Kepsek SD Muhammadyah 02 Medan Salah Gunakan Dana BOS ??

0
289

Medan-ZonadinamikaNews.com.Entah apa yang merasupi dan menggoda nya hingga hasil kinerjaya pihak sekolah SD Muhammadyah 02 Medan ini memunculkan data yang mencurigkan dalam penyerapan uang pendidikan.

Karena Dana BOS yang di kucurkan pemerintah pusat untuk sekolah SD ini adalah bertujuan untuk tercapainya sumber daya manusia (SDM) di negara republik Indonesia,serta menyokong dana pendidikan secara utuh.

Seiring berjalanya waktu dalam penyerapan anggaran pendidikan , dalam kurun waktu tahun 2017 yang mana penggunaan dana bos pada triwulan satu 20% triwulan dua 40% triwulan tiga 20 % dan triwulan empat 20%.pada triwulan dua yang 40% duapuluh persen khusus untuk buku dan dua puluh persen lagi untuk biaya operasional sekolah.

Namun terbidik dari K7a.. Sekolah tersebut setiap triwulan membeli buku dan ini sudah mengkangkangi permendikbud nomor 26 tahun 2017. Tentang perubahan permendikbud no 8 tahun 2013.juknis BOS 2017.

TIM NGO. TOPAN AD DPW SUMUT 03.februari 2020 ingin konfirmasi dan investigasi tentang keberadaan buku namun kepala sekolah tidak ada di tempat ketika dihubungi via seluler juga tidak angkat WhastApp juga tidak dibalas oleh kepsek yang bernama Rida Syahida dengan alasan belum masuk.

Ketua NGO Topan AD DPW Sumut William Siallagan,terlihat geram atas tingkah laku pihak sekolah yang menganggap pihaknya sebagai kontrol sosial angin lalu yang tidak perlu di tanggapi, maka dengan tegas, bila pihak sekolah masih belum penjelasan dalam waktu dekat ini maka kita akan laporkan dugaan penyalahgunaa dana BOS ini kepenegak hukum biar ada efek jera bagi kepsek SD Muhhammadyah.

Juga kepsek yang lain di sumatera utara. Menurut analisis saya ini terkesan asal dibuat buat mengingat anggaran yang sangat besar. Bukan hanya di pada kegiatan pengembangan perpustakaan yang kami duga direkayasa pada kegiatan evaluasi pembelajaran diduga digelembungkan anggaran tersebut.

Pada triwlan 1 Rp. 31.357.580.triwlan 2.Rp.35.735.900.Triwlan 3.Rp.5.200.000.Triwlan 4 Rp. 53.944.100.dengan perbedaan jumlah anggaran pada triwulan ke tiga dam empat yg sangat jauh perbedaannya kuat dugaan ini di mark-up oleh kepala sekolah.

Apakah dinas pendidikan kota medan diam dan inspektorat kota medan juga tutup mata .ada apa????? Ini uang negara tidak ada bedanya di Negeri dan Swasta yg mrngatur adalah permendikbud.

Diminta dinas pendididkan inspektorat kota medan dan ketua Yayasan Muhmadyah SD 02 harus turun kelapangan untuk membina kepala swkolah tersebut tutur wilman siallagan.(Jhon Girsang)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here