Kabid Dikmen Surabaya: Kita Sudah Panggil Kasek Dan Komite SMPN 52 Terkait Pengembalian”

0
369

Surabaya-ZonadinamikaNews.com.Darminto Kabid Dikmen Dinas Pendidikan Kota Surabaya mengaku sudah memanggil kepala sekolah dan komite, agar dilakukan musyawarah dengan wali murid terkait pengembalian.”Iya kemarin sabtu 13 Juni kepala sekolah dan komite sudah kita panggil, untuk di musyawarahkan denga walimurid terkait pengembalianya” jawab Darminto pada wartawan media ini via pesan singkat WhaatApp.

Hal dikatakan itu Darminto  terkait permintaan sejumlah ortu murid SMPN 52 Surabaya khsusnya kelas sembilan yang sebelumnya dibebankan untuk membayar biaya bimbel dan biaya wisuda kelulusan.Desakan pengembalian uang tersebut karena semua kegiatan tersebut dibatalkan oleh pemerintah sehubungan dengan mewabahnya virus corona.

Sementara bendaharan Sekolah yang disebut-sebut di pengang oleh Naning melalui chat whaatsApp dirinya berusaha menghindar dengan menganjurkan agar menanyakan bu Diyah atau komite ,”Tanya Bu Diyah Bpk Atau ketua komite, bukan wewenang saya,Kita sudah melalu prosedur Kita akan kembalikan Kalau membikin Berita Hoak akan di tuntut balik melalui Prosedur dan hukum .tidak menyalai aturan.

kita negara hukum, dalam undang undng komite sudah ada, Kita mengacu ADART, Saya Ponaan Machfud arifin.ini saya simpan no mu biar divlacak orang polda, Bukan saya yang bergerak, Mohon maaf Ya Mas kalau mau cari uang receh jangan di sini, mending cari yang barokah, kalau gak ilhlas buat anak moga moga anknya sukses, taraf perhitungan,minggu depan kita jadwal suruh hadap saya, Bimbel kita kembalikan, mohon maaf saya ini saya blokir ya, saya ndak ada urusan injjih.

Sebagaimana diberitakan media ini, Akhir tahun ajaran sejumlah oknum pendidik kerap kali membuat program sekolah untuk para siswa-siswi dengan tujuan agar bisa menarik uang dari para orang tua murid. Dengan memakai komite bahwa program yang berbau pungutan liar tersebut seakan sudah legal.

Bagi orang murid yang tidak paham bahwa program itu hanya alasan untuk menarik dana dari orang tua murid, manggut-manggut saja.

Sesuai pengakuan sejumlah ortu murid dari Sekolah Menengah Pertama Negeri 52 Kota Surabaya, bahwa anaknya dibebankan oleh aekolah untuk membayar Bimbel dam biaya wisuda dengan rincian bimbel Rp.300 ribu dan wisuda Rp.450 Ribu.

Musibah global yang tengah terjadi saat ini yaitu merebaknya virus corona telah melumpuhkan sejumlah aktifitas masyarakat dan tidak luput seluruh kegiatan sekolah ditiadakan dilingkungan sekolah dan belajar secara online.

Saat ini sejumlah sekolah sudah menyatakan lulus para siswa di jenjang kelas sembilan dan dua belas bahkan penerimaan siswa siswi baru sudah mulai digelar di berbagai sekolah.
Dan sehubungan dengan adanya virus corona sehingga semua kegiatan sekolah di tiadakan dan belajar online.

Artinya seluruh aktifitas disekolah dianggap sudah selesai dan tidak ada lagi kegiatan yang akan di gelar baik itu acara wisuda bagi murid.

Dengan keputusan mutlak oleh kementerian pendidikan tersebut tidak bisa ditawar-tawar maka wajar setiap orang tua murid mempertanyakan berupa dana yang sempat di pungut oleh pihak sekolah, karena acara yang di rencanakan gagal total atau dibatalkan.

“Kami ingin mempertanyakan soal uang yang sempat di tarik, baik itu uang bimbel dan dana wisudah di SMPN 52 Kota Surabaya, karena dengan merebaknya virus corona semua kegiatan sekolah di stop, kami minta pihak sekolah untuk mengembalikan pada kami”Kata orang tua murid kelas sembilan F pada media ini.

Anik Anggriani selaku kepala sekolah SMPN 52 Surabaya dan saat di minta klarifikasi terkait pungutan tersebut yang bersangkutan tutup mulut alias tidak menjawab.

Ketua komite sekolah SMPN 52 Surabaya yang dikomandoi oleh Daliman menjawab.”Mohon maaf pak, nanti yg menjelaskan wakil saya, karena saya dinesnya di luar kota sehingga tdk mengikuti sampai detail” jawabnya singkat.(tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here