Sipon Cikarang Gelam Ambruk,Warga Dawuan Tuntut Pihak BBWSC

0
421

Karawang-ZonadinamikaNews.com.Masyarakat cikampek khususnya Warga Dawuan berharap proyek sipon Cikarang Gelam agar jangan dibuat jadi arena cari untung pribadi dan kelompok oleh oknun Balai Besar Wilayah Sungai Citarum (BBWSC) namun harus berpikir bagaimana caranya menyelamatkan ribuan warga dan juga lahan sawah bisa diselamat dari gangguan sipon Cikarag Gelam.

Masyarakat Dawuan juga menuntut pihak BBSW agar pipa yang di tanam disipon dengan ukuran 1 meter lingkaran minta di cabut, karena menjadi biang kerok untuk berkurangnya debit air bila banjir terjadi, Proyek yang dikerjakan selama 2 tahun dari tahun 2018-2019 ini tidak menunjukan perubahan yang siknifikan bahkan dengan ukuran pipa yang kecil penyebab durasi air banjir surutnya lebih lama,ironisnya ambruk dalam tahap pemeliharaan tegas Jawali selaku ketua DPD Dawuan Tengah.

Pihaknya juga sangat menyayangkan belum adanya penanganan dari pihak BBWSC pasca ambruknya tanggul yang hampir berumur 1 bulan tersebut ,bahkan sangat tidak logis bila pihak BBWSC dengan pihak kontraktor dalam hal PT.Basuki Ramanta Putra (PT.BRP) saling lempar tanggungjawab.

“Jangan saling lempar tanggungjawab dalam bencana ini, namun harus bertindak bagaimana perbaikannya, pihak BBWSC harus berani mendesak pihak PT.BRP melakukan perbaikan bila masih dalam tahap pemiharaan, sebelum kondisi tanggul makin parah, bila dibiarkan lama-lama, bisa habis semua lahan warga, dan sungai citarum timur bisa lumpuh” harap Jawali.13/03.

Diberitakan sebelumnga, Pihak Balai Besar Wilayah Sungai Citarum (BBWSC) Bandung Jawa Barat,agaknya kurang tanggap atas ambruknya sipon Cikarang Gelam Dawuan Tengah,Cikampek,Karawang.Pasca ambruknya sipon tersebut sudah hampir satu bulan dan menuding pihak kontraktor yang harus tanggungjawab.Sementara pihak kontraktor membahtah atas tuduhan itu dan bukan tanggungjawab kontraktor

Sehingga apa yang di jelaskan oleh Budi bagian Humas yang mengaku sudah melakukan pemanggilan pada pihak kontraktor dan duduk bersama dengan Satket dan PPK dan sudah membuat rencana kerja, sepertinya hanya isapan jempol.

Proyek sipon yang disebut masih dalam tahap pemeliharaan oleh PT.Basuki Rahmanta Putra selaku pelaksana proyek dari tahun 2018-2019 ini, hingga dalam kurun hampir satu bulan ambruk, namun belum ada tanda-tanda di perbaiki.Bahkan dikatakan bila pihak kontraktor tidak mau mengerjakan, maka pihak BBWSC akan membuat laporan polisi, dibantah oleh pihak pelaksana.

” Kita sudah rapatkan bersama kontraktor, satker dan PPK, rencana kerjapun sedang di buatkan, dan sipon pasti diperbaiki secepatnya, dan bila kontraktor tidak memperbaiki maka pihak kami (BBWSC-red) akan membuat laporan polisi (LP kan Kontraktor” tegas Budi di ujung telepon kamis 5 Maret 2020.

Adanya saling lempar tanggungjawab antara kontraktor dengan pihak BBWSC ini agaknya di pertontonkan kedua bela pihak, yang menjadi tanda tanya besar ada apa di balik proyek yang ambruk?.

Bahkan tudingan proyek sipon yang baru selesai dikerjakan sekitar bulan oktober 2019 tersebut masih dalam tahap pemeliharaan di bantah oleh pihak BRP, dan menangkis apa yang di sampaikan oleh budi sebagai humas BBWSC, yang mengatakan bahwa sipon masih dalam tahap pemeliharaan pihak kontraktor, oleh Fiktor menangkis “bukan, dia tidak tahu apa-apa itu” jawabnya menangkis tudingan sang humas.

Bahkan Fiktor Simajuntak mengaku, titik pekerjaan PT.BRP bukan pada titik atau lubang sipon yang ambruk, karena yang kerjakan bukan lubang 1 dan 2 melainkan lubang 3 dan 4, artinya yang ambruk sekarang bukan pada titik yang kami kerjakan.ujar Fiktor.

Ambruknya sipon tersebut diduga karena ada pelanggaran pekerjaan tidak sesuai speck terlihat, bahwa tanah urukan yang dipakai pihak kontraktor diduga sembarangan tanah, potongan bambu dan tanah yang penuh sampah plastik terlihat di bawah urugan tanah merah, sehingga kwalitas tanah urugan jauh dari harapan.hal itu berjalan mulus disinyalir karena pengawasan dari pihak BBWSC dan counsultan tidak jalan alias mandul dan tidak berfungsi.

Sementara itu, Sejumlah warga Perum Bumi Mutiara Indah (BMI) lakukan Class Action bila pihak terkait tidak segerah melakukan penanganan, karena kondisi sipon makin kondisi memperihatinkan, dan jangan sampai jebol semua baru dilakukan perbaikan, bila jebol dulu tanggul Citarum Tidur tepat di atas sipon, ribuan hektar sawah kering dam industri bisa lumpuh, artinya akan berdampak pada perekonomian skala nasional, tegas sejumlah warga BMI.

Oleh karena itu, warga mendesak pemerintah segerah menangani sipon Cikarang Gelam yang ambruk, kondisi lubang tanggul yang jebol makin hari makin mengkhawatirkan, namun belum ada tanda-tanda akan di perbaiki kembali.(B)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here