahun 2018 SMAN 1 Indra Makmu mendapatkan kucuran dana BOS pada Triwulan satu Rp.124.600.000,triwulan dua Rp.249.200.000, triwulan tiga Rp.121.240.000, triwulan empat Rp.101.080.000.

Lebih jauh sumber membeberkan, semua anggaran kegiatan yang didanai BOS tidak terlepas dari praktek penggelembungan, contoh yang paling menonjol itu Kegiatan Pembelajaran dan Ekstrakurikuler,Pemeliharaan dan Perawatan Sarana dan Prasarana Sekolah, Pengelolaan Sekolah, ini semua mark up, kegiatan yang lain pun tidak luput, dengan cara-cara ini kepala sekolah mengeruk keuntungan, kata sumber yang tidak mau disebut identitasnya tersebut.

Pengembangan Perpustakaan
Rp.2.662.500,Rp.23.810.750,Rp.2.662.500.Kegiatan Pembelajaran dan Ekstrakurikuler
Rp.9.970.000,Rp.57.190.000,Rp.33.304.450,Rp.8.686.000
Kegiatan Evaluasi Pembelajaran
Rp.47.476.250,Rp.11.952.250,Rp.6.355.000,Rp.3.922.500

Pengelolaan Sekolah,Rp.2.589.000,Rp.8.220.000,Rp.3.675.000,Rp.12.587.700.Pengembangan Profesi Guru dan Tenaga Kependidikan, serta Pengembangan Manajemen Sekolah Rp.32.895.750,Rp.58.240.000,Rp.8.400.000,Rp.8.400.000.Langganan Daya dan Jasa Rp.13.680.000,Rp.3.825.000,Rp.17.740.250. Pemeliharaan dan Perawatan Sarana dan Prasarana Sekolah
Rp.29.006.500,Rp.76.107.000,Rp.63.018.050,Rp.49.743.550

Pada tahun 2019 SMAN 1 Indra Makmu mendapatkan kucuran dana BOS pada Triwulan satu Rp.110.600.000,triwulan dua Rp.221.200.000,triwulan tiga Rp.110.600.000,triwulan empat Rp.124.600.000.

Pengembangan Perpustakaan
Rp.65.374.200,Rp.23.397.000,Rp.21.755.000.Dana Pembelian Buku
Rp.65.374.200,Rp.23.397.000,Rp.21.755.000.Penerimaan Peserta Didik Baru Rp.15.705.000, Kegiatan Pembelajaran dan Ekstrakurikuler Rp.14.079.000,Rp.10.000.000,Rp.16.853.250,Rp.16.886.000.Kegiatan Evaluasi Pembelajaran Rp.28.698.000,Rp.18.667.050,Rp.5.936.2500. Pengelolaan Sekolah
Rp.19.834.500,Rp.40.667.250,Rp.38.034.500,Rp.25.346.500.

Pengembangan Profesi Guru dan Tenaga Kependidikan, serta Pengembangan Manajemen Sekolah Rp.8.400.000,Rp.13.479.500,Rp.12.029.000,Rp.12.392.500.Langganan Daya dan Jasa Rp.120.000,Rp.9.720.0000,Rp.29.720.000
Pemeliharaan dan Perawatan Sarana dan Prasarana Sekolah,Rp.39.468.500,Rp.47.587.000,Rp.14.350.000,Rp.18.500.000.

Untuk pengunaan dana boss sma 1Negeri simpang ulim menduga keras bahwa rekapitulasi dana BOS SMAN 1 Simpang Ulim tahun ajaran 2018 yang menerima kucuran Dana BOS TA 2018 dan pada triwulan pertama Rp. 174.673.760, triwulan kedua Rp.347.000.000, triwulan Ketiga Rp. 175.560.000,- dan triwulan ke empat Rp. 171.640.000,-.

Yang diduga rawan mark up diantaranya pada Kegiatan Pembelajaran dan Ekstrakurikuler, sebab pada Triwulan pertama Rp.6.308.7502, Triwulan kedua Rp.2.202.500, Triwulan ketiga Rp.2.800.000, dan Triwulan ke empat Rp.28.025.000.

Serta dugaan mark up pada Kegiatan Evaluasi Pembelajaran Triwulan pertama Rp.29.720.675, triwulan kedua Rp.29.633.500, triwulan ketiga Rp.15.535.000 dan triwulan ke empat Rp.15.370.500. dan juga pada kegiatan Pengelolaan Sekolah pada triwulan pertama Rp.26.179.740, triwulan kedua Rp. 58.153.600, triwulan ketiga Rp.73.577.200, triwulan ke empat Rp.66.811.500.

Juga pada kegiatan Pengembangan Profesi Guru dan Tenaga Kependidikan, serta Pengembangan Manajemen Sekolah, menghabiskan anggaran pada triwulan pertama Rp.10.693.760, triwulan kedua Rp.7.328.000, triwulan ketiga Rp.450.000, triwulan ke empat Rp.450.000. Sangat aneh juga, kata sumber pembiayaan pada kegiatan pada langganan Daya dan Jasa dengan besaran biaya pada triwulan pertama Rp.7.556.085, triwulan kedua Rp. 3.810.200, triwulan ketiga Rp.4.073.800, triwulan ke empat Rp.3.673.000.

Tidak kalah penting bahwa dugaan mark up, pada kegiatan Pemeliharaan dan Perawatan Sarana dan Prasarana Sekolah yang cukup fantastis karena pada triwulan pertama menghabiskan dana BOS sebesar Rp.63.120.000, triwulan kedua Rp.35.000.000, triwulan ketiga Rp.79.124.000, triwulan ke empat Rp.57.310.000, besaran ini bila membangun ruang kelas baru bisa bangun dua kelas, sementara yang diperbaiki dalam sekolah selama tahun 2018 tidak berdampak baik. Terang dari sumber yang enggan mau di sebut identitasnya. Sama halnya denganPembelian alat multi media Pembelajaran,Triwulan pertama Rp.31.094.750, Triwulan kedua Rp.10.550.000. Diduga ada para oknum dan pejabat yang bermain dalam BOS.(tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here