Pakpak Barat-BeritaTerbaru.Wiki.Dugaan terjadi praktek Mark Up terhadap alokasi Dana Biaya Operasional Sekolah (BOS) di SMA Negeri 1 Salak Kabupaten Pakpak Barat Sumatera Utara yang dilansir media ini, mendapat dukungan penuh dari pihak sekolah untuk melaporkan dugaan tersebut pada pihak penegak hukum.

“Silahkan laporkan pada penegak hukum” jawab salah satu yang disebut-sebut bermarga bancin bagian humas dan guru olah raga pada wartawan media ini bersama LSM NGO TOPAN DPW Sumut saat diminta tanggapanya 23/09 di lingkungan sekolah.

Keangkuhan sikap yang dipertontonkan oknum guru ini menunjukkan dirinya adala sosok pendidik yang bersih dan patut diapresiasi dan di uji, dengan tujuan agar tidak terjadi pengalihan issu saat diminta keterangan terkait penggunaa uang negara.

Tantangan untuk bertarung diranah hukum itu disambut baik oleh ketua LSM NGO TOPAN DPW Sumut Wilma Siallangan.”Kita sambut baik tantangan untuk buat laporan pada penegak hukum terhadap dugaan mark up dalam penggunaan dana BOS, sebab sejatinya dana BOS itu adalah
untuk meningkatkan mutu pendidikan dan untuk meringankan para orang tua siswa agar tidak ada lagi anak bangsa yang putus sekolah hanya karena tidak mampu membayar uang kebutuhan sekolah.

Dengan tidak adanya niat baik pihak sekolah memberikan penjelasan atas tudingan miring yang dialamatkan pada pihak bahwa telah terjadinya dugaan mark up atas penggunaan BOS, adalah tanda-tanda ada kepanikan dalam diri mereka, terang Wilman.

Kita sudah survei kondisi bangunan sekolah dan kita temukan ada kejanggalan dalam hal pemeliharaan dan perawatan sarana dan prasana sekolah. Kita juga sudah langsung kordinasi dengan pihak TIPIKOR Polres Pakpak Barat, dan setelah kita diskusi pada salah seorang penyidik di polres Pakpak Barat, dan penyidik mendukung dengan data awal yang kita perlihatkan dan penyidik menyarankan agar kita dari LSM NGO TOPAN DPW Sumut agar membuat laporan resmi, ujar Wilman.

Sebab biaya pemeliharaan dan Perawatan Sarana dan Prasarana Sekolah tersebut pada tahun 2017
Pada triwulan pertama menghabiskan dana BOS Rp.34.953.200,triwulan dua Rp.
16.928.500 dan triwulan tiga Rp.
6.183.217 dan tahun 2018 menghabiskan BOS untuk biaya
Pemeliharaan dan Perawatan Sarana dan Prasarana Sekolah triwulan pertama Rp.40.895.000,triwulan dua Rp.31.970.400, triwulan tiga Rp.
51.430.750 dan triwulan empat Rp.35.387.100.

Iklan

perbandingan besaran biaya dengan kondisi sarana dan prasana sekolah sangat tidak sepadan, dan ini baru satu kegiatan belum yang lainya seperti dana BOS tahun 2017, bahwa Penerimaan Peserta Didik Baru menghabiskan biaya Rp.9.116.685 dan Rp.31.132.500
Kegiatan Pembelajaran dan Ekstrakurikuler Rp.53.579.455,
Rp.42.536.575 dan Rp.98.059.900
Kegiatan Evaluasi Pembelajaran
Rp.50.119.304,Rp.36.888.875,Rp.
15.948.875 untuk Pengelolaan Sekolah Rp.42.183.403, Rp.39.094.375, Rp.35.621.403.
Pengembangan Profesi Guru dan Tenaga Kependidikan, serta Pengembangan Manajemen Sekolah Rp.759.000, Rp.759.000
Rp. 26.364.400.

Langganan Daya dan Jasa Rp.
5.160.000, Rp.5.160.000, Rp.5.160.000, Pemeliharaan dan Perawatan Sarana dan Prasarana Sekolah Rp.34.953.200, Rp.16.928.500, Rp.6.183.217 dan Total Penggunaan Dana BOS Rp.
378.235.847, Rp.172.499.825 Rp.187.337.795 sementara
Penerimaan Dana BOS
Rp.378.280.000,Rp.270.824.616,Rp.187.320.000.

Dan pada tahun 2018, SMAN 1 Salak menerima Dana BOS 2018Penerimaan Dana pada triwulan pertama Rp.185.920.000,triwulan dua Rp.
380.240.000,triwulan tiga Rp.188.120.000, triwulan empat Rp.
222.340.000 dengan rincian penggunaan senbagai berikut. untuk biaya Penerimaan Peserta Didik Baru Rp.6.917.100 dan Rp.
2.673.000, Kegiatan Pembelajaran dan Ekstrakurikuler
Triwulan satu Rp.21.051.032,triwulan dua Rp.77.924.152, triwulan tiga Rp.
38.671.500 dan triwulan empat Rp.84.931.600.

Kegiatan Evaluasi Pembelajaran
Triwulan satu Rp.47.989.625
Triwulan dua Rp.51.507.525, triwulan tiga Rp.25.501.575, triwulan empat Rp.32.226.425
Pengelolaan Sekolah pada triwulan satu Rp.47.043.281, triwulan dua Rp.51.165.531,triwulan tiga Rp.
43.646.575, triwulan empat Rp.50.038.275.

Pengembangan Profesi Guru dan Tenaga Kependidikan, serta Pengembangan Manajemen Sekolah triwulan satu Rp.2.122.400,Triwulan dua Rp.1.212.800, triwulan tiga Rp.909.600, triwulan empat Rp.909.600 dan untuk Langganan Daya dan Jasa Rp.17.914.808,triwulan dua Rp.
20.262.824, triwulan tiga Rp.24.193.812, triwulan empat Rp.24.759.780. Dan Pemeliharaan dan Perawatan Sarana dan Prasarana Sekolah pada triwulan satu Rp.40.895.000, triwulan dua Rp.31.970.400, triwulan tiga Rp 51.430.750, triwulan empat Rp.35.387.100, sehingga Total Penggunaan pada triwulan satu Rp.177.016.146, triwulan dua Rp 378.378.732, triwulan tiga Rp.187.026.812, triwulan empat Rp.228.252.780

Beritakan sebelumnya bahwa rawanya praktek dugaan korupsi dengan modus mengelembungkan angka dalam alokasi dana BOS diduga keras terjadi, sebab angka- angka tersebut benar-benar tidak masuk akan, kata sumber melalui surat elektronik atau email yang masuk ke redaksi.

Sumber yang meminta jati dirinya tersebut dirahasikan menduga keras, bahwa dana BOS TA 2017 tidak terlepas dari mark up dan harus di perhatikan semua pihak demi keselamatan anggaran pendidikan dan jangan menjadi bahan bancakan oknum pendidik di SMAN 1 Salak Pakpak Barat.(tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here