Refleksi 15 Tahun Perdamaian Aceh,IPPAT Ajak Mahasiswa dan Pemuda Kawal Perdamaian

0
264

Oleh: MUZAKIR

Konflik yang berkecamuk di Aceh  sejak tahun 1976 dan berakhir dengan kesepakatan damai antara RI dan GAM di Helsinki, Finlandia pada 15 gustus 2005 yang di fasilitasi oleh Aceh monitoring mission (AMM).

Perang yang membuat ribuan masyarakat sipil  Aceh kehilangan jiwa berakhir dengan kesepakatan damai yang disebut Memorandum of Understanding (MoU) Antara RI dan GAM itu sampai saat masih banyak  poin-poin belum terealisasi yang tentunya menjadi harapan rakyat Aceh.

Perdamaian tentu menjadi suatu Kurnia besar bagi masyarakat Aceh pasca tsunami yang melanda negeri serambi Makkah pada 26 Desember 2004 lalu.

Aceh yang dulu luluh lantak karena musibah besar itu kini kembali bangkit dan terus menunjukkan kemajuan disegala bidang walaupun masih banyak pekerjaan rumah bagi pemegang kekuasaan di Aceh untuk segera diselesaikan dengan pemerintah pusat terkait dengan realisasi poin-poin MOU Helsingki.

Muzakir ,Sekjen Ikatan Pemuda Pelajar Aceh Timur (IPPAT) Banda Aceh mengajak seluruh mahasiswa dan pemuda untuk terus mengawal perdamaian dengan terus bersuara ketika hak-hak dan harapan masyarakat tidak terpenuhi.

Dia juga menambahkan, Pemuda dan Mahasiswa harus mengisi perdamaian dengan pemikiran-pemikiran yang inofatif dan dengan tindakan-tindakan yang kreatif dan menebarkan energi positif untuk meningkatkan kemajuan pembangunan Aceh di segala bidang.

Pemuda dan mahasiswa sebagai Agent of chenge harus mampu melanjutkan cita-cita perjuangan para pendahulu dan terus berusaha menjadi individu yang merdeka.

“Kita sebagai penerus perjuangan wajib mengetahui history perjuangan Aceh pada setiap masanya dan kita jadikan sebagai motifasi dalam menciptakan perubahan dan meningkatkan kemajuan pembangunan”.Tutupnya.

 

Penulis adalah:  SEKJEN IPPAT BANDA ACEH

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*

code