Aktivitas PETI Ilegal, Kades Sidoharjo Bohongin Camat Tabir Lintas Merangin.

0
424

MERANGIN-ZonadinamikaNews.com.
Aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) yang berlokasi di Desa Sidoharjo seakan dibiarkan oleh pihak pemerintah, perusakan isi perut bumi ini dinyatakan ilegal dan melanggar hukum, pelaku PETI telah melanggar pasal 158 UU RI No 4 tahun 2009 tentang pertambangan Jo pasal 55 KUHP.

Berawal informasi dari masyarakat pada media ini bersama berapa orang rekan LSM, bahwa adanya aktifitas pengerukan isi bumi atau penambangan emas yang merajalela. Media bersama LSM melakukan invetigasi ke desa Sidoharjo kecamatan tabir lintas Kabupaten Merangin lokasi penambagan, dan tidak jauh dari pemukiman warga masyarakat Sidoharjo terlihat ada belasan unit mesin PETI yang sedang beraktivitas.

Untuk menggali informasi, media iji mempertanyakan kepada salah satu pekerja di lokasi PETI tersebut dan menjawab bahwa pemilik mesin PETI tersebut ada 4 orang dan sedang tidak berada dilokasi, namun dikatakan, satu unit mesin tersebut ada 8-9 orang pekerja paparnya lagi kepada media ini.

Perusakan alam ini disayangkan oleh Asmadi dari lembaga Aliansi Indonesia, “Saya benar-benar kecewa dengan aktivitas PETI yang semakin marak dan menjamur di bumi Merangin ini, dan saya berharap agar aparat penegak hukum di Merangin ini bisa secepatnya memberantas dan memberhentikan aktivitas PETI di Merangin ini umumnya dan di desa Sidoharjo ini khususnya sebelum lokasi ini hancur dan tidak bisa di normalisasi lagi akibat PETI tersebut” Tegas Asmadi.

Hal yang sama juga di katakan oleh M.Janasri , sebagai warga dirinya tidak habis pikir kenapa peristiwa pengambilan isi bumi ini dibiarkan tanpa mengikuti prosedur.”Saya sebagai warga negara indonesia dan juga peribumi di Merangin ini berharap kepada pemerintah kabupaten Merangin terutama kepada aparat penegak hukum kabupaten amerangin agar segera mungkin lakukan upaya pemberhentian aktivitas PETI ini, karena ini jelas- jelas perbuatan ilegal dan melanggar hukum terang M.Janasri

Dibalik aktifitas PETI ini agaknya peran kepala Desa setempat perlu dicurigai dan ada dibalik layar, dan tidak mungkin kepala desa tidak mengetahuinya, bahkan oknum kades ini diduga sudah memberikan informasi bohong pada camat setempat yang melaporkan atas kegiatan PETI.dugaan itu semakin tidak terbantahkan, bahwa Kades ada main dengan pengusaha penambang emas liar.

Camat Tabir Lintas Agusmanto ST. Saat di jumpai media ini, mengaku saya sudah 3 (tiga) kali surati kepala Desa binaan terkait aktifitas PETI. “saya terkait dengan instruksi pemberhentian aktivitas PETI, karena itu ilegal, dan saya juga sudah tanyakan kepada kades Sidoharjo, jawab kades aman pak di desa saya sudah tidak ada lagi aktivitas PETI” ujar camat dengan meniru jawaban kades Sidoharjo.

Berbalik fakta, apa yang dikatakan sang kades bahwa kegiatan PETI suda h tidak ada lagi adalah bohong besar. “Saya sangat berterimakasih atas informasi dari rekan media ini dan juga teman LSM, saya akan segera surati kades Sidoharjo dan instruksi kan agar aktivitas PETI dapat di berhenti kan sambung camat Tabir Lintas lagi.

Ditegaskan, Aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) itu jelas ilegal dan melanggar hukum, pelaku PETI telah melanggar pasal 158 UU RI No 4 tahun 2009 tentang pertambangan Jo pasal 55 KUHP.

Barangsiapa yang melanggar pasal dan undang-undang tersebut akan di pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak 10 milyar.(Yzd).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here