Toba-BeritaTerbaru.Wiki.Masa pandemi covid-19 agaknya dibuat oleh sejumlah oknum untuk tetap melakukan pencarian untung diluar kewajaran,ironisnya oknum ini disinyalir menjual atas nama kegiatan anak generasi bangsa dalam meraup keuntungan. Sejumlah anak murid sekolah seakan dijadikan kambing hitam demi mengalihkan uang negara jadi hak milik.

Diketahui, Kegiatan ekstrakurikuler diselenggarakan sekolah untuk mengembangkan kemampuan dan bakat siswa serta mendukung pelaksanaan kegiatan belajar mengajar. Kegiatan ekstrakurikuler yang ada diantaranya adalah pramuka, tari, sepakbola, basket, drumband, Bakat Qira’ah dan Tartil, komputer, dan sebagainya.

Sesuai surat edaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Nomor 15 Tahun 2020 tentang Pedoman Penyelenggaraan Belajar Dari Rumah Dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19. Diperkuat Surat Edaran Mendikbud Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pendidikan Dalam Masa Darurat Coronavirus Disease (Covid-19).

Diketahui SMAN 1 Silaen Toba Samosir pada tahun 2020 mendapatkan dana BOS pada tahap satu Rp.289.800.000, tahap dua Rp.386.400.000, tahap tiga Rp.296.100.000 dan pada kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler menghabiskan biaya pada tahap satu Rp.85.130.750, tahap dua Rp.38.064.000 dan tahap tiga Rp.57.993.650.

Timbul pertanyaan, dimana dan kegiatan Eskul apa yang dilakukan pihak SMAN 1 Silaen Toba Samosir sehingga mengeluarkan biaya yang cukup besar, sementara para siswa-siswi belajar dirumah?
Ketika hal itu dikonfirmasi ke pihak sekolah yang diterima oleh Panjaitan selaku bendahara hanya menjawab dengan enteng, “Kami sudah diperiksa” jawabnya singkat pada wartawan media ini.

Iklan

Sejumlah pihak ketika berbincang-bincang dengan media ini yang notabene adalah orang tua murid SMAN 1 Silaen Toba Samosir dengan keterangan beragam mengatakan, waduh koh biaya eskul bisa sebesar itu sementara para murid dirumah, setahu saya, anak saya tidak perna ikut eskul selama covid19 karena di wajibkan belajar dirumah, kata seorang ortu murid dalam sebuah lapo.

Hal yang mencurigai juga dicetuskan oleh ortu murid lainya, pada media ini menegaskan, oknum guru di SMAN 1 Silaen Toba Samosir janganlah ikut-ikutan jadi seperti penjahat seperti yang penjarah, dan jangan jadi pembohong besar dengan berani merekayasa pengeluaran dana BOS, dengan pandemi ini, mutu pendidikan sudah pasti berkurang, tatap muka saja banyak murid masih ada yang susah menangkap mata pelajaran, apalagi belajar secara online.

Dalam kesulitan saat ini, kalau oknum guru di SMAN 1 Silaen Toba Samosir masih berani menjual atas nama kegiatan murid demi keuntungan pribadi dengan alasan kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler, ini sangat keterlaluan, saya juga punya anak sekolah di SMA tersebut dan setahu saya tidak eskul, tapi kenapa ada laporan pihak sekolah kegiatan Eskul dilaksanakan? Kata ortu siswa dengan nada tanya.

Seraya berhadap, pihak penegak hukum ada baiknya melakukan pemeriksaan pada oknum guru di SMA tersebut, jangan biarkan oknum pendidik menggade semua murid demi menumpuk uang yang bukan haknya, yang jelas selama tahun 2020 dari bulan April hingga akhir tahun bahkan sampai sekarang anak-anak kami belum perna ikut eskul. (Tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here