HIV atau Human Immunodeficiency Virus pertama kali ditemukan di AS pada 1981. HIV adalah virus yang menyerang sel-sel tubuh kita yang melawan infeksi dan penyakit. Itu membuat korban lebih rentan terhadap penyakit. Biasanya, setelah tertular virus ini, pasien hidup bersamanya selama 3 hingga 4 tahun tanpa gejala apa pun sampai sistem kekebalan akhirnya melemah. Segera, pasien mulai mengembangkan berbagai penyakit dan akhirnya meninggal karena penyakit, atau dalam banyak kasus, beberapa kanker.

AIDS adalah tahap terakhir dari HIV. Jika HIV tidak diobati, maka pasien mengembangkan AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome). Ini adalah tahap ketika sistem kekebalan pasien telah rusak total.

PENULARAN HIV

Karena HIV adalah virus, cara penularannya juga sangat mirip dengan virus lain. Beberapa cara penularan HIV ke tubuh kita adalah melalui:

(I) Hubungan seksual: Bentuk penularan yang paling umum adalah hubungan seksual dengan seseorang yang sudah terinfeksi. Virus ini terdapat dalam cairan tubuh seperti air mani dan air liur. Selain itu juga terletak pada saluran reproduksi vagina. Inilah sebabnya mengapa melakukan hubungan seksual dengan pria atau wanita HIV positif dapat menularkan virus ini ke tubuh Anda. Ini menjelaskan mengapa prostitusi menjadi salah satu penyebab utama AIDS.

(II) Jarum suntik: Berbagi jarum suntik yang kotor atau bekas juga dapat menyebarkan virus ini. Itu dapat memasukkan virus ini ke aliran darah kita dan menginfeksi kita. Inilah mengapa penyalahguna narkoba lebih mungkin menjadi HIV positif, dan jarum suntik sekali pakai digunakan di setiap rumah sakit.

(III) Penularan dari ibu ke anak: Jika sang ibu positif HIV saat hamil, ia mungkin menularkan virus ini ke bayinya yang belum lahir. Inilah sebabnya mengapa ada beberapa kasus anak kecil dinyatakan positif HIV.

(IV) Transfusi darah: Transfusi darah yang terkontaminasi atau terinfeksi dapat membawa HIV ke tubuh Anda.

GEJALA HIV

Bergantung pada fase infeksi, gejala HIV bervariasi. Biasanya ada tiga fase gejala yang tercantum di bawah ini:

Iklan

(I) HIV Akut: Ini adalah tahap utama infeksi, dan gejala berkembang setelah dua hingga tiga minggu setelah terinfeksi. Gejala yang umum adalah demam, sakit kepala, ruam, diare, batuk, sakit tenggorokan, dan pembengkakan kelenjar getah bening.

(II) HIV Kronis: Ini adalah tahap laten ketika tidak ada gejala tertentu. Tahap ini berlangsung selama beberapa tahun pada beberapa orang, dan kemudian, mereka mengembangkan penyakit yang lebih parah karena kegagalan sistem kekebalan.

(III) Gejala HIV: Ini adalah tahap ketika virus terus berkembang biak dalam sistem dan menghancurkan sel. Sebagian besar gejala seperti kelelahan, diare, infeksi jamur mulut, penurunan berat badan, dan pneumonia muncul pada tahap ini.

(IV) Mengembangkan AIDS: Akhirnya, tahap terakhir datang ketika para korban mengembangkan AIDS, dan sistem kekebalan mereka telah rusak secara permanen. Pada tahap ini, penderita menjadi lebih rentan terhadap infeksi. Gejala yang biasa terjadi adalah demam, diare kronis, kelelahan berkepanjangan, lemas, berat badan turun, dan bercak putih di lidah atau mulut.

Pengobatan HIV

Aktifkan Jahe

Sampai saat ini, belum ada vaksin untuk HIV. Namun, obat-obatan tertentu dapat mencegah pasien mencapai tahap akhir pengembangan AIDS.

Tidak dapat terhubung ke Ginger Periksa koneksi internet Anda

atau muat ulang browser Nonaktifkan di kolom teks iniEditEdit di GingerEdit di Ginger ×

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here