Pemkab Kapuas Dorong Pengusaha Peduli Bencana Jembatan Sei Hiang

0
314
Camat Timpah Ayub Berry saat mengontrol jembatan yg sedang dalam perbaikan sementara sambil menunggu dana CRS dari perusahaan

Kapuas-ZonadinamikaNews.com.Pasca musim penghujan yang mengguyur berbagai wilayah di Indonesia cukup menyayat hati, selain melululantahkan harta benda masyarakat juga makan korban jiwa. Musibah ini patut membuka mata hati kita semua untuk selalu peduli terhadap lingkungan, bahwa musibah terkadang tidak bisa dielakkan setiap manusia.pemerintah harus mendorong pengusaha turut andil dalam setiap musibah atau bencara yang terjadi.

Pro dan kontrak terhadap musibah ini memang tidak bisa dielakkan, disisi lain ada pihak-pihak menilai pemerintah lamban. Sama halnya peristiwa 27 Januari 2020 (Malam-red). ambruknya jembatan penghubung Desa Lawang Kamah ke Jalan Holing EX PT.KTP dengan Panjang Bentang 65 Meter.

Peristiwa ini membuat camat dan kepala desa mendapat sorotan dan desakan untuk ambil langka 1000 untuk upaya menangani atau perbaikan kembali.

Pasca peristiwa ambruknya jembatan yang berusia sekitar puluhan tahun ini dan terbuat dari kayu lok tersebut, Veni  Imanuel selaku Kades Lawang Kamah bersama masyarakatnya yang sebelumnya sudah melaporkan pada Ir.Ben Ibrahim sebagai kepala pemerintahan terkait Kondisi Jembatan Sei Hiang Lawang Kamah yang kondisinya sudah sangat membahayakan masyarakat pengguna.

Gayung bersambut, bupati akhirnya terbitkan surat permohonan tertanggal 22.11.2019 yang ditujukan pada PT.Pama & PT.Dasa Intiga yang intinya meminta untuk dibangun kembali oleh pihak Perusahaan sesuai konstruksi awal yang menggunakan Kayu Log untuk membantu masyarakat Desa Lawang Kamah Kabupaten Kapuas.

Namun bencana alam tidak bisa di elak, tanggal 27/01 jembatan ambruk, dan atas bencana ini saya sebagai camat Timpah, langsung mengambil sikap untuk Rapat koordinasi dengan pihak perusahaan dan Kepala Desa terkait, tepat pada tanggal 28.1.2020 di Palangkaraya, yang dihadiri dari Pihak perusahaan diwakili Dindin, Pihak Desa langsung Kades dan beberapa perangkatnya, kesepakatan waktu itu rapat harus digelar di Desa Lawang Kamah dengan tujuan agar masyarkat setempat ikut menyaksikan rapat.kata Ayub Berry selaku Camat Timpah.

Rapatpun dipindahkan pada hari yag sama, diwakili Kasi Tata Pemerintahan bernama Vandriono, S.Pi menggelar rapat di Desa Lawang Kamah yang bertempat di rumah Sekdes Dan dihadiri beberapa masyarakat dengan mendengarkan keterangan dari pihak perusahaan, mengingat musim penghujan diakhir tahun 2019 dan berpotensi banjir dan sangat beresiko tinggi untuk memobilisasi alat berat kemungkinan terjebak dll yang menimbulkan biaya/cost tinggi bagi perusahaan maka diputuskan akan dikerjakan menunggu musim kemarau tiba di tahun 2020 ini dengan lokus kegiatan hanya membuat jembatan Sei Hiang saja.Ujar Ayub.

Mengingat jembatan tersebut harus bisa dipakai masyarakat dalam beraktifitas sehari-hari, karena proses pembangunan jembatan masih lumayan lama maka Ayub Berry ambil inisiatif dan memerintahkan Veni Imanuel selaku Kades Lawang Kamah agar mengantisipasi hal-hal terburuk dari penggunaan jembatan dan meminta Kades untuk membuat alat penyeberangan alternatif sambil menunggu Perbaikan / pembuatan jembatan DMK oleh pihak perusahaan.

Ketika ditanya kenapa bukan pemerintah yang membangun? Ayub Berry menjawab.Jembatan Sei Hiang dibangun murni oleh pihak perusahaan PT.Pama Group dan tidak ada membebani APBD Kab.Kapuas dan DD Desa Lawang Kamah boleh Konfirmasi dengan Pihak Perusahaan.Menanggapi santernya tudingan adanya pungutan dalam hal peristiwa ini, Ayub menegaskan, tidak ada pungutan oleh siapapun terkait pembangungan jembatan dmk. Apa lagi pimpinan wilayah dalam hal ini Bapak Bupati Kapuas murni ketulusan hati Beliau meminta bantuan kepada pihak perusahaan agar dapat membantu masyarakat Setempat.

Lebih jauh Ayub memaparkan, Saya bersama Unsur Tripika Langsung ke TKP dan Pastikan Lalu lintas Masyarakat. Keluar-Masuk Desa Lawang Kamah pasca ambruknya jembatan sei Hiang tetap berjalan normal.peristiwa ambruknya jembatan 28/01, Besoknya 29.1.2020 Tim teknis PT.DI dan Pem.Kec. Kembali ke TKP untuk hitung-hitungan Material.dan pada tanggal 1.2.2020 Jam 11.00 WIB – Selesai saya kembali mengadakan diplomasi Dgn Pihak PT.PAMA Group, PT.DASA INTIGA & Stek holder lainnya untuk percepatan Pembangunan kembali jembatan Sei Hiang dengan panjang Bentang 65 Meter di Rumah Kades Lawang Kamah.

Ini semua Saya lakukan sebagai pelayan masyarakat dan hasil rapat kami di TL oleh pihak perusahaan Secara internal di PT. Dasa Intiga hari ini 3.2.2020.Kesimpulan Akan kami update menunggu Rincian dokumen Kayu log dari tim Teknis Perusahaan.terang Ayub Berry.

Ayub menambahkan, tertanggal 3 Februari 2020 Tim CRS dari perusahaan sudah melakukan hitung-hitungan, apa apa saja yang akan mereka lakukan, saya sampaikan, semua material yang dibutuhkan untuk perbaikan jembatan tersebut, dimohon disiapkan, dan tadi kesimpulan pihak perusahaan oke, dan kondisi terkini sudah saya laporkan pada bapak bupati, bapak bupati bilang, ya sudah yang penting tertangani dulu, dan masyarakat bisa menggunakan pasilitas yang ada, itu kata bapak Bupati.

Dan saya sudah sampaikan pada masyarakat, agar kendaraan roda empat tidak boleh melintas dulu, hal itu tidak lain adalah untuk mengantisifasi hal-hal yang tidak diinginkan, tapi saya tegaskan, perbaikan jembatan ini akan segarah di normalkan kembali dan tidak terlalu lama, semata-mata demi kelancaran masyarakat untuk beraktifitas. Terang Ayub Berry. (B)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here