Danang Sang Tengkulak Sawit Diduga Beli Pupuk Subsidi Hasil Curian

0
715

Merangin-ZonadinamikaNews.com.Seorang tengkulak kelapa sawit di Merangin disinyalir mendapat pupuk subsidi dari seorang oknum, pupuk ini diduga hasil curian dan tidak memiliki dokumen penjualan resmi sebagai mana ditegaskan oleh pemerintah.

Pupuk jenis phonska disimpan dalam sebuah gudang milik Danang sang bandar sawit.Danang tengkulak sawit kaya warga desa pulau tujuh kec.pamenang barat kab.Merangin ini ketika temui mengaku pupuk tersebut di beli dari Yanto.Danang yang menboca di menghubungkan media ini pada Yanto sempat bisa komunikasi via telepon,  namun saat dipertanyakan legalitas Yanto dalam penjualan pupuk, Yanto  berusaha menghilang dengan mematikan HPnya.

Namun beliau juga mengaku tidak mengetahui akan status pengecer resmi atau bukan, dan di akui Danang, bahwa Yanto juga merupakan warga desa yang sama dengan dirinya.Merasa ada yang aneh, disaat komunikasi dengan media ini, sang tengkulak ini.

Patut diduga, pupuk subsidi ini dicurigai hasil curian dan penegak hukum perlu melakukan penyelidikan akan keberadaan pupuk tersebut.

Danang mengaku membeli pupuk bersubsidi jenis phonska itu dari bernama Yanto dengan harga Rp 150.000 per sak,Yanto saat hubungin dan langsung mematikan hp nya dan tidak bisa di hubungi lagi.

Aksi permainan nakal dalam penyaluran pupuk ini tidak terlepas lemah nya kepengawasan dari Komisi pengawas pupuk dan pestisida (KPPP) kabupaten kota sehingga para mavia pupuk bersubsidi semakin merajalela di mana-mana, dampak dari semua itu para petani miskin tidak kebagian pupuk bersubsisi menurut semesti nya, di duga pupuk bersubsidi yang seharus nya untuk para petani miskin yang tertuang sesuai RDKK kelompok tani di mampaatkan dan di perjual belikan kepada saudagar kaya demi untuk mendapat kan keuntungan yang besar dan di jual jauh diatas harga HET yang telah di tetap kan oleh pemrintah.

Pemerintah memberikan pupuk bersubsidi kepada para petani dalam rangka mendukung ketahanan pangan nasional. Pemberian pupuk bersubsidi ini haruslah memenuhi enam prinsip utama yang sudah dicanangkan yakni jenis, jumlah, harga, tempat, waktu, dan mutu.Pupuk bersubsidi ini diatur dalam Surat Keputusan Menperindag No. 70/MPP/Kep/2/2003 tanggal 11 Pebruari 2003, tentang Pengadaan dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi Untuk Sektor Pertanian.

“Dalam Pasal 1 peraturan tersebut dijelaskan, pupuk bersubsidi pengadaan dan penyalurannya mendapatkan subsidi dari pemerintah untuk kebutuhan petani yang dilaksanakan atas dasar program pemerintah.

Mengenai jenis pupuk subsidi yang dimaksud tertuang dalam Pasal 3 yakni Urea, SP-36, ZA dan NPK dengan komposisi N : P : K = 15 : 15 : 15 dan 20 : 10 : 10. Semua pupuk tersebut harus memenuhi standar mutu Standar Nasional Indonesia (SNI).

Untuk mendapatkan pupuk bersubsidi syaratnya adalah petani harus tergabung terlebih dahulu dengan kelompok tani yang ada di desa dan wilayahnya.Tujuannya adalah agar pupuk bersubsidi dapat tersalurkan dengan baik dan tepat sasaran. Persyaratan tersebut sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 47 Tahun 2017 tentang Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk Bersubsidi.

Pada peraturan tersebut juga diatur mengenai produsen pupuk itu sendiri. Di sini produsen pupuk diwajibkan menyimpan stok hingga kebutuhan dua minggu ke depan. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah kelangkaan saat terjadi lonjakan permintaan di musim tanam.

Tidak hanya itu saja, nantinya untuk mendapatkan pupuk bersubsidi ini para petani diharuskan memiliki kartu tani yang terintegrasi dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).

Kartu Tani tersebut berisi mengenai kuota yang sesuai dengan kebutuhan petani. Untuk jumlah kuota ini tergantung dari luas lahan yang dimiliki setiap petani.Akan tetapi, kartu tani tidak bisa diuangkan dan hanya bisa dilakukan untuk penukaran pupuk saja.(yzd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here