HUT RI KE 75 dan Rasa Patriotisme

0
142
Ahmad Fadhly Harahap.

Oleh. Ahmad Fadhly.

Setiap menjelang 17 Agustus kalimat Dirgahayu HUT RI ke 75, terlihat terpampang spanduk bergambar tokoh yang di sampingnya bertuliskan kalimat tersebut. Tidak ketinggalan dengan baranda akun media sosial seperti, Facebook, dan Instragram juga dipenuhi kalimat ucapan selamat hari kemerdekaan Republik Indonesia.

Tidak terasa sudah lewat setengah abad negeri ini merdeka dari penjajah, wajar setiap anak bangsa dari berbagai kalangan baik itu masyarakat biasa, pejabat, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh pemuda menyambut dan memberikan ucapan selamat kepada negeri yang memiliki sejarah perjuangan kemerdekaan yang panjang. 350 tahun bukan waktu yang singkat, bangsa ini terus menerus berjuang untuk lepas dari bangsa penjajah, di tambah lagi dua setengah tahun berjuang melawan pendudukan Jepang di Indonesia.

Sejarah mencatat, setelah perjuangan kemerdekaan, dan dikumandangkannya proklamasi serta terbentuknya pemerintahan Indonesia, bangsa ini masih terus berjuang melawan rongrongan kehauasan paham komonis terhadap negeri kaya ini.

Paham komonis, sejak tahun 1948 sudah menunjukkan nafsunya untuk menguasai Indonesia. Di tahun 1965 dengan bermodalkan pengaruh partainya di perlemen bisa menitipkan kadernya di lembaga kenegaraan dan instansi penting di negeri ini mencoba melakukan pengambil alihan kekuasaan dan ingin merubah dasar negara.

Tuhan Yang Maha Kuasa tidak mengijinkan negeri ini menganut paham komonis tanpa dasar agama. TNI bersama Rakyat hanya hitungan jam berhasil menetralisir kondisi negeri. Rakyat, pemuda dan Mahasiswa menumbangkan rezim yang dinilai melindungi komonis. Masa perjuangan ini juga menggugurkan 7 putra terbaik negeri ini yang di kenal dengan pahlawan Revolusi.

Dari perjuangan bangsa Indonesia menjatuhkan Orde Lama, masuk kepada masa Orde Baru. Kembali Rakyat berjuang bersama menjatuhkan Orde Baru yang dipimpin Suharto selama 32 tahun. Pemerintah Orde Baru yang dinilai rakyat sebagai pemerintah yang otoriter, serta tidak bisa mensejahterakan rakyat berakhir di tahun 1998. Masuklah era reformasi sampai sekarang.

Patriotisme Bangsa Sudah Teruji.

Bangsa yang besar ini kembali berjuang bersama membumi hanguskan hasil dari globalisasi kemajuan jaman. Misalnya, Korupsi, Narkoba dan perlakuan kriminal yang menggerogoti sendi-sendi kehidupan bangsa Indonesia.

Bahkan, menjelang memperingati kemerdekaan Republik Indonesia ke 75 tahun ini, kembali seluruh elemen masyarakat Indonesia berjuang melawan wabah Covid 19 yang telah banyak merenggut jiwa rakyat Indonesia. Selain itu, terlihat akibat dari wabah Covid 19 yang sampai saat ini masih menghantui seluruh masyarakat Indonesia perekonomian bangsa menjadi goyah, daya beli masyarakat ikut menurun. Hal itu terkesan akibat dari kebijakan pencegahan wabah tersebut.

Memang, setiap perjuangan bangsa ini dalam mengatasi semua permasalahan mulai dari perjuangan kemerdekaan, perjuangan menjatuhkan rejim yang dinilai tidak sesuai dengan konstitusi kemerdekaan berakhir dengan manis, yang di inginkan tercapai.

Tapi, sejak tumbangnya rezim Orde Baru, perjuangan melawan rongrongan penegakan hukum seperti, Narkoba, Korupsi terkesan sulit melawannya. Ratusan ton narkoba berhasil diamankan pihak BNN, malah peredaran narkoba merebak sampai ke desa. Sama halnya dengan tangkap tangan yang dilakukan oleh KPK terhadap pelaku Korupsi, terkesan tidak membuat jera pelaku lainnya melakukan korupsi.

Melihat realita tersebut, terkesan bangsa Indonesia lebih berhasil berjuang melawan manusia yang hanya ingin merong-rong idiologi bangsa, ketimbang berjuang melawan manusia yang berakhlak atau bermental materi duniawi tanpa memikirkan halal dan haram yang diperolehnya.

Bagaimana dengan berjuang melawan wabah Covid 19 saat ini ?. Pemerintah terlihat dalam 4 bulan belakangan sudah melakukan langkah pencegahan, baik itu pencegahan penyebaran virus maupun memberikan bantuan kepada masyarakat terkait dampak kebijakan pencegahan. Masyarakat pun terlihat berusaha berjuang mengikuti aturan kebijakan pencegahan dari pemerintah.

Namun, belakangan terkesan peraturan kerab dilanggar baik itu oleh bagian dari pemerintah maupun masyarakat. Perjuangan melawan Covid 19 terlihat kendor. Kondisi wabah seperti dilansir media semakin menggila, korban dan orang terindikasi terkena virus jumlahnya semakin tinggi. Perjuangan melawan Covid 19 bisa dikatakan gagal.

Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2020, seharusnya menjadi momen Bangsa Indonesia berjuang mengisi kemerdekaan untuk kemakmuran bangsa. Terutama, pemegang kekuasaan dan petinggi negeri mulai dari pusat sampai daerah berjuang bersama rakyat mengatasi permasalahan bangsa, mengetepikan kepentingan kelompok dan memgedepankan kepentingan bangsa.

Rakyat Indonesia sudah teruji rasa patriotismenya, sejak masa perjuangan kemerdekaan. Tinggal komando pemimpin yang di dasari rasa komitmen yang tinggi rakyat pasti mengikuti komando berjuangan melawan Covid 19 dan perjuangan dibidang lainnya.

Mengutip pernyataan Pakar Hukum Tata Negara A Irmanputra Sidin bahwa,
“Pemimpin yang baik, pemimpin yang sadar dan mengetahui bahwa dirinya pemegang kekuasaan, sehingga bisa tegas menjalankan tugas konstitusionalnya,” (IDN Times).

(Penulis adalah Kordinator Liputan ZONADINAMIKA NEWS SUMUT)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*

code