Pembangunan SMKN 1 Sungai Limau Padang Pariaman Tidak Sesuai RAB? Kepseknya Ngumpet

0
646

Padang Pariaman Sumbar-beritaterbaru.wiki.com.Mudahnya rontok sebuah konstruksi suatu bangunan,tidak terlepas dari buruknya kualitas material yang digunakan, dan juga pemakaian material yang tidak sesuai ketentuan yang di rencanakan atau RAB, biasanya hal itu terjadi, tidak terlepas bahwa oknum-oknum ingin mencari keuntungan diluar kewajaran,walaupun harus mengorban sarana prublik yang bersentuhan pada banyak orang.

Bagaimana dengan kondisi pembangunan Sekolah menengah kejuruan SMK N  l Sungai limau Kabupaten Padang Pariaman Provinsi Sumatera Barat ( SUMBAR ) yang tengah berjalan saat ini? Apakah terindikasi adanya penyimpangan dalam pelaksanaanya? Simak hasil pantauan kami.

Tahun 2020 Pemprov Sumbar mengucurkan anggaran sebesar Rp 900,000,000, dana ini bersumber dari dana DAK Tahun 2020, dalam hal ini, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat Dinas Pendidikan untuk mendukung Pogaram Peningkatan Akses Perluasan dan mutu pendidikan SMK dan Kegiatan Pengadaan Saran dan Prasarana SMK, Perkerjaan Pembangunan Ruang Praktek Siswa, Kompentesi Kehalian Tenik Penjelasan  Lokasi SMK N 1 Sungai Limau yang dikerjakan secara swkelola.

Dan menurut penuturan salah seorang masyarakat yang enggan disebukan namanya menyampaikan akan keherananya terjadap jenis material yang digunakan dalam proyek tersebut, “saya melihat kayu jenis yang di pakai buat kosen kok berbe-beda warna” teranng masyarakat tersebut.Selain mempersoalkan kondisi kusen, masyarakat tersebut juga, persoalkan akan tanah urugan yang digunakan.

“Terlihat dilapangan sewaktu pembagunan memakai tanah timbunan di lokasi sekolah SMK untuk Penimbunan ruanggan Pratek siswa di setiap titik ruangan sekolah, jenis tanah urugan tidak memakai tanah merah, melainya memakai tanah biasa yang diambil dari gundukan tanah sekitar” Ucapnya pada awak media ini.

Akmal selaku Kepsek SMK N 1 Sungai Limau, ketika hendak mau konfirmasi akan temuan tersebut, sulit ditemukan akan keberasdaanya disekolah, walaupun mobilnya berada di lingkungan sekolah, bahkan ketika di hubungin via whatsApp, tetap tidak merespon, sehingga terkesan berusahan ngumpet dari wartawan.

Sebab seperti biasa, setiap orang yang takut akan ditemui orang lain, khususnya mereka pengguna akan uang negara, bila sudah melakukan kesalahan, dan akan berusaha menghindar, dan tudingan ini, layak dialamatkan pada Akmal selaku kepala sekolah SMKN 1 Sungai Limau, terkait dalam pembangunan sekolahnya yang sedang berjalan.

Ngumpet atau tidak mau dihubungin alah kepsek SMKN 1 Sungai Limau, juga diperankan oleh Ka Cabid setempet, sebab ketika di hubungin via pesan whatsapp, yang bersangkutan hanya membaca namun tidak memberikan jawaban.Tidak menjawab konfirmasi wartawan juga diperankan oleh kepala Dinas Provinsi Sumatera Barat.

Ditempat terpisah Zaherman Ketua DPD LSM GPRI Wilayah Sumatera mengatakan  Akan memaNtau terus Pembangunan Proyek Di SMKN 1 Sungai Limau kabupaten Padang Pariaman Provinsi Sumatera Barat,  Sedainya ada terindikasi merugikan uang negara Ketua DPD LSM GPRI Wilayah Sumbar tak akan segan seganya melaporkan ke pihak penegak hukum. Seraya berharap, kepada para pihak terkait dalam pembangunan sarana sekolah tersebut, jangan biasakan ngumpet, bila anda-anda berusaha ngumpet, berarti anda-anda menyimpan banyak masalah atau terindikasi melakukan korupsi dalam pembangunan gedung untuk para anak didik dan calon negerasi bangsa.

 

(Zul Nasri Tanjung)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*

code