Agam Sumbar: Zonadinamikanews com
Dek lamak rayu’ tukang gandua’ Lah batuka Baruak Jo Cigak’ Dek Karano’ Lah Lamak ‘ Oyak binyi Mudo’ Binyi tuo ‘ Bacampakaan Sajo” Entah merasa bangga dan hebat tanpa memikirkan dosa, hingga Oknum PNS ini nekat mengkhianati istri sah dan anak yang setiap hari setia menunggu di rumah.

Atau bisa jadi mempunyai jurus lain yang dipakai oleh Oknum PNS (ASN) tersebut, hingga akhirnya membuat wanita lain tunduk dan jatuh ke pelukannya, hingga mencoreng nama baik lingkup pendidikan di Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).

Penuturan sumber yang tak mau disebut identitas dirinya mengatakan, “Saya ada punya saudara seorang Sudara berinisial ( E ) yang mana suaminya seorang Oknum PNS inisial “R”. Dia bertugas di SMP Negeri 4 Kampung Pinang Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat. Mereka sudah menikah “di bawah tangan” alias nikah siri. Dengan seorang

“Kami dari pihak keluarga telah melaporkan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat.”

Pengakuan “R”, oknum PNS itu saat dikonfirmasi melalui telepon genggamnya membenarkan, bahwa dirinya telah menikah “bawah tangan” dengan seorang janda inisial “RT” tiga bulan yang lalu,” Ukapnya Oknum PNS tersebut’

Sementara itu, penuturan Kepsek SMP Negeri 4 Kampung Pinang, Kabupaten Agam Provinsi Sumatera Barat saat dikonfirmasi melalui telepon gengamnya membenarkan, bahwa ada bawahannya yang bekerja di SMP Negeri 4 Kampung Pinang Agam yang menikah siri. “Dalam hal ini, saya selaku Kepsek sudah melaporkan ke dinas untuk proses lebih lanjut,” ungkapnya.

Sementara itu, Kadisdik Kabupaten Agam Drs Isra, M.Pd saat dikonfirmasi juga membenarkan, bahwa istri seorang oknum PNS yang bekerja di SMP Negeri 4 Kampung Pinang telah melapor. “Ia melapor ke sini. Dan sesuai dengan prosedur, kami sudah melimpahkan masalah ini ke Kantor BKP-SDM,” sebutnya.

Merujuk pada ketentuan khusus yang mengatur tentang izin perkawinan PNS untuk beristri lebih dari satu (poligami) terdapat dalam Peraturan Pemerintah (PP) No: 45 Tahun 1990 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah (PP) No: 10 Tahun 1983 tentang Izin Perkawinan dan Perceraian bagi Pegawai Negeri Sipil (PP 45 Tahun 1990), khususnya dalam Pasal 4, PP 45 Tahun 1990, yang berbunyi:

1). Pegawai Negeri Sipil (PNS) pria yang akan beristri lebih dari seorang, wajib memperoleh izin lebih dahulu dari Pejabat.

Iklan

2). Pegawai Negeri Sipil (PNS) wanita tidak diizinkan untuk menjadi istri kedua/ketiga/keempat.

3). Permintaan izin sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diajukan secara tertulis.

4). Dalam surat permintaan izin sebagaimana dimaksud dalam ayat (3), harus dicantumkan alasan yang lengkap yang mendasari permintaan izin untuk beristri lebih dari seorang.

Sementara, sanksi atau hukuman disiplin berat, yakni dapat berupa;
a. Penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama 3 (tiga) tahun,
b. Pemindahan dalam rangka penurunan jabatan setingkat lebih rendah,
c. Pembebasan dari jabatan,
d. Pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai PNS, dan
e. pemberhentian tidak dengan hormat sebagai PNS.

Lantas, bagaimana dengan Oknum PNS, suami dari salah seorang wanita Janda “RT” yang notabene berlabel pendidikan yang bekerja di sekolah SMP Negeri Kampung Pinang Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat ini ?, dimana, dia “R”, Oknum PNS sukses meniduri seorang Janda “RT” selama berbulan-bulan.

Dalam hal ini, Oknum PNS yang bertugas di SMP Negeri 4 Kampung Pinang, Kabupaten Agam ini, diduga kuat telah melanggar dan mengangkangi PP No 45 Tahun 1990 dan Peraturan Pemerintah (PP) No: 30 Tahun 1980 tentang peraturan Disipilin Pegawai Negeri Sipil (PNS), dimana jika tidak adanya izin, maka akan mendapatkan sanksi hukuman disipilin tingkat berat atau dipecat.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak instansi terkait belum memberikan kejelasan yang akurat. Dan untuk mengetauai ada apa di balik ini’ tunggu kami di efisode brikutnya

(Tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here