Tegahnya Kepsek Ini Kibulin Murid SMPN1 Pamatang Silimahuta Simalungun Demi Uang

0
189

Simalungun-ZonadinamikaNews.com.Ditengah maraknya virus corona melanda belahan dunia, selain hampir melumpuhkan perekonomian rakyat juga mengancam nyawa masyarakat.

Munculnya virus mematikan ini tidak membuat Oknum berlabel pendidik di SMPN 1 Pamatang Silimahuta ini menyurutkan niatnya untuk melancarkan azas mamfaat untuk mencari untung dari orang tua murid, yang diduga demi mengisi pundi-pundinya.

Bagaimana tidak, akibat keserakahan oknum pendidik ini, telah membuat sejumlah orang tua murid kecewa, karena anak-anaknya harus dibebankan untuk membayar Rp.100.000 untuk mendukung pembangunan tower disekolah, dengan alasan demi kelancaran ujian.

Ketentuan dengan dugaan pemufakatan jahat ini agaknya tidak bisa ditolelir, karena sudah memfaatkan jabatanya untuk melalukan tindakan berbau pungutan liar, demi memperkaya diri dan keluargaya.Dan tindakan ini harus disikapi oleh tim saber pungli dan penegak hukum lainya, menangkap dan memproses kepsek ini sesuai ketentuan hukum.

Diberitakan sebelumnya, Kepala sekolah SMP NEGERI 1 Pamatang Silimahuta Kabupaten Simalungun dituding seenak jidatnya membuat kebijakan dan memalak muridnya yang mengarah pada kepentingan dirinya tanpa memperhitungkan efek samping dan risiko pada orang tua murid.

Tudingan perbuatan tidak terpuji itu adalah dugaan pungutan liar dengan dalih membangun tower di sekolah.hal ini terungkap ketika beberap orang orang tua siswa menerangkan bahwa pembangunan tower orang tua siswa diwajibkan membayar 100.000/siswa.

Walaupun sebenarnya kami tidak senang dengan pungutan ini namum kami takut nantinya anak kami di tekan disekolah, akhirnya mental anak kami menurun dan merasa malu mau tidak mu harus kami bayar dan kutipan ini pun untuk menunjang UNBK tutur orang tua siswa yg tidak mau disebut namanya di media ini.

Agaknya tindakan oknum pendidik bermental serakah ini telah berlawanan dengan aturan Pemerintah pusat bahwa tidak boleh ada pembebanan jenis apapun pada anak didik khsususnya dalam UNBK namun kepal sekolah SMP N 1 Pamatang Siilimahuta ibu PMD inisiatif untuk membangun tower, dengan membebankan kepada orang tua.

Kegiatan ini sudah melanggar peraturan menteri pedidikan dan undang undang nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional. Pendidikan gratis wajib hukumnya atau Wajib belajar 9 yang diatur permendikbud nomor 47 tahun 2008.maka pemerintah wajib untuk menanggung segala biaya investas dan operasi disetiap penyelenggaraan pendidikan pada tingkat dasar SD.

SMP ketika dikonfirmasi via pesan aplikasi WhatsApp kepsek ini berusaha cuci tangan atau mengelak dengan menjawab bahwa itu tidak benar.

(Jho Girsang)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here