BONGKAR, Dugaan Rekayasa Dalam Penggunaan DD di Desa Mensango.

0
725

MERANGIN-beritaterbaru.wiki.Agaknya otak sejumlah oknum kepala Desa yang ingin menimbun harta kekayaan dari Dana Desa sangat sulit dibantah, sejumlah pihak dan KPK pun sering mengatakan, bahwa banyak oknum kades kaya mendadak karena Dana Desa dan tidak sedikit pula kades harus masuk bui karena Dana Desa.

Zainal kepala Desa Mensango kini sedang sorotan publik dalam alokasi DD yang diduga tidak terlepas dari rekayasa, baik itu rekayasa dokumen maupun rekayasa fisik, bahkan dirinya bergaya seperti pejabat pemengang keputusan sejagat dan kurang sudih untuk di koreksi, artinya merasa dirinya bersih seperti malaikat.

Yang patut disorot adalah kegiatan pengerasan jalan desa Mensango kecamatan Tabir Lintas Kabupaten amerangin Provinsi Jambi bahwa DD tahun 2019 di tahap satu dengan volume dana sebesar Rp 75.000.000 (Tujuh puluh lima juta rupiah).Namu menurut Zainal hanya Rp.35 juta dan Rp 40 juta dipakai untuk rabat beton/jalan setapak dari lintas sumatra menuju ke Madrasah.Jawabnya diujung telepon.

Anehnya, pengerasan jalan desa tahun 2019 di tahap 1 (satu) dan laporannya sudah terealisasi kok bisa di alih/di bagikan lagi dana nya untuk rabat beton/jalan setapak….????.

Informasi yang di himpun media ini dari masyarakat desa Mensango, bahwa pengerjaan pembangunan rabat beton/jalan setapak tersebut adalah dana swadaya wali murid Madrasah, dan pengerjaannya di lakukan secara gotong royong wali murid dan masyarakat sekitar tanpa di bayar terang sumber.

Dalam hal ini di duga bahwa Zainal kades Mensango telah melakukan manipulasi data dan menipu masyarakat dan juga pihak pemerintah.

Upaya untuk membela diri, sang kades via seluler nya mengatakan bahwa pemberitaan sebelum nya adalah opini, “kamu jangan beropini ya dan jangan sok preman pelajari dulu data yang kamu punya itu tidak benar” ucap Zainal seperti kebakaran jenggot.

Menanggapi hal keanehan itu, IRBAN IV inspektorat kabupaten Merangin Febda Yenda,SH.MH saat di jumpai media ini mengatakan “Kalau baju ya baju aja ngak bisa baju di jadikan celana, dalam arti kata pengerasan ya pengerasan aja ngak bisa pengerasan di jadikan rabat beton/ jalan setapak” tegasnya.

Inromasi terbaru, Kemarin selasa jam 11:50 wib dua orang perwakilan kades Mensango yakni bendahara dan operatornya diketahui menghadap Irban 4 inspektorat Merangin Febda Yenda SH.MH dalam rangka membicarakan tentang beberapa item yang di anggarkan pemerintah desa Mensango.

Febda meminta kepada utusan kades Mensango ini yakni bendahara dan operator desa agar dapat menyampaikan kepada kades Mensango Zainal untuk datang keruangannya.

Yayasan lembaga konsumen Indonesia (YLKI) Merangin H Ampera mengaku sangat menyayangkan atas tindakan kepala desa yang tidak melakukan penggunaan dana sesuai dengan peruntukannya. Oleh krena itu pihak kepala desa harus trasparan dalam menggunakan dana desa tersebut. Kalau ini tidak dilakukan tidak menutup kemungkinan akan bisa di giring ke ranah hukum.(Yzd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here