Kadisdik DKI Respon Berita SDN Cakung Barat 01 Pagi Soal Dugaan Korupsi Dana BOS

0
451

Jakarta-ZonadinamikaNews.com.Setelah Nana selaku K3KS mencoba berusaha mempertemukan wartawan dengan N E Rohaenah Kepsek SDN Cakung Barat 01 pagi untuk melakukan klarifikasi gagal dan tidak direspon, akhirnya komunikasi wartawan mengalir ke Kadisdik DKI Nahdiana dan melaporkan dugaan mark up atas alokasi dana BOS di SDN Cakung Barat 01 pagi.Walaupun hanya sebatas menjawan “tks informasinya” setidaknya link berita sampai ke hadapan beliua dan meresponya.Tinggal menangih kinerja Kadisdik DKI, setelah melakukan pemanggilan terjadap Kepsek SDN Cakung Barat 01 pagi atas dugaan korupsi tersebut.

Diberitakan sebelumnya, dugaan mark up atas alokasi dana BOS yang dibocorkan oleh sala seoarang pendidik pada wartawan, terkait alokasi dana BOS tahun ajaran 2019 yang penuh dengan dugaan rekayasa.

Tertutupnya NE Rohaena semakin menunjukkan bahwa tudingan itu semakin benar, sebab diduga ketakutan karena dosany mulai terkuak.menghindarnya seorang pemimpin dari tudingan sebua masalah adalah merupakan mental pemimpin yang tidak bertanggungjawab atas kinerja, apalagi menyangkut masalah keuangan negara.

Ancaman penegak hukum, bahwa penjarah seumur hidup terhadap kepala sekolah yang membuat kwitansi fiktif terhadap laporan dana BOS, againya buat N E Rohaena tidak bengitu di takutkan.

Data yang diterima redaksi melalui surat elektronik atau email SDN Cakung Barat 01 Pagi Jakarta Timur ini mendapatkan kucuran dana BOS pada tahun 2019 dengan rincian sebagai berikut.pada triwulan satu Rp.123.840.264, triwulan dua Rp.190.240.000, triwulan tiga Rp.95.520.000, triwulan empat Rp.110.560.000

Sumber mengatakan, SDN yang di komandoi oleh N E Rohaenah sebagai kepala sekolah ini ditenggarai kuat menggunakan dana BOS penuh pembuatan angka yang aneh-aneh atau berpetensi terjadinya penggelembungan.

Yang paling sangat di curigai adalah pembayaran honor pada triwulan satu Rp.11.822.919, triwulan dua Rp.11.822.919, triwulan tiga Rp.11.822.919, triwulan empat Rp.11.822.920, angka ini cukup aneh, dan bila memperhatikan pengeluaran biaya, artinya petugas honor, baik itu guru maupun petugas lainya, bahwa selama 1 tahun tidak perna alpa, sementara bukti atau kenyataanya dalam 1 tahun itu ada yang alpa atau jam berada disekolah, baik itu mengajar maupun petugas lainya tidak full di sekolah, kenapa dalam pengeluaran dana BOS besaran nilai sama semua tiap triwulan untuk selama 1 tahun? Tanya sumber.

Sama halnya dengan biaya Kegiatan pembelajaran dan ekstra kurikuler siswa pada triwulan satu Rp.15.418.720, triwulan dua Rp.19.148.080, triwulan tiga Rp.16.376.040, triwulan empat Rp.329.040.biaya-biaya ini juga perlu di dalami, jenis kegiatan dan pembiayaan, karena ini cukup diluar nalar sehat dan aneh.

Lebih jauh sumber mempertanyakan yang tidak luput dari penggelembungan biaya seperti Kegiatan evaluasi pembelajaran, triwulan satu Rp.13.545.571, triwulan dua Rp.25.695.571, triwulan tiga Rp.7.260.000, triwulan empt Rp.17.424.000.Pengelolaan sekolah Triwulan satu Rp.5.524.100, triwulan dua Rp.7.584.260, triwulan tiga Rp.31.423.526, triwulan empat Rp.32.005.170. Pemeliharaan dan perawatan sarana dan prasarana sekolah Rp.4.128.960, Rp.28.011.500, Pembelian/perawatan alat multi media pembelajaran Rp.2.863.600, Rp.65.349.850, Rp.11.896.180, Rp.21.466.650. (Tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here