Sejumlah Kades di Madina Teriak Korban Pemerasan Oknum Pendamping Dalam Pembuatan RAB dan SPJ

0
177

Madina-beritaterbaru.wiki.com.Kenekatan oknum pendampin Desa di Kecamatan Panyabungan Kota, Kabupaten Mandailing Natal, Provinsi Sumatera Utara, dalam melakukan dugaan pemerasan kepada sejumlah oknum dengan dalih pembuatan RAB dan SPJ Dana Desa tahun 2019, disebut-sebut atas perintah oknum pejabat di lingkungan kecamatan Panyabungan kota Madina.


Tindakan oknum-oknum bermental rampok ini telah merugikan sejumlah kepala desa bahkan merugikan keuangan negara yang diperuntuhkan untuk pembangunan desa.Kedua petugas pendamping desa disebut-sebut bernama Nurmayanti dan Iksan, dikabarkan kedua petugas pendamping ini berhasil meraup uang dari sejumlah kades mencapai Rp.450.000.000, karena setiap desa, pendamping mematok angka Rp.15.000.000 x 30 desa.


Pematokan angka yang fantastis ini juga dibenarkan oleh kepala desa Gunung Tua Bardansyah Rangkuti Kecamatan Panyabungan Kota. “ Ya kita dipatok membayar pembuatan RAB dan SPJ Dana Desa sebesar Rp.15.000.000 tanpa bisa dinego dan sebenarnya kami sangat keberatan, namun kami tidak bisa berbuat apa-apa,seakan-akan pembuatan RAB dan SPJ ini sudah di stel oleh oknum pihak kecamatan melalui pendamping desa”. Saya siap mempertangungjawabkan atas omongan saya, dan bila masuk ke ranah hukumpun saya siap jadi saksi,karena saya sendiri merasa diperas dengan angka yang cukup besar tersebut, tegas Bardansyah Rangkuti.


Kades ini berharap, pihak penegak hukum agat bertindak dan memproses oknum pendamping ini, akibat ulah-ulah mereka ini, nanti terlalu banyak dana desa habis dan masuk kantong pribadi mereka, kami sebagai kepala desa dan juga masyarakat yang akan menjadi korban.


Diberitakan sebelumnya, Sejumlah kepala desa di Kecamatan Panyabungan Kota Kabupaten Mandailing Natal kepada media ini mengaku, merasa di peras oleh oknum pendamping desa dalam pembuatan SLP Dana Desa, angka yang cukup pantastis itu tidak boleh dinego, dan kalau dinego, maka bisa-bisa jadi masalah, faktanya, jadi kita yang jadi korban keganasan oknum pendamping, dana desa kita harus berkorban untuk kantong mereka.
Karena oknum pendamping desa kecamatan Panyabungan kota memapatok harga pembuatan RAB dan SPJ, kami benar-benar terkuras oleh oknum pendamping Desa, secara tidak langsung oknum pendamping menyuruh kami untuk melakukan korupsi Dana Desa, atas permintaan mereka yang cukup tinggi.

Idris Camat Kota Panyabungan Kota Kabupaten Madina  ketika dikonfirmasi media ini mengatakan.”saya sudah dengar berita itu, dan hal itu perlu diklarifikasi, nomor dan pesan bapak sudah saya sampaikan ke pendamping, agar mereka menghubungi pihak bapak untuk melakukan klarifikasi.Sayang hingga berita ini  terbit kembali, agaknya pendamping ini terkesan melecehkan sang camat yang tidak menghargai pesanya untuk melakukan klarifikasi pada media.


Hingga berita diturunkan kembali, kedua oknum pendamping tersebut, belum berhasil diklarifikasi, atas tudingan kepala desa tersebut. (Haris)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*

code