Kapolres Nias,Tutup Kasus HJH, Tapi Kalau Ada Bukti Baru,Dilanjutkan

0
1075
Jumpa pers di polres nias terkait sp 3 kasus HJH

Gunungsitoli,ZonadinamikaNews.com. Kapolres Nias AKBP Deni Kurniawan,SIK,MH, mengatakan penerbitan SP 3 sudah sesuai aturan yang berlaku di Lingkungan Polri.Surat ombudsman RI belum bisa jadi alat bukti membuka SP3.

Deni Kurniawan menegaskan bahwa keluarnya Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) pada tanggal 30 agustus 2018 lalu terhadap kasus dugaan Ijazah palsu dengan terlapor HJH sudah tepat dan sesuai aturan.

Bulan Desember 2019 lalu, anggota kami ke Ombudsman RI dan Kementerian Agama RI. Dan hal ini merupakan bukti bahwa kami sedang dan selalu bekerja,” sebut AKBP Deni.

Selain itu dia juga kapolres Nias menjelaskan bahwa surat yang telah dikeluarkan oleh Ombudsman RI terkait Ijazah HJH tersebut tidak bisa dijadikan sebagai alat bukti yang baru untuk membuka kembali SP3 itu.

Kendatipun demikian, dia juga menegaskan bahwa dalam penanganan kasus tersebut, pihaknya tidak menutup kemungkinan untuk melanjutkan penyelidikan apa bila mandapatkan barang bukti yang baru.

Penyidik telah melakukan pemeriksaan keterangan terhadap sejumlah saksi dan pihak terkait, Serta proses penanganan telah mendapat audit secara internal (Wassidik & Irwasum) dan Eksternal (Kompolnas).

Terkait adanya postingan facebook berupa pemberitaan salah satu media online terkait penanganan kasus ijazah palsu itu, Kapolres menuturkan bahwa informasi tersebut adalah tidak benar dan surat ombudsman belum bisa dijadikan dasar utama dalam membuka kembali sebuah kasus yang sudah dihentikan.

Sewaktu fotocopy surat ombudsman itu diterima dari Pelapor a/n. Loozaro Zebua alias Ama Perdana, Tim Penyidik langsung berangkat ke Kantor Polda Sumatera Utara (Pembina Fungsi) untuk melakukan koordinasi, hingga berlanjut ke kantor Ombudsman RI (Melalui Tim Tujuh) untuk meminta penjelasan terkait isi surat tersebut.(11/02/2020). (Soni)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here