Ambruk Dimasa Pemeliharaan, Proyek Sipon Dawuan Cikampek Diduga Asal Jadi.

0
471

Karawang-ZonadinamikaNews.com.Budi Bagian Humas Balai Besar Wilayah Sungai Citarum (BBWSC) di Bandung, terkait ambruknya sipon Cikarang Gelam Dawuan Cikampek Karawang Jawa Barat mengatakan “Berdasarkan info dari Satker, karena masih dalam masa pemeliharaan, satker sudah memanggil Kontraktor untuk segera di perbaiki” jawabnya lewat pesan singkat WhatsApp 2 Maret 2020.

Menurut Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 dan  perubahannya pada pasal 95 ayat 5 yaitu: Penyedia pekerjaan konstruksi/jasa lainnya melakukan pemeliharaan atas hasil pekerjaan selama masa yang ditetapkan dalam kontrak sehingga kondisinya tetap seperti pada saat penyerahan pekerjaan.Tanggung jawab yang harus dilakukan oleh penyedia jasa pekerjaan konstruksi pada masa pemeliharaan, bahwa Penyedia wajib memelihara hasil pekerjaan selama masa pemeliharaan sehingga kondisi tetap seperti pada saat penyerahan pertama pekerjaanPenyedia jasa pekerjaan konstruksi dapat memilih untuk memberikan Jaminan Pemeliharaan atau retensi jika dalam rentang masa pemeliharaan terdapat kerusakan, penyedia wajib memperbaiki dan segala biaya yang dibutuhkan untuk perbaikan menjadi tanggung jawab penyedia.

Jika kerusakan yang terjadi disebabkan oleh unsur suatu keadaan yang terjadi di luar kehendak para pihak dan tidak dapat diperkirakan sebelumnya (keadaan kahar), perbaikan menjadi tanggung jawab para pihak.Penyedia diwajibkan memberikan petunjuk kepada PPK tentang pedoman pengoperasian dan perawatan sesuai dengan Syarat-Syarat Khusus Kontrak (SSKK). Apabila penyedia tidak memberikan pedoman pengoperasian dan perawatan, PPK berhak menahan uang retensi atau jaminan pemeliharaan.

Disisi lain, Ambruknya sipon tersebut diduga akibat kurang berkualitasnya hasil pekerjaan PT.Basuki Rahmanta Putra yang dikerjakan selama dua tahun, dari 2018-2019 akhir ini.Dan lemahnya pengawasan dinas terkait dan counsultan pengawas.

Sejumlah masyarakat mendesak pihak terkait agar melakukan peninjauan ulang hasil kerja rekanan yang di nilai asal jadi, karena dampak dari kurang berbobotnya hasil pekerjaan, proyek yang menghabiskan uang rakyat hingga puluhan miliaran rupiah ini bisa mengancam ribuan rumah dan juga beresiko musibah skala nasional, karena akan mengganggu zona industri.

Dikatakan, tanda-tanda ambruknya tanggul di atas sipon ini sudah ada sejak Januari, parahnya sudah satu minggu dan mengakibatkan banjir, karena aliran air tidak maksimal., tapi hingga saat ini belum ada tanda-tanda dari pihak kontraktor untuk memperbaiki, kata warga.

Pantauan terkini, 2 Maret 2020,kondisi tanggul Sipon semakin mengkhawatirkan, tanah yang menempel di tembok penahan tanah diatas lubang sipon semakin habis terkikis air, dan di khawatirkan tembok akan ambruk, sekeliling lubang dipasangin terpal untuk menghindari kikisan saat hujan turun. Dan luas lubang yang jembol sudah mencapai 1 0 meter lebih.

Pihak kontraktor yang diketahui bernama Hisar Simanjuntak dan Fiktor Simajuntak dari pihak PT.Basuki Rahmanta Putra selaku pelaksana saat wartawan pengirimin foto lokasi jebolnya hasil pekerjaan mereka yang diduga masih dalam tahap pemeliharaan tersebut, kedua pelaksana dari PT.Basuki Rahmanta Putra ini langsung memutus komunikasi dengam memblokir WhatsApp wartawan.

Aksi blokir yang diperankan kedua jagoan dari PT. BRP ini diduga karena kebakaran jenggot atas ambruknya hasil pekerjaan proyek di menghabiskan biaya puluhan miliaran ini.

Hisar Simajuntak yang di ketahui sebagai mandor proyek dari PT.BRP setiap ditelepon tidak merespon

“Ini dikerjakan selama dua tahun, dari tahun 2018 sampai 2019, oleh PT.BRP dari Jakarta, kami menduga ini masih dalam masa pemeliharaan, dan pihak kontraktor harus bertanggungjawab atas ambruknya tanggul hasil pekerjaan mereka ini” terang sala seorang petugas desa dawuan di lokasi sipon. (B)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here