Alumni SMPN 1 Tarutung 87 Hibur Keluarga Sarmawati Yang Berduka

0
953

Tarutung-ZonadinamikaNews.com.Riama Hutapea, Asmin Yuliati Tobing, Labora Tampubolon.Marlinang Matondang, Hotma Hutapea yang berada dikampung halaman kota Tarutung mewakili keluarga besar Alumni SMPN 1 tahun 1987 Tarutung yang bergabung dalam grup whastApp melayat sekaligus melakukan penghiburan kepada Sarmawati Tobing sebagai Alumni 87, atas meninggal orang tua tercinta yaitu Op Bungaran Simajuntak (97 tahun).

Perwakilan stambuk 87 yang dinominasi oleh para ibu-ibu terpancar wajah rona kesedihan bercampur suka cita dihadapan jenazah yang terkujur kaku diatas tempat tidur kecil yang dibalut ulos sibolang dan di kelilingin sanak keluarga yang tinggal pergi ibu tercinta untuk menghadap sang pencipta.

Terpantau rasa sedih dan bercampur rasa suka cita terlihat dari seluruh yang ada dirumah duka, mengingat usia almarhum yang sudah mencapai 97 tahun, membuktikan bahwa penyertaan Tuhan sungguh luar biasa, maka di akhir penghormatan terakhir ini telah saur matua atau semua keturunanya sudah berkeluarga, layaknya harus disyukuri rahmat Tuhan dengan penuh suka cita yang dalam dengan menari dan beryanyi.(Mangondasi)

Raja Salomo pernah berkata, di mana lebih baik pergi ke rumah duka dari pada pergi ke rumah pesta. karena di rumah duka kita kembali diingatkan bahwa hidup di dunia ini hanyalah sementara.  Kematian adalah sesuatu yang pasti dan akan dialami oleh semua orang.Kematian tidak mengenal usia dan juga status, tua atau muda, kaya atau miskin, laki-laki atau perempuan. Dan tak seorang pun yang tahu kapan hari kematian itu datang. Setiap hari bisa saja menjadi hari terakhir bagi kita.

Menjelang hari pemakaman yang direncanakan minggu 23/02, orang tua Sarmawati Tobing dari keluarga besar alumni SMPN 1 Tarutung tahun 1987, maka stambuk 87 menyempatkan diri melayat dan memberikan penghiburan serta penyerahan dana sosial yang terkumpul dari anggota grup WhatsApp dan diserahkan pada Sarmawati dihadapan keluarga di rumah duka huta sampuran. Kehadiran Alumni SMPN 1 Tarutung 87, selain bentuk rasa kepedulian sesama umat manusia juga tidak lain adalah untuk melengkapi akan perintah Tuhan “Pergi ke rumah duka lebih baik dari pada pergi ke rumah pesta, karena di rumah dukalah kesudahan setiap manusia; hendaknya orang yang hidup memperhatikannya.” Pengkotbah 7:2″.

Kehadiran perwakilan alumni SMPN 1 Tarutung di rumah duka,21/2 telah membangkitkan rasa bangga sesama anggota grup, seperti halnya dirasakan Jho Farel Hutagalung dari Bekasi “Hubereng parhundulmunai naeng dohot au maracara” (melihat kalian duduk bersama,rasanya ingin ikut acara”

Roseva Hutapea dari pekanbaru juga memuji akan kehadiran teman-teman “Tabonai hamu pang… Nungga marpungu…Gabe masihol iba.Sai tarapulma donganta si Sarma songoni nang keluarga.

Thomson Simajuntak dari Jakarta berharap kekompakan dan kepedulian ini semoga tetap terpupuk denga baik untuk selamanya, kita tunjukan, bahwa kita semua adalah bersaudara.

Lyn Haryati dari Jakarta “Tu angka dongan na melayat ..Tuhan berkati yaa”.

Mengutif Firman Tuhan, Karena kita tahu, Menjalani hidup ini seperti seseorang yang sedang berkemah.”.jika kemah tempat kediaman kita di bumi ini dibongkar, Allah telah menyediakan suatu tempat kediaman di sorga bagi kita, suatu tempat kediaman yang kekal, yang tidak dibuat oleh tangan manusia.  Selama kita di dalam kemah ini, kita mengeluh, karena kita rindu mengenakan tempat kediaman sorgawi di atas tempat kediaman kita yang sekarang ini,”  (2 Korintus 5:1-2).

Jadi, kematian bukanlah akhir dari kehidupan manusia.Kematian hanyalah alat Tuhan untuk membawa kita dari dunia yang fana menuju kepada kehidupan yang baru yaitu di sorga yang baka.Bagi orang percaya kematian bukanlah suatu hal yang menakutkan, karena setiap kita yang ada di dalam Kristus, meski telah mati (jasmani), kita akan hidup (Yohanes 11:25).

(Budiman)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here