Dibalik Tanah Desa Pilang, Siapa Penjualnya?

0
412

Sidoarjo beritaterbaru.wiki.com. Sebagian lahan Dusun Banar, Desa Pilang Kecamatan Wonoayu menuai kontroversi. Pasalnya, diduga sebidang tanah dijual pada developer Istana Residence, yang terletak di Desa Grogol Kecamatan Tulangan.
Dari temuan media online beritaterbaru.wiki berupa data yakni gambar peta blok sebidang tanah Dusun Banar Desa Pilang Kecamatan Wonoayu dan keterangan yang dihimpun dari salah satu warga setempat, sebelumnya, sungai itu berliku kemudian di sejajarkan, ada tanah Banar yang dipindah ke Grogol yang diperuntukan Perumahan Istana Residence, seperti tukar guling padahal bukan tukar guling.

Saat wartawan beritaterbaru.wiki konfirmasi ke mantan Kepala Desa Pilang, H. Alfadi mengatakan saya tak pernah menjual obyek tanah tersebut. “Selama ini tak pernah jual persil no. 17, objek itu kalau gak salah dengan ukuran 15 meter kali 70 meter membujur ke barat hingga ke timur letaknya di tepi sungai, iya sepadan sungai,” jelasnya, Kemarin, Senin (3/8/2020).

Ditambahkan regency (Perumahan, red) itu berdiri tahun 2008 saya pertama kali menjabat sebagai Kades, tanah itu sekian tahun yang menguasai warga gogol Banar barat. “jadi tanah itu bukan TKD (Tanah Kas Desa), asalnya itu desa pilang terbagi menjadi tiga desa yaitu Pilang, Banar, Rame, semua ada Kepala Desanya. Kemudian tahun 1921 ketiga Desa itu menjadi satu Desa yakni Desa Pilang,” ulasnya.
Lanjut dia, menjelaskan asal mula tanah tersebut. “Lah, makanya mulai tahun 1948 tanah itulah dikuasai oleh gogol banar barat jadi tanah itu bukan tanah desa namanya tanah hak desa maka dari itu lamanya jadi sejarah, sekian puluh tahun yang menguasai warga gogol banar. Pada waktu orang grogol itu jual tanah sawahnya, desa banar ini kalau tidak salah dikasih 75 juta sama warga gogol bendo tapi sini (Kepala Desa Banar, red) tidak pernah menandatangani jual beli, karena apa? Karena ada gambar di persil 17 itu tidak ada leter C-nya. Saat itu saya barusan menjadi kepala desa tanggal 20 bulan 11 tahun 2007, terjadinya itu (transaksi jual beli tanah, red) tahun 2008 kemudian Pak Mudin, Kholik itu disuruh orang gogol berhubungan dengan pihak pembeli, jadi keuangan itu tidak masuk ke desa namun masuk ke kas pedukuhan dibuat untuk masjid sama saluran sisa itu kalau tidak salah 19 juta. Lebih jelas Tanya ke H. Kholik,” dahlinya.

Ketika wartawan mengklarifikasi Mudin, H. Kholik tak mengelak. Ia membenarkan kejadian tersebut sesuai yang jelaskan Kepala Desa Pilang, H. Alfadi. Namun ada perbedaan pada nominal yang diterimanya sebesar 79 juta rupiah dan alokasi peruntukan uang yang diterimanya.
“itu jaman biyenpun, tujuane nopo klarifikasi, empun clear (selesai) antar pihak gogol wes gak onok opo-opo lek diungkit-ungkit malah gak karo-karoan niku angsal 79 juta digunaaken 25jt kas masjid, 25jt kas deso damel nanggap wayang, 24jt damel ndandani balai RW, 10 digawe plengsengan. Kulo tasek dines biyen, lek iki diungkit engkok anakku sing ngurusi, anakku sarjana hukum,” ujar H. Kholik.
(bw/part l)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here