Tidak Terima Kedoknya Terungkap, Pihak SDN 252/VI Lantak Seribu Merangin, Intimidasi Anak Murit.

0
1031

Merangin-ZonadinamikaNews.com.
Menindaklanjuti akan pemberitaan media ini pada berita sebelumnya yang berjudul “Pihak SD NEGERI 252/VI Lantak Seribu Merangin, Diduga Korupsi Dana BOS” membuat Amin Asri kepsek SD Negeri 252/VI Lantak Seribu kebakaran jenggot.Dugaan ini timbul setelah pihak sekolah memaksa siswa siswi untuk memfoto copy buku paket dan tidak bisa membawa pulang buku paket ke rumah.

Namun ketika perihal tersebut di pertanyakan wartawan pada Amin Asri sepontan menjawab dengan gaya arogan “Buku cukup atau tidak cukup itu urusan saya bukan urusan bapak” jawabnya diujung telepon dan langsung memblokir nomor wartawan.

Tidak sampai disitu 13/03 atas pemberitaan tersebut seakan membuat Amin Asri, makin pustrasi. Dan berulah kembali di sekolah, diduga atas suruhan kepsek  Indris mendatangi ruangan kelas 3 dan memanggil sala satu anak murit dan mengitimidasi didepan anak murit lainya yang juga ikut memfoto copy buku dan berkata.

“Copyan buku itu jangan di bawa ke sekolah nanti sekolah ini di geledah wartawan” kata anak menirukan kata-kata Idris, wartawan itu cari duit dengan cara haram” katanya pada anak yang masih duduk di kelas 3 tersebut.

Kepsek bersama seorang guru bernama Idris dan mengintimidasinya anak dengan kata-kata tidak mendidik bahkan menuduh wartawan mencari uang melalui cara haram, cara pak Indris sebagai pendidik ini tidak bisa dibiarkan, dia (Idris-red) ucapan tidak terpuji oleh guru agama yang diduga atas suruhan kepsek, maka Idris harus tanggungjawab atas bicaranya bahwa wartawan itu cari uang dengan cara haram, anak kecil tidak mungkin berbohong, itu artinya sudah menuduh wartawan makan uang haram secara seluruhnya.

Soal copy an buku paket ini bukan kali ini terjadi dan sudah bertahun-tahun, patut di pertanyakan kemana buku paket dari dana BOS?

Menanggapi hal itu, Sargawi korwil pendidikan kepada wartawan media 13/03 via telepon selulernya mengatakan, “saya sudah dengar berita itu, kemarin pak Amin juga sudah ketemu saya, saya tanyakan pada guru-guru disana, para guru mengaku tidak ada yang suruh untuk foto copy buku paket, dan memang tensi kepala sekolah ini kadang tidak terkontrol, tapi itu hanya sebentar saja, terkait adanya intimidasi terhadap anak, Sargawi mengamini anak kecil itu tidak mungkin berbohong atas apa yang diucapkan guru, seraya berjanji senin depan akan memanggil kepala sekolah juga Idris dan ini harus segerah di klirkan, karena selalu saya pesankan pada para kepala sekolah, wartawan itu adalah mitra kerja, agar dilayani dengan baik.

Tindakan intimidasi anak oleh pihak sekolah juga melanggar UU 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, sementara Dalam Undang-Undang Sistem Perbukuan (UU Sisbuk) Nomor 3 Tahun 2017.menegaskan, Bila sekolah menyulitkan siswa untuk memiliki buku pelajaran tertentu maka, sekolah tersebut melanggar UU Sisbuk, Permendikbud, serta juknis BOS,”.

Bila pihak sekolah melanggar, berdasarkan Permendikbud Nomor 8 tahun 2016 (tentang Buku yang Digunakan oleh Satuan Pendidikan), bisa ada penurunan akreditasi, penangguhan bantuan pendidikan, sampai rekomendasi terberat.

Kemendikbud telah menyediakan buku K13 untuk kelas I sampai dengan kelas XII. buku tersebut diberikan secara gratis kepada siswa. Adapun pengadaannya melalui dana BOS di masing-masing sekolah. Artinya pembelian buku melalui dana BOS berlaku untuk sekolah negeri maupun swasta yang menerima dana BOS.

Patut diduga 20 % dana BOS yang di kelola SD NEGERI 252/VI Lantak Seribu Merangin ini dicurigai ada yang tidak beres atau laporan Fiktif terhadap laporan BOS.menurut data yang di miliki media ini, pada tahun 2019 triwulan dua melaporkan untuk pengelolaan perpustakaan sebanyak Rp.32.165.000 dan untuk pembelian buku teks K.13 sebanyak 1.121 eksemplar buku dengan total biaya Rp.31.165.000.

Pertanyaan, kemana buku tersebut, dan kenapa murid harus dipaksa memfoto copy buku paket dengan alasan tidak ada buku.Oleh sebab itu pihak sekolah diduga melaporkan dana BOS dengan cara fiktif atau rekayasa biaya yang diduga kerja sama dengan penerbit dalam pembuatan kwitansi.

Untuk diketahui, SD NEGERI 252/VI Lantak Seribu Merangin mendapatkan kucuran dana BOS tahun 2019 triwulan satu Rp.32.160.000, triwulan dua Rp.64.320.000, triwulan tiga Rp.32.160.000, triwulan empat Rp.23.840.000.

Dalam penyerepanya yang diduga terjadi mark up pada Kegiatan pembelajaran dan ekstra kurikuler siswa Rp.10.417.000, Rp.1.800.000, Rp.2.500.000, Rp.2.100.000.Kegiatan evaluasi pembelajaran Rp.2.775.000, Rp.5.915.000, Rp.2.020.000
3.030.000.Pengelolaan sekolah
Rp.4.968.000, Rp.7.720.000, Rp.4.880.000, Rp.8.000.000.

Pengembangan profesi guru dan tenaga pendidikan, serta pengembangan manajemen sekolah
Rp.4.350.000, Rp.4.410.000, Rp.4.410.000, Rp.4.410.000.Langganan daya dan jasa Rp.1.500.000, Rp.4.700.000, Tp.1.500.000, Rp.1.500.000.Pembayaran honor
Rp.6.900.000, Rp.4.800.000, Rp.4.800.000, Ro.4.800.000.Pembelian/perawatan alat multi media pembelajaran Rp.9.200.000. (Yzd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here