Pihak PJT Diduga Korbankan Masyarakat Penggarap Demi Pengusaha?

0
97

Karawang-ZonadinamikaNews.com.Pengalihan penggarapan lahan PJT diwilayah Tamelang yang akhir berperkarah terus mengalir dan saling ngotot atas hak penggarapan, berawal dari Surat Perjanjian Pemanfaatan Lahan (SPPL-red) yang diterbitkan Perum Jasa Tirta ( PJT II ) ke pihak PT Tamelang Mekar Jaya (TAM) dengan luas 1050 meter persegi dianggap sebagai biangkerok terjadinya kekisruhan lahan sebelum dikuasi oleh pihak sebut  H Safei.

Menurut infromasi, pada tahun 2018 pihak H Safei meminta pada PJT untuk perpanjang kontrak/sewa lahan. Namun oleh pihak PJT menolak tanpa alasan yang jelas, H Safei tak diduga tak disangka, tiba-tiba muncul penggarap baru, hal itu diketahui oleh H.Safei setelah adanya panggilan dari pihak polres karawang, dengan dugaan tuduhan penguasaan lahan.sementara dilokasi garapan H.Safei yang membangun pagar pada tahun 2009 dan kini kuasai oleh PT.TAM.

Dugaan adanya persekokongkolan oleh oknum-oknum yang berkepentingan dalam lahan tersebut semakin jelas, mengingat adanya pesan dari pihak PJT pada H.Safei akan mengembalikan sewa lahan yang sudah dibayarkan pada Desember 2019, pengembalian sewa tersebut diduga karena ditunggangi oleh pihak lain. Ada apa pihak PJT ingin mengembalikan dana sewa lahan tersebut, apakah karena mendapat iming-iming dari pihak lain? Ini patut dicurigai.

Pengalihan penggarap lahan lama pada penggarap lahan baru ini disinyalir karena ada oknum-oknum mencari keuntungan dan mengorban masyarakat sebagai penggarap.

Seperti diketahui, H.Safei atas nama perorangan sebelumnya menguasai lahan melalui SPPL yang diterbikan oleh PJT II. Namun tanpa alasan, status garap diputus, hal ini diduga kuat ada permainan oknum pihak PJT II untuk memutuskan secara sepihak, dan pihak PJT II menerbitkan SPPL baru atas nama PT TAM.

Menurut kuasa hukum H.Safei pada wartawan mengatakan “PJT II memutuskan sepihak, padahal klien kami sebelum ambang batas sewa berakhir di tahun 2017 sudah mengajukan kembali perpanjangan,“ kata Hendra Turnip pihak kuasa hukum H Safei.

Namun sayang pihak PJT II tidak memberikan perpanjangan tanpa alasan yang tidak jelas, sehingga terkatung – katung selama 2 tahun.

“ Kok tiba – tiba terbit SPPL ke PT TAM, “ ujarnya.

Pihak PJT II memberikan saran agar diselesaikan dengan musyawarah dan menemui PT TAM.dalam arahan itu pihak penggarap pertama untuk bertemu dengan PT.TAM.

“ Klien kami mencoba koperatif dan terjadi kesepakatan dengan PT TAM, “ terang dia.Bahkan yang anehnya, pihak PT TAM membatalkan kesepakatan yang sudah dibuat,dan parahnya lagi, pihak PT TAM malah melaporkan klien dengan dalil penyerobotan lahan.

“ Kami sudah lakukan klarifikasi dengan pihak penyidik, persoalan ini kami menggugat balik di Pengadilan Negeri Karawang, “ tegas Hendra, Senin (2/3/2020).

Menurutnya, gugatan balik yang ditujukan kepada pihak PT TAM. Pasalnya posisi H .Safei posisinya sama masih memiliki hak untuk mengelola lahan tersebut. Ia mengaku heran dengan langkah yang dilakukan pihak PJT II Purwakarta yang meminta untuk membongkar pagar lahan yang sudah dikelola dengan waktu 10 tahun.

“Apalagi pihak PJT II tidak bisa menunjukan dokumen atas lahan tersebut. Karena informasi yang kami miliki, bahwa lahan ini sudah dikembalikan ke negara, “ tutupnya. (Agus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here