Medan-BeritaTerbaru.Wiki.
Dugaan penyalagunaan dana BOS yang dikelola di SMP Negeri 40 Medan dibawah komando ibu Asmiati Spd.MM selaku kepala sekolah perlu menjadi perhatian, sebab dalam alokasi sangat disesalkan oleh banyak pihak.

Karena dalam penggunaanya pada tahap 1 item Kegiatan pembelajaran dan ektra kurikuler Siswa Rp. 73.766.850.adimistrasi Kegiatan sekolah Rp. 31.341.800.
Pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah Rp 20.132.250.
Pembayaran honor Rp. 15.840.000.
Tahap 2 pada item Kegiatan pengembangan perpustakaan Rp. 196.034.000.adimistrasi Kegiatan sekolah juga Rp25.921950
Pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah Rp 98.613.000.
Pembayaran honor Rp55.200.000.
Tahap 3 .adimistrasi Kegiatan sekolah Rp 54.727.500.

Perawatan sarana dan prasarana sekolah Rp106.812.000.kuat dugaan pda pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah SMP Negeri 40 Di tahun 2020sebesar Rp. 225.557250.

Begitu juga dengan pengembangan perpustakaan pada tahun 2020 dimana buku sudah lengkap hanya mengganti yang rusak dan yang hilang.

Dalam Pembayaran honor disinyalir ada rekayasa jam mengajar sebab pembayaran honor Rp 44.160.000 juga Sangat diragukan kebenarannya sebab pada tahap 1.2dan 3 sangat jauh berbeda.

Iklan

Timbul pertanyaan,apakah tenaga honor disekolah SMP Negeri 40 bertambah Selama masa COVID 19.

Sayang kerika Ibu kepala sekolah Asmiati Spd. MM terkesan buang badan dan mengatakan “Silahkan Konfirmasi Kegiatan pada inspektorat
Karena kami sudah di periksa Inspektorat 8 kemaren”.

Sejumlah sumber yang notabene tenaga pengajar di SMPN 40 Medan mengatakan, ada baiknya pihak penegak hukum melakukan pemeriksaan terhadap Asmiati Spd. MM selaku kepala sekolah, sebab pihaknya merasakan banyak alokasi dana BOS yang mencurigakan.

Dugaan Mark up itu rawan terjadi, dan hasil pemeriksaan pihak insfektorat tidak bisa jaminan tolak ukur bahwa alokasi dana BOS,oleh karena itu kami sebagai tenaga pengajar minta kepsek kami diperiksa soal alokasi dan BOS.

Hal yang sama juga ditegaskan oleh Jhon Girsang ketua LSM GPRI DPD Sumut mendesak aparat penegak hukum (APH) agar memanggil dan memeriksa kepala sekolah. Alokasi dana BOS masa pandemi tahun 2020 sangat mencurigakan.(tim)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here