20150722_131458MMMATAMBUAH-BeritaTerbaru.Wiki, Pasokan BBM untuk Pertamina Atapupu masih mencukupi dan bertahan hingga akhir tahun, hal ini dikatakan oleh Kepala Pertamina Atapupu Frans Moris Wungubeleu, Senin, 03/8/15.

Menurutnya, pasokan minyak di SPBU Atapupu sangat tergantung dari Pelabuhan Tenau Kupang juga kebuhan dari masyarakat pengguna bahan bakar.

“Kadang jumlah pasokan yang ada sekitar 20.000, 15.000 juga kadang 5.000 liter dan sangat tergantung pada ruang kosong yang tersedia di Pertamina,” Kata Frans.

Selain itu, dengan pasokan yang tersedia di Depo Pertamina ditambah dengan permintaan pasokan selain Solar dan Premium juga termasuk minyak tanah yang dibutuhkan oleh masyarakat di tahun 2015.

“untuk 4 bulan kedepan pasokan BBM di pertamina atapupu bisa mencukupi kebutuhan hingga akhir tahun,” Jelasnya.

Kendatipun demikian, di pertamina atapupu ini merupakan salah satu jalur alternatif dengan pelabuhan tenau kupang, artinya apabila dalam situasi kritis di laut, pihaknya masih dapat menggunakan modal transportasi darat dengan mobil tangki untuk mengambil BBM di Pelabuhan Tenau Kupang.

Iklan

“Masyarat pengguna BBM Bersubsidi dialihkan untuk dipergunakan, tapi pertamina hanya sampai pada SPBU sedangkan pengawasan selanjutnya kita minta aparat Pemda setempat untuk bisa perketat keamanan,” Imbuhnya.

Frans menjelaskan bahwa, mekanisme pembelian BBM di SPBU adalah kebijakan Pemda dengan mengeluarkan rekomendasi, sehingga masyarakat yang membeli BBM bisa tahu kebutuhan pasokan yang tersedia juga, karena secara prinsip BBM akan masuk ke tangki kendaraan bukan ke jerigen atau drum.

“Pasokan minyak untuk para nelayan sebenarnya sudah ada fasilitasnya yaitu SPBN di Atapupu, sehingga kalau mereka mau beli bisa kesana. kemudian harganya juga sudah ditetapkan sesuai dengan BBM bersubsidi,” Jelas Frans.

Kemudian lanjut dia, untuk wilayah timor-timur pertamina membantu lewat sistem eksport yang biasanya menggunakan Pertamax maupun premium (bensin) yang dieksport melalui jalan darat maupun jalur laut sedangkan untuk kepengurusan eksport melalui pertamina Surabaya, Jakarta, kemudian ke Kupang melalui proses di pihak bea cukai.

“Berarti sudah melalui mekanisme ketentuan eksport melalui menteri perdagangan, jadi kalau sampai adanya penyelundupan itu sudah diluar jangkauan kewenangan kita, kembali kepada penegakkan hukum penyalahgunaan bbm bersubsidi yang merupakan kejahatan ekonomi,” Sergahnya. (Yulianus Feka).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here